Berita Penting: Israel kembali serang Lebanon, sedikitnya 254 tewas

Israel kembali serang Lebanon, sedikitnya 254 tewas
Di kota Beirut, Israel kembali melakukan serangan udara massif ke area Dahiyeh yang terletak di bagian selatan kota tersebut, pada Rabu (8/4). Menurut laporan koresponden Anadolu, terdengar ledakan keras dan asap mengepul dari daerah yang menjadi sasaran serangan Israel.
Tentara Israel sebelumnya menyatakan telah menyerang lebih dari 100 lokasi dalam waktu 10 menit di Beirut, Lembah Beqaa, serta daerah selatan Lebanon. Serangan pada Rabu tercatat sebagai “gelombang terbesar” sejak pecahnya konflik antara Israel dan kelompok pejuang Lebanon, Hizbullah, pada 2 Maret lalu.
Kementerian Kesehatan Lebanon, Rakan Nassereddine, mengatakan kepada Al Jazeera, “Kami menghadapi eskalasi berbahaya yang terjadi di Lebanon, agresi Israel dengan lebih dari 100 serangan udara yang menargetkan warga sipil tak berdosa di Beirut, Dahiyeh, Bekaa, Gunung Lebanon, dan selatan.”
Konflik terbaru di Timur Tengah ini tidak hanya menyebabkan korban jiwa dan luka-luka, tetapi juga memicu gangguan pada penerbangan internasional serta krisis energi global melalui pembatasan lalu lintas di Selat Hormuz, yang dikendalikan oleh Iran sebagai tindakan balasan atas serangan AS-Israel. Serangan-serangan ini terjadi setelah Iran dan Amerika Serikat mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada Selasa (7/4) untuk membuka jalan menuju kesepakatan akhir mengakhiri perang yang dilancarkan oleh Washington dan Tel Aviv terhadap Teheran sejak akhir Februari lalu.
