Topics Covered: Disnakertrans Banten siapkan program unggulan pelatihan tenaga kerja
Disnakertrans Banten Siapkan Program Unggulan Pelatihan Tenaga Kerja
Topics Covered – Serang, 2026 – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten menghadirkan berbagai inisiatif strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang ketenagakerjaan. Salah satu upaya utama yang dikembangkan adalah program pelatihan yang diselenggarakan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai wadah pengembangan keterampilan tenaga kerja. “Program pelatihan merupakan fokus utama dalam upaya memperkuat SDM yang kompeten, sesuai dengan kebutuhan industri,” jelas Kepala Disnakertrans Banten, Septo Kalnadi, dalam wawancara di Serang, Rabu.
Pelatihan Tahun 2026 dan Jumlah Peserta
Tahun ini, Disnakertrans Banten telah menyiapkan kuota pelatihan kerja sebanyak sekitar 600 peserta untuk program provinsi. Jumlah tersebut belum mencakup pelatihan dari tingkat kabupaten/kota serta intervensi pemerintah pusat. Septo menegaskan bahwa program pelatihan ini dirancang untuk menjawab dinamika pasar kerja, baik lokal maupun internasional.
“Kami menyesuaikan pelatihan dengan kebutuhan dunia kerja. Ini menjadi bagian penting dari upaya peningkatan kompetensi tenaga kerja,” kata Septo.
Dalam tahun sebelumnya, Disnakertrans Banten menyelenggarakan pelatihan dalam tiga gelombang, dengan setiap tahap menerima 200 peserta. Seperti yang dijelaskan oleh Septo, program ini terus ditingkatkan untuk menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Dengan adanya pelatihan yang berkelanjutan, diharapkan mampu menciptakan tenaga kerja yang siap memenuhi kebutuhan industri sektor strategis.
Kurikulum Pelatihan yang Diversifikasi
Beberapa kejuruan teknis menjadi pilihan utama dalam program pelatihan Disnakertrans Banten, seperti mesin bubut/CNC, las (SMAW/GMAW), listrik, otomotif (motor/mobil), IT, menjahit, hingga tata rias. “Ada 13 bidang keahlian yang bisa dipilih. Ini dirancang agar peserta pelatihan memiliki peluang kerja lebih luas,” tambah Septo.
“Pelatihan ini bertujuan untuk menyesuaikan keterampilan peserta dengan tuntutan pasar kerja. Dengan demikian, mereka bisa langsung berkontribusi dalam sektor produktif,” ujar Septo.
Keberagaman bidang pelatihan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi. Septo juga menyebutkan bahwa Disnakertrans Banten telah berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi Desk Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Banten Tahun 2027. Kegiatan ini menjadi sarana penting dalam mengarahkan kebijakan pembangunan daerah agar lebih terkoordinasi dan berkelanjutan.
Strategi Mewujudkan Kebijakan Terarah
Dalam forum tersebut, Septo menekankan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama untuk menciptakan kebijakan yang berdampak nyata. Ia menjelaskan bahwa pelatihan dan pendidikan harus selaras dengan visi pembangunan tahun 2027, khususnya dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja, memperluas peluang kerja, serta memperkuat daya saing SDM di Provinsi Banten.
“Kami memastikan setiap program pelatihan didesain untuk menghasilkan tenaga kerja yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” kata Septo.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi, menyoroti dua indikator utama yang menjadi prioritas dalam bidang ketenagakerjaan dan transmigrasi. Dua indikator tersebut adalah peningkatan serapan tenaga kerja yang terlatih dan penguatan perlindungan tenaga kerja sesuai norma yang berlaku. “Kedua indikator ini menjadi parameter penting dalam mengukur keberhasilan program Disnakertrans,” kata Deden.
“Dengan menyelesaikan dua indikator ini, kami berharap mampu menciptakan ekosistem kerja yang lebih sehat dan produktif,” jelas Deden Apriandhi di Forum OPD Disnakertrans Banten.
Kedua indikator tersebut dianggap sebagai amanat Gubernur dan Wakil Gubernur Banten yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2030. Meskipun terdengar sederhana, tantangan dalam memenuhi target ini memerlukan kolaborasi dan komitmen dari berbagai pihak, terutama menghadapi perubahan dinamika pasar kerja yang cepat.
Potensi Investasi dan Koordinasi dengan Sektor Industri
Deden Apriandhi menyoroti pentingnya memanfaatkan potensi Provinsi Banten sebagai daerah yang memiliki peluang besar dalam sektor investasi. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah harus mampu menangkap peluang ini untuk membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi warga setempat. “Ini adalah tanggung jawab bersama untuk memastikan kebijakan kerja yang inklusif dan berdampak luas,” katanya.
“Koordinasi dengan SMK dan pengoptimalan Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) menjadi langkah strategis untuk memastikan lulusan siap masuk ke dunia kerja,” ujar Deden.
Dalam upaya meningkatkan kualitas SDM, Deden menekankan konsep “link and match” antara dunia pendidikan dan dunia usaha. Menurutnya, konsep ini memastikan kurikulum SMK berjalan selaras dengan kebutuhan industri, sehingga lulusan dapat langsung berkontribusi secara maksimal. “Kolaborasi antara pihak pendidikan dan sektor kerja harus berjalan terus-menerus agar peserta pelatihan benar-benar siap menjadi bagian dari rantai produksi,” tambahnya.
Disnakertrans Banten juga berkomitmen untuk memperkuat komunikasi dengan para investor yang akan menanamkan modal di daerah tersebut. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pengembangan lapangan kerja serta memberikan peluang kerja yang lebih beragam. “Dengan komunikasi yang efektif, kami bisa memastikan bahwa program pelatihan selalu relevan dengan kebutuhan sektor industri,” kata Deden.
Dalam konteks ini, Disnakertrans Banten terus berupaya untuk menyesuaikan program pelatihan dengan tren industri terkini, termasuk teknologi digital dan sektor unggulan. “Kami berharap pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk mental kerja yang adaptif dan inovatif,” pungkas Septo Kalnadi, memberikan penekanan pada pentingnya pendidikan vokasi dalam era ekonomi yang berubah cepat.
