Pembahasan Penting: Bagas jadi harapan terakhir Indonesia di final Ruichang China Masters
Bagas jadi harapan terakhir Indonesia di final Ruichang China Masters
Jakarta (ANTARA) – Prahdiska Bagas Shujiwo, tunggal putra Indonesia, menjadi satu-satunya wakil Merah Putih yang bertahan di babak final Ruichang China Masters 2026. Pemain berusia 21 tahun itu lolos tanpa melalui pertandingan semifinal, Sabtu, lantaran calon lawannya dari Korea Selatan, Park Sang-yong, memutuskan mundur. Dalam laga puncak, Bagas akan berhadapan dengan atlet tuan rumah, Sun Chao, yang menjuarai turnamen sebelumnya.
Dominasi Tuan Rumah
China menunjukkan keunggulan dominan dengan mengirimkan tujuh wakil ke babak final. Tiga dari mereka sudah memastikan gelar untuk nomor ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Sementara itu, dua atlet Indonesia lainnya terpaksa berhenti di babak semifinal.
Kekalahan Semifinal
Tunggal putri Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi takluk saat melawan Xu Wen Jing (China). Ia harus meninggalkan lapangan setelah tertinggal 3-11 dalam gim pertama. Di sisi ganda putri, Lanny Tria Mayasari/Apriyani Rahayu kalah dari pasangan China, Liao Li Xi/Shen Shi Yao, setelah bertarung tiga gim dengan skor 17-21, 21-9, 19-21.
Skenario Final
Pertandingan final akan dimulai dengan nomor ganda campuran, sementara Bagas dijadwalkan tampil sebagai yang terakhir. Meski posisi peringkatnya lebih unggul (45 vs 175), Sun Chao diunggulkan berkat dukungan penonton lokal. Ini akan menjadi ujian bagi pemain asal Indonesia, yang harus beradaptasi dengan atmosfer kompetisi yang berat.
