Special Plan: Askrindo raup premi Rp1,16 triliun per triwulan I, tumbuh 10 persen

Askrindo Raup Premi Rp1,16 Triliun di Triwulan I, Tumbuh 10 Persen

Special Plan – Di Semarang, Jawa Tengah, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) mencatatkan total premi sebesar Rp1,16 triliun pada triwulan pertama tahun 2026, dengan peningkatan sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini dianggap sebagai indikasi kuat akan keberhasilan strategi perusahaan dalam menghadapi tantangan pasar yang dinamis. Direktur Kepatuhan, SDM dan Manajemen Risiko Askrindo, R. Mahelan Prabantarikso, menyampaikan bahwa pertumbuhan premi bukan hanya terjadi cepat, tetapi juga mencerminkan kualitas yang baik. Ia menjelaskan dalam taklimat media di kota tersebut, Kamis malam, bahwa keberlanjutan kinerja bisnis harus didukung oleh keberhasilan yang stabil.

Kinerja Triwulan I dan Dukungan Segmen Asuransi Umum

Pertumbuhan premi Askrindo terutama didorong oleh perbaikan signifikan pada segmen asuransi umum. Lini bisnis ini mencatatkan pertumbuhan hingga 44 persen, yang menjadi faktor penting dalam meningkatkan pendapatan perusahaan secara keseluruhan. Dalam konteks ini, Mahelan menekankan bahwa peningkatan tersebut tidak terlepas dari upaya perusahaan dalam memperkuat segmen yang lebih luas. Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa laba perusahaan meningkat 77 persen secara tahunan, meski nilai pastinya belum diungkapkan secara detail.

“Kami melihat bahwa kinerja 2025 bukan sekadar pertumbuhan angka, tetapi hasil dari fondasi yang kami bangun secara konsisten, khususnya dalam penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan kualitas underwriting. Ini yang menjadi kunci keberlanjutan bisnis kami ke depan,” ujar Mahelan.

Hasil positif triwulan I 2026, lanjut Mahelan, merupakan kelanjutan dari tren kinerja perusahaan sepanjang tahun 2025. Pada periode tersebut, Askrindo mencatatkan premi bruto sebesar Rp4,44 triliun, sementara hasil underwriting netto mencapai Rp1,28 triliun. Angka-angka ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko secara efektif sambil tetap memperluas pangsa pasar.

Ekuitas dan Aset Perusahaan Meluas

Dalam laporan keuangan yang belum diverifikasi (unaudited), ekuitas Askrindo meningkat menjadi sekitar Rp9,4 triliun, sedangkan total aset mencapai Rp32,9 triliun. Pertumbuhan ekuitas menggambarkan kepercayaan investor terhadap strategi manajemen perusahaan, sementara peningkatan aset menunjukkan keberhasilan dalam menarik dana dari berbagai sumber. Mahelan menyatakan bahwa angka-angka ini menjadi bukti bahwa Askrindo terus membangun fondasi yang kuat untuk menopang pertumbuhan jangka panjang.

Kinerja positif ini juga mencerminkan upaya perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan disiplin risiko. Mahelan menegaskan bahwa Askrindo berkomitmen untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan tanpa mengorbankan kualitas layanan atau keandalan operasional. Hal ini menjadi prinsip utama dalam menjalankan bisnis asuransi yang kompetitif.

Strategi Diversifikasi Portofolio

Dalam memperkuat posisi di pasar, Askrindo menerapkan strategi diversifikasi portofolio yang terdiri dari tiga pilar utama. Pertama, perusahaan memperkuat bisnis penugasan pemerintah sebagai fondasi utama, karena bisnis ini memiliki kestabilan yang tinggi dan kepercayaan pihak ketiga. Kedua, Askrindo sedang mengembangkan segmen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan korporasi dengan penawaran layanan yang lebih terfokus pada kebutuhan klien utama. Ketiga, ekspansi bisnis ritel terus dilakukan, termasuk meluncurkan produk seperti asuransi mikro, asuransi parametrik, asuransi perjalanan, dan asuransi kendaraan bermotor.

Mahelan menjelaskan bahwa tiga pilar tersebut dirancang untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus meningkatkan penetrasi pasar di berbagai segmen. “Fokus kami adalah menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan disiplin risiko,” tambahnya. Ia menekankan bahwa perusahaan tidak hanya mengejar pertumbuhan jumlah, tetapi juga kualitas hasil yang diperoleh.

Ekspansi ritel, khususnya produk asuransi mikro, dinilai sebagai langkah strategis untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas, termasuk kalangan menengah ke bawah. Dengan memperkenalkan produk yang lebih fleksibel dan terjangkau, Askrindo berharap dapat memperkuat posisinya di segmen pasar yang belum sepenuhnya tergarap. Sementara itu, peningkatan pada segmen BUMN dan korporasi menunjukkan penyesuaian strategi dengan kebutuhan pelanggan yang semakin kompleks.

Indikasi Kuat untuk Pertumbuhan Masa Depan

Pertumbuhan yang dicatatkan Askrindo di triwulan pertama tahun 2026 menunjukkan bahwa perusahaan telah membangun fondasi yang kuat untuk menjaga stabilitas bisnis. Mahelan menambahkan bahwa kinerja yang baik ini bukan hanya hasil dari strategi jangka pendek, tetapi juga dari penyesuaian yang dilakukan selama beberapa tahun terakhir. Hal ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas underwriting, manajemen risiko, serta penguasaan tata kelola perusahaan.

Dengan ekuitas yang terus bertumbuh dan total aset yang mencapai Rp32,9 triliun, Askrindo berada dalam posisi yang baik untuk melanjutkan eksplorasi pasar. Mahelan optimis bahwa keberhasilan ini akan menjadi dasar untuk mengembangkan bisnis lebih lanjut di tahun 2026 dan seterusnya. Ia menegaskan bahwa Askrindo tetap berfokus pada pengembangan produk yang inovatif dan layanan yang beragam, sekaligus mempertahankan keandalan sebagai pemain utama dalam industri asuransi di Indonesia.