Kebijakan Baru: Houthi Sambut Mojtaba Khamenei Pemimpin Baru Iran: Pukulan Telak bagi Musuh

929f2ff7 2da5 4692 ade0 0c5363ee1803 0

Houthi Sambut Kemenangan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Baru Iran

Kelompok Houthi, yang beroperasi di Yaman, mengakui kepengurusan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin baru Iran. Penunjukan ini terjadi setelah wafatnya ayah Mojtaba, Ayatollah Ali Khamenei. Menurut laporan AFP, Senin (9/3/2026), Houthi menyatakan dukungan atas terpilihnya Sayyid Mojtaba Khamenei. Mereka menilai jabatan ini diberikan dalam situasi kritis, di tengah konflik antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

“Kami mengucapkan selamat kepada Republik Islam Iran, kepemimpinan, dan rakyatnya, atas terpilihnya Sayyid Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam pada saat yang penting dan krusial ini,” kata kelompok tersebut dalam pernyataan di Telegram.

Garda Revolusi Iran mengumumkan kesetiaan mereka terhadap Ayatollah Mojtaba Khamenei. Kelompok ini menganggap penunjukan baru sebagai kemenangan untuk Revolusi Islam. Mereka menyebut langkah ini juga merugikan musuh-musuh Iran.

“Kemenangan baru bagi Revolusi Islam dan pukulan telak bagi musuh-musuh Republik Islam serta negara-negara di kawasan ini,” ujarnya.

Majelis Pakar telah secara resmi mengangkat Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran. Nama Mojtaba sebelumnya menjadi kandidat utama untuk menggantikan Ali Khamenei. Sementara itu, Israel terus memantau perubahan rezim di Iran.

Dalam pernyataan yang dilansir Al Jazeera, Rabu (4/3), Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa militer negara itu akan menargetkan setiap pemimpin Iran yang ditunjuk untuk menggantikan Ali Khamenei. “Setiap pemimpin yang dipilih rezim Iran untuk terus memimpin rencana menghancurkan Israel, mengancam AS, dan dunia bebas, akan menjadi korban yang jelas,” tegas Katz.

Katanya, tidak peduli siapa nama pemimpin itu atau di mana ia bersembunyi, militer Israel akan bertindak tanpa ragu.