News

Cabai Rawit Merah Tembus Rp105.300 per Kg, Ini Daftar Harga Pangan Terbaru

codex-3566714169a347659848c745ad0df7d5
Foto : Michael Davis - eksplorasiindonesia.com
Daftar Isi
  1. Harga Cabai Meroket, Cabai Rawit Merah Capai Rp105.300 per Kilogram
  2. Harga Beras Relatif Tidak Banyak Berubah
  3. Ayam dan Telur Mengalami Penurunan
  4. Minyak Goreng dan Gula Pasir
  5. Related Reading
  6. Frequently Asked Questions

Harga Cabai Meroket, Cabai Rawit Merah Capai Rp105.300 per Kilogram

Eksplorasiindonesia.com – Harga sejumlah jenis cabai mengalami kenaikan tajam pada Selasa, 13 Oktober 2026. Cabai rawit merah menjadi komoditas dengan nilai jual tertinggi, setelah mencapai Rp105.300 per kilogram. Lonjakan ini membuat cabai kembali menjadi salah satu bahan pangan yang paling perlu diperhatikan oleh rumah tangga dan pelaku usaha makanan.

Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional mencatat harga cabai rawit merah bertambah Rp3.450 atau 3,39 persen. Kenaikan tersebut membawa rata-rata harganya menembus lebih dari Rp100.000 per kilogram.

Bagi konsumen, perubahan harga cabai dapat langsung memengaruhi pengeluaran belanja harian. Cabai merupakan bahan pelengkap yang banyak dipakai dalam masakan rumahan, usaha kuliner, hingga produk makanan olahan. Ketika harganya meningkat, pembeli dapat menyesuaikan kebutuhan belanja sesuai penggunaan agar anggaran pangan tetap terkendali.

Cabai Merah Besar Mencatat Kenaikan Persentase Tertinggi

Di antara kelompok cabai yang dipantau, cabai merah besar mengalami peningkatan tertinggi dari sisi persentase. Harganya melonjak Rp5.700 atau 8,37 persen menjadi Rp73.800 per kilogram.

Cabai merah keriting juga bergerak naik cukup signifikan. Komoditas ini tercatat naik 7,22 persen dan kini dijual rata-rata Rp88.350 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit hijau bertambah 7,13 persen hingga berada pada Rp78.850 per kilogram.

Perbedaan harga antarkomoditas cabai menunjukkan bahwa setiap jenis memiliki pergerakan tersendiri. Konsumen yang membutuhkan rasa pedas dalam masakan dapat memperhatikan pilihan cabai yang tersedia di pasar, meski kebutuhan dan karakter masing-masing bahan tentu berbeda.

Harga Beras Relatif Tidak Banyak Berubah

Berbeda dari kelompok cabai, harga beras secara umum berada dalam kondisi relatif stabil. Beras kualitas bawah I dipasarkan dengan rata-rata Rp14.900 per kilogram, sedangkan kualitas bawah II berada pada Rp14.700 per kilogram.

Pada kategori beras medium, kualitas medium I mengalami penurunan kecil sebesar 0,3 persen menjadi Rp16.600 per kilogram. Sebaliknya, beras kualitas medium II naik 0,3 persen dan tercatat Rp16.450 per kilogram.

Untuk beras kualitas super, harga tidak berubah. Beras super I tetap berada di Rp17.950 per kilogram, sementara beras super II bertahan pada Rp17.350 per kilogram. Stabilnya sejumlah kategori beras menjadi informasi penting karena beras merupakan kebutuhan pangan utama bagi banyak keluarga.

Perbedaan kelas kualitas membuat harga beras di pasaran tidak seragam. Pembeli dapat mempertimbangkan jenis beras yang paling sesuai dengan kebutuhan konsumsi dan anggaran rumah tangga, sambil tetap memperhatikan harga aktual di wilayah masing-masing.

Bawang Merah dan Bawang Putih

Untuk kebutuhan bumbu dapur, bawang merah ukuran sedang tercatat seharga Rp37.000 per kilogram. Bawang putih ukuran sedang memiliki rata-rata harga Rp38.650 per kilogram.

Kedua komoditas ini kerap menjadi bahan dasar berbagai masakan. Karena itu, perubahan harga bawang dan cabai dapat menjadi perhatian dalam perencanaan belanja mingguan, terutama ketika kebutuhan memasak di rumah meningkat.

Ayam dan Telur Mengalami Penurunan

Sejumlah komoditas pangan hewani justru menunjukkan penurunan harga. Daging ayam ras segar turun 0,6 persen menjadi Rp41.250 per kilogram. Telur ayam ras segar juga melemah 0,34 persen dan berada di angka Rp29.700 per kilogram.

Penurunan pada ayam dan telur dapat memberi sedikit ruang bagi konsumen untuk memenuhi kebutuhan protein hewani. Keduanya merupakan bahan yang umum digunakan dalam menu keluarga karena mudah diolah untuk berbagai jenis masakan.

Sementara itu, daging sapi kualitas I tercatat seharga Rp152.550 per kilogram. Daging sapi kualitas II berada pada Rp143.450 per kilogram. Selisih harga tersebut mencerminkan perbedaan kategori kualitas yang tersedia di pasar.

Minyak Goreng dan Gula Pasir

Harga minyak goreng curah tetap berada pada Rp20.400 per kilogram. Minyak goreng kemasan bermerek I juga tidak berubah, dengan harga Rp24.350 per kilogram.

Adapun minyak goreng kemasan bermerek II naik tipis 0,21 persen menjadi Rp23.600 per kilogram. Pergerakan kecil ini menunjukkan bahwa harga minyak goreng pada beberapa kategori masih cenderung stabil, meski terdapat perubahan pada produk tertentu.

Pada kelompok gula pasir, gula kualitas premium naik 0,25 persen menjadi Rp20.450 per kilogram. Gula pasir lokal bertambah 0,26 persen hingga mencapai Rp19.250 per kilogram.

Pergerakan harga pangan pada 13 Oktober 2026 memperlihatkan kenaikan paling menonjol terjadi pada kelompok cabai, khususnya cabai rawit merah dan cabai merah besar. Di sisi lain, beras relatif stabil, sementara ayam serta telur mengalami koreksi turun. Konsumen dapat menjadikan perkembangan ini sebagai acuan untuk menyusun prioritas belanja pangan sesuai kebutuhan sehari-hari.

Frequently Asked Questions

What is Cabai Rawit Merah Tembus Rp105 300 per?

Cabai Rawit Merah Tembus Rp105 300 per is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Cabai Rawit Merah Tembus Rp105 300 per matter?

Cabai Rawit Merah Tembus Rp105 300 per matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Michael Davis - eksplorasiindonesia.com

Michael Davis - eksplorasiindonesia.com

Michael Davis adalah analis pariwisata dan penulis perjalanan yang mempelajari tren perjalanan global serta perkembangan destinasi wisata di berbagai negara. Ia memiliki minat khusus pada pertumbuhan sektor pariwisata di Indonesia sebagai salah satu destinasi yang semakin populer di dunia.

Tulisan Michael sering menghadirkan perspektif analitis tentang perkembangan pariwisata, potensi destinasi, serta faktor yang membuat suatu tempat menarik bagi wisatawan internasional.