Regional

Selidiki Kasus Kebakaran KMP Batu Mandi, Ditpolairud Polda Banten Periksa 18 Saksi

codex-73cfe125f6924d2295277107e7c94aee
Foto : Talia Aryani - eksplorasiindonesia.com
Daftar Isi
  1. Polda Banten Periksa 18 Saksi dalam Penyelidikan Kebakaran KMP Batu Mandi
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Polda Banten Periksa 18 Saksi dalam Penyelidikan Kebakaran KMP Batu Mandi

Eksplorasiindonesia.com – Penyelidikan kebakaran yang menimpa Kapal Motor Penumpang (KMP) Batu Mandi di Perairan Merak, Kota Cilegon, Banten, terus dilakukan secara intensif. Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten telah meminta keterangan dari 18 saksi untuk mengurai rangkaian peristiwa yang terjadi pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Pemeriksaan dilakukan untuk memperoleh gambaran lengkap mengenai awal kejadian, kondisi di dalam kapal saat api muncul, hingga langkah-langkah yang berlangsung setelah kebakaran terjadi. Meski sejumlah saksi telah dimintai keterangan, penyebab pasti munculnya api di kapal penyeberangan itu belum dapat dipastikan.

Saksi Berasal dari Penumpang hingga Kru Kapal

Belasan orang yang diperiksa memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas di KMP Batu Mandi ketika insiden terjadi. Mereka mencakup penumpang, pengemudi bus yang berada di geladak kendaraan, Kepala Kamar Mesin atau KKM, serta sejumlah awak kapal.

Keterangan dari berbagai pihak itu penting karena setiap saksi berada di lokasi dan posisi yang berbeda saat kebakaran berlangsung. Penumpang dapat memberikan gambaran situasi yang mereka alami, sementara pengemudi kendaraan dan kru kapal berpotensi mengetahui kondisi di area geladak maupun bagian operasional kapal.

Pemeriksaan yang dilakukan secara marathon dimaksudkan agar penyidik dapat mencocokkan setiap informasi. Langkah ini juga diperlukan untuk menyusun urutan kejadian secara lebih rinci sebelum tim gabungan melakukan pemeriksaan fisik di lokasi kebakaran.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Achiles Hutapea menyampaikan bahwa proses penyelidikan masih berjalan. Aparat belum dapat melakukan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh karena kondisi kapal belum sepenuhnya aman bagi petugas.

“Kondisi badan kapal dan material di bagian dalam masih dalam suhu tinggi dan panas pascakebakaran. Hal itu berisiko membahayakan keselamatan petugas jika Olah TKP dipaksakan saat ini,” ujar Kombes Pol Maruli Achiles Hutapea di Cilegon, Kamis (22/10/2026).

Olah TKP Menunggu Kondisi Kapal Stabil

Temperatur yang masih tinggi pada badan kapal dan material di bagian dalam menjadi kendala utama dalam tahapan investigasi. Pemeriksaan lokasi harus dilakukan ketika situasi memungkinkan agar petugas dapat bekerja dengan aman dan memperoleh temuan yang akurat.

Olah TKP pada kasus kebakaran kapal memiliki peran penting untuk menelusuri titik awal api serta kondisi pada area yang terdampak. Namun, proses tersebut tidak dapat dilakukan terburu-buru apabila masih terdapat risiko keselamatan bagi tim yang masuk ke dalam kapal.

Karena itu, penyidik belum menyimpulkan faktor utama yang memicu kebakaran KMP Batu Mandi. Keterangan para saksi akan menjadi bagian dari pendalaman awal, sedangkan pemeriksaan teknis terhadap kapal akan dilakukan setelah kondisi fisiknya dinilai stabil.

Penanganan peristiwa ini juga melibatkan koordinasi dengan Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri, Komite Nasional Keselamatan Transportasi, serta instansi maritim terkait. Kerja sama lintas lembaga tersebut ditujukan untuk mempercepat pemeriksaan sekaligus memastikan setiap tahapan dilakukan sesuai kebutuhan teknis.

Koordinasi untuk Pengamanan Posisi Kapal

Selain mengumpulkan keterangan saksi, Polda Banten menyiapkan langkah teknis bersama pihak terkait untuk mengapungkan dan mengamankan posisi KMP Batu Mandi. Tahapan ini diperlukan agar pemeriksaan lokasi dapat dilaksanakan secara aman, teliti, dan presisi.

Pengamanan posisi kapal menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses penyelidikan. Kondisi kapal setelah kebakaran perlu ditangani terlebih dahulu sebelum tim gabungan masuk untuk mengidentifikasi bagian-bagian yang relevan dengan sumber api.

Setelah kapal berada dalam kondisi memungkinkan, tim dari Polda Banten, Puslabfor Mabes Polri, dan KNKT akan melanjutkan identifikasi terhadap titik awal kebakaran. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya menjadi dasar untuk menentukan penyebab insiden secara lebih jelas.

“Kami belum dapat menyimpulkan penyebab utama timbulnya api pada KMP Batu Mandi karena pendalaman masih berlangsung. Setelah kondisi kapal memungkinkan dan stabil, tim gabungan bersama Puslabfor dan KNKT akan langsung mengidentifikasi sumber api,” kata Maruli.

Hingga tahap ini, publik masih perlu menunggu hasil pendalaman dari penyidik dan tim teknis. Pemeriksaan saksi serta persiapan olah TKP menjadi dua proses utama yang sedang berjalan dalam upaya mengungkap penyebab kebakaran KMP Batu Mandi di Perairan Merak.

Fokus penanganan tetap diarahkan pada keselamatan petugas, pengamanan kapal, dan pengumpulan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan melibatkan unsur kepolisian, laboratorium forensik, lembaga keselamatan transportasi, dan instansi maritim, investigasi diharapkan dapat memberikan gambaran utuh mengenai peristiwa tersebut setelah seluruh tahapan dapat dilakukan.

Frequently Asked Questions

What is Selidiki Kasus Kebakaran KMP Batu Mandi?

Selidiki Kasus Kebakaran KMP Batu Mandi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Selidiki Kasus Kebakaran KMP Batu Mandi matter?

Selidiki Kasus Kebakaran KMP Batu Mandi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.