Regional

Kontak Senjata di Maybrat, 2 Pentolan OPM Tewas Diterjang Peluru TNI

codex-6e2e9781d83e4bb8afcc03c1a3b4a29a
Foto : Karen Hernandez - eksplorasiindonesia.com
Daftar Isi
  1. Kontak Senjata di Maybrat, Dua Pentolan OPM Tewas
  2. FAQ Kontak Senjata di Maybrat
  3. Related Reading

Kontak Senjata di Maybrat, Dua Pentolan OPM Tewas

Eksplorasiindonesia.com – Kontak Senjata di Maybrat 2 Pentolan OPM terjadi di Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Sabtu (3/10/2026). Personel gabungan Koops TNI Habema, Satgas Rajawali V, dan Satgas Pamtas Yonif 9 Marinir terlibat kontak dengan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap Sorong Raya.

Dalam peristiwa itu, dua anggota kelompok bersenjata bernama Arso Aisnak dan Yohanes Ky dilaporkan tewas. Sementara itu, sejumlah anggota kelompok lainnya meninggalkan lokasi dan masih dalam pengejaran aparat gabungan.

Operasi dilakukan setelah aktivitas OPM Kodap Sorong Raya yang dipimpin Manfred Fatem sebagai Danops Kodap Sorong Raya terpantau melalui informasi lapangan dan dukungan teknologi. Setelah melakukan pengkajian situasi serta menyiapkan rencana operasi, pasukan bergerak menuju area yang menjadi sasaran.

Pemantauan Berujung Pertemuan Bersenjata

Menurut keterangan TNI, tindakan personel di lapangan dilaksanakan secara selektif dan terukur dengan mengikuti prosedur yang berlaku. Pertemuan visual dengan kelompok bersenjata di Aifat Selatan kemudian berkembang menjadi kontak senjata.

Dalam Kontak Senjata di Maybrat 2 Pentolan kelompok OPM tersebut, pasukan gabungan mengambil tindakan terhadap sasaran di lokasi. Saat situasi berlangsung, anggota kelompok lain meninggalkan kawasan tersebut. Aparat kemudian mengamankan area dan melakukan pengumpulan barang yang ditemukan di sekitar titik kejadian.

Sejumlah barang bukti turut diamankan, yaitu satu revolver, 10 butir munisi, sebuah handy talky atau HT, bendera Bintang Kejora, serta perlengkapan lain yang dikaitkan dengan aktivitas kelompok bersenjata. Barang-barang itu menjadi bagian dari pendalaman aparat terhadap kegiatan kelompok tersebut di wilayah Maybrat.

Pemeriksaan atas barang bukti masih dilakukan untuk membantu pemahaman mengenai pola aktivitas di lapangan dan menunjang langkah pengamanan selanjutnya. Pasukan juga tetap melakukan pemantauan terhadap wilayah yang dinilai membutuhkan perhatian setelah insiden tersebut.

TNI Tekankan Prosedur dan Pertimbangan Kemanusiaan

Panglima Komando Operasi TNI Habema Brigjen TNI Riyanto menyatakan operasi tersebut merupakan hasil koordinasi personel yang bertugas. Ia menegaskan bahwa setiap tindakan prajurit harus dilaksanakan berdasarkan aturan, prosedur, dan pertimbangan kemanusiaan.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh prajurit yang bertugas di lapangan. Namun demikian, kami tetap menempatkan nilai kemanusiaan sebagai pedoman utama dalam setiap langkah operasi. Setiap nyawa memiliki nilai, sehingga setiap tindakan yang dilakukan prajurit harus tetap berdasarkan aturan dan prosedur yang berlaku,” ujar Brigjen TNI Riyanto.

Pasukan gabungan masih melanjutkan pengejaran terhadap anggota kelompok bersenjata yang meninggalkan titik kontak. Pengamanan dan pemantauan juga dijalankan untuk menjaga kondisi di Aifat Selatan tetap terkendali.

Stabilitas keamanan menjadi perhatian karena masyarakat membutuhkan situasi yang kondusif untuk menjalankan kegiatan sehari-hari. Kondisi yang aman juga berkaitan dengan kelancaran aktivitas sosial, ekonomi, dan pembangunan di wilayah Papua.

Koops TNI Habema menyebut operasi keamanan di Tanah Papua diarahkan untuk menjaga stabilitas wilayah sekaligus menciptakan kondisi yang memungkinkan warga beraktivitas dengan lebih aman. Dalam penanganan Kontak Senjata di Maybrat 2 Pentolan OPM, aparat menyampaikan bahwa pengamanan wilayah tetap menjadi bagian dari tugas yang dijalankan.

Ajakan Mengutamakan Jalan Damai

Riyanto turut mengajak anggota kelompok bersenjata yang masih berada di kawasan hutan dan pegunungan untuk menghentikan aktivitas yang dinilai mengganggu rasa aman masyarakat. Ia menyampaikan bahwa kesempatan untuk memilih jalan damai tetap terbuka.

“Masih terbuka ruang bagi saudara-saudara kita yang ingin kembali ke pangkuan NKRI. Mari bersama-sama membangun Papua melalui jalan damai, persatuan, dan kebersamaan. Masa depan Papua adalah tanggung jawab kita bersama, dan pembangunan hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat hidup dalam suasana aman dan penuh kedamaian,” ujar Brigjen TNI Riyanto.

Insiden di Aifat Selatan menunjukkan bahwa pemantauan pergerakan kelompok bersenjata dan respons aparat tetap menjadi bagian dari pengamanan wilayah. Bersamaan dengan itu, TNI menekankan prosedur operasi, nilai kemanusiaan, serta peluang penyelesaian damai dalam menangani situasi keamanan.

Warga di sekitar Aifat Selatan diharapkan dapat tetap menjalankan aktivitas dengan tenang selama aparat melanjutkan pengamanan. Pemeriksaan barang bukti dan pengejaran terhadap anggota kelompok yang meninggalkan lokasi masih menjadi langkah lanjutan setelah kontak senjata tersebut.

FAQ Kontak Senjata di Maybrat

Di mana lokasi kontak senjata terjadi?

Kontak senjata terjadi di Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, pada Sabtu (3/10/2026).

Siapa yang terlibat dalam operasi di Maybrat?

Operasi melibatkan personel gabungan Koops TNI Habema, Satgas Rajawali V, dan Satgas Pamtas Yonif 9 Marinir yang berhadapan dengan kelompok OPM Kodap Sorong Raya.

Barang bukti apa yang diamankan aparat?

Aparat mengamankan satu revolver, 10 butir munisi, sebuah HT, bendera Bintang Kejora, serta perlengkapan lain dari lokasi kejadian.

Apakah pengamanan di Aifat Selatan masih berlangsung?

Ya, aparat gabungan masih melanjutkan pengejaran terhadap anggota kelompok yang meninggalkan lokasi, melakukan pemantauan keamanan, dan memeriksa barang bukti yang telah diamankan.

Karen Hernandez - eksplorasiindonesia.com

Karen Hernandez - eksplorasiindonesia.com

Karen Hernandez adalah penulis perjalanan yang menaruh perhatian pada budaya lokal, sejarah, dan tradisi masyarakat. Tulisan-tulisannya sering mengangkat kisah tentang situs bersejarah, festival daerah, serta tradisi yang menjadi bagian penting dari identitas Indonesia.

Melalui pendekatan storytelling, Karen berusaha menghadirkan artikel yang tidak hanya informatif tetapi juga memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang budaya di berbagai daerah Indonesia.