New Policy: Perkuat kualitas riset, President University kukuhkan tiga guru besar

Perkuat Kualitas Riset, President University Kukuhkan Tiga Guru Besar

New Policy – Jakarta – President University melaksanakan pengukuhan tiga profesor baru sebagai upaya memperkuat fondasi akademik dan meningkatkan kontribusi keilmuan di tingkat nasional serta internasional. Acara ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan keahlian yang lebih luas dan menunjang pengembangan penelitian di kawasan industri Jababeka, tempat universitas tersebut berdiri. Samsuri, Sekretaris Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu, menekankan bahwa gelar guru besar bukan sekadar penghargaan pribadi, tetapi juga tugas besar untuk menjaga standar integritas akademik. Ia optimis bahwa kehadiran para akademisi baru ini akan menjadi penggerak utama dalam mempercepat pertumbuhan inovasi, khususnya di lingkungan pendidikan tinggi Jababeka.

“Kami berharap semakin banyak profesor muncul dari President University, sehingga riset yang dihasilkan semakin berkualitas dan kampus ini bisa menjadi salah satu simbol keunggulan di kawasan Jababeka,” ujar Samsuri.

Dalam rangkaian pengukuhan ini, universitas juga bertujuan untuk meningkatkan reputasi akademiknya di tengah persaingan ketat di sektor pendidikan tinggi Indonesia. Samsuri menyebutkan bahwa keberadaan profesor-profesor baru ini diharapkan mampu menarik perhatian lebih banyak pemangku kepentingan, termasuk institusi penelitian, perusahaan, dan pemerintah, untuk kolaborasi yang saling menguntungkan. Menurutnya, jabatan guru besar bukan hanya simbol prestasi, tetapi juga tanggung jawab untuk memastikan kualitas pendidikan dan penelitian tetap relevan dengan tantangan masa kini.

Rektor President University, Dr. Handa Abidin, mengungkapkan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari komitmen institusi dalam mendukung para dosen untuk meraih puncak karier akademik mereka. Ia menegaskan bahwa pengukuhan ini menjadi bukti nyata bahwa universitas mampu menghasilkan akademisi dari alumni sendiri. “Sejak 18 tahun lalu, Prof. Jhanghiz Syahrivar menjadi bagian dari President University. Hari ini, ia diukuhkan sebagai profesor, yang menunjukkan bahwa sistem pendidikan di sini berhasil mencetak talenta yang mampu bersinar di tingkat internasional,” kata Dr. Handa.

Menurut Dr. Handa, jabatan profesor yang diberikan kepada tiga dosen ini menjadi langkah penting dalam menegaskan kembali misi universitas untuk menjadi pusat inovasi dan pengembangan pengetahuan. Ia juga menyoroti bahwa proses penambahan profesor bukanlah kejadian spontan, melainkan hasil dari upaya terus-menerus universitas dalam memberikan kesempatan kepada para peneliti untuk berkembang secara profesional. “Presiden University tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga memastikan mereka mampu menjadi pemimpin di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi,” tambahnya.

Ketiga Profesor Baru yang Dikukuhkan

Ketiga profesor yang diberikan gelar tersebut adalah Prof. Dr. Anton Wachidin Widjaja, S.E., M.M., Prof. Dr.-Ing. Erwin Parasian Sitompul, S.T., M.Sc., dan Prof. Jhanghiz Syahrivar, S.E., M.M., Ph.D. Mereka telah menunjukkan kontribusi signifikan dalam bidang riset masing-masing, serta mendukung visi universitas untuk menjadikan Jababeka sebagai pusat kreativitas dan inovasi nasional. Dengan adanya tiga profesor baru ini, jumlah total profesor yang aktif di President University kini mencapai delapan orang.

Samsuri menambahkan bahwa pengukuhan ini dilakukan dalam dua sesi terpisah pada bulan April 2026, yang menunjukkan komitmen universitas untuk melibatkan berbagai disiplin ilmu dalam pengembangan keilmuan. Ia juga menyebutkan bahwa pembentukan profesor-profesor ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kapasitas penelitian dan menciptakan lingkungan akademik yang mendukung pertumbuhan ilmu pengetahuan. “Ini adalah tanda bahwa President University terus berinovasi, baik dalam pendidikan maupun penelitian, agar mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya.

Dr. Handa menegaskan bahwa pengukuhan ini merupakan respons dari dinamika pendidikan tinggi Indonesia, yang semakin menuntut kampus untuk menawarkan pendekatan pendidikan yang berkelanjutan dan berbasis riset. Ia berharap dengan adanya profesor-profesor baru, President University bisa menjadi penggerak utama dalam menghasilkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama di kawasan Jababeka yang terus berkembang. “Riset dari para profesor ini tidak hanya bermanfaat bagi akademisi, tetapi juga bisa berkontribusi pada kemajuan industri dan perekonomian lokal,” kata Dr. Handa.

Dalam pandangan Samsuri, jabatan profesor memiliki peran penting dalam memastikan keilmuan yang dihasilkan tetap berakar pada prinsip akademik yang kuat. Ia menekankan bahwa setiap profesor yang diukuhkan memiliki tanggung jawab untuk menjadi pelaku utama dalam menghasilkan penelitian yang berpengaruh, baik secara nasional maupun internasional. “Para profesor bukan hanya pemikir, tetapi juga penggerak yang mampu mengubah ide menjadi realita,” ujarnya.

President University berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan ilmu pengetahuan melalui sistem pendidikan yang inovatif dan berkelanjutan. Dengan jumlah profesor yang semakin bertambah, universitas mengharapkan dapat menjadi contoh yang baik dalam meningkatkan kualitas riset dan pendidikan tinggi di Indonesia. Dr. Handa menambahkan bahwa keberhasilan ini juga menjadi pengakuan atas peran penting Jababeka sebagai kawasan industri yang berkembang pesat. “President University akan terus berupaya menjadi salah satu kampus unggul, yang mampu berkontribusi pada kemajuan bangsa melalui inovasi dan keilmuan yang berkualitas,” pungkasnya.