Lifestyle

Suka Air Hangat, Ini Batas Minuman Panas Boleh Dikonsumsi

codex-f5af7189fbc64f8c86a5b75f31f6a480
Foto : Linda Moore - eksplorasiindonesia.com
Daftar Isi
  1. Minuman Terlalu Panas Perlu Diwaspadai untuk Kesehatan Kerongkongan
  2. Risiko yang Dikaitkan dengan Teh dan Kopi Sangat Panas
  3. Kebiasaan Sederhana saat Menikmati Minuman Hangat
  4. Related Reading
  5. Frequently Asked Questions

Minuman Terlalu Panas Perlu Diwaspadai untuk Kesehatan Kerongkongan

Eksplorasiindonesia.com – Segelas teh, kopi, atau air hangat memang kerap menjadi pilihan untuk memulai hari maupun menemani waktu istirahat. Namun, kebiasaan langsung meminum minuman yang masih mengepul sebaiknya dipertimbangkan kembali. Suhu minuman yang terlalu tinggi dikaitkan dengan kenaikan risiko kanker kerongkongan.

Dokter dan influencer kesehatan dr Adam Prabata mengingatkan bahwa minuman yang baru diseduh tidak perlu segera dikonsumsi. Memberi waktu beberapa saat agar suhunya turun dapat menjadi langkah sederhana untuk membuat minuman lebih nyaman di mulut sekaligus mengurangi paparan panas berlebih pada kerongkongan.

Ambang suhu lebih dari 65 derajat Celsius

Perhatian terhadap suhu minuman ini dibahas dalam riset berjudul Hot Drinks and Oesophageal Cancer: Prospective Analyses in Around 1 Million UK Adults. Studi tersebut melibatkan lebih dari 900.000 orang dewasa dan menelaah kebiasaan minum teh serta kopi panas dalam kaitannya dengan risiko kanker kerongkongan.

Dalam unggahannya yang dikutip pada Sabtu, 19 September 2026, dr Adam menjelaskan bahwa kategori minuman sangat panas dalam penelitian tersebut memiliki batas suhu tertentu.

“Definisi minuman sangat panas pada penelitian ini adalah diminum saat suhu >65 C. Jenis minuman pada penelitian ini adalah teh dan kopi,” tulis dr Adam.

Artinya, minuman dengan suhu melampaui 65 derajat Celsius patut menjadi perhatian. Teh atau kopi yang masih terasa menyengat di lidah dan menimbulkan sensasi panas kuat sebaiknya tidak langsung diseruput. Menunggu sampai minuman terasa hangat dan lebih nyaman bisa menjadi pilihan yang lebih bijak.

Kebiasaan menikmati minuman hangat tidak harus dihentikan. Hal yang penting adalah membedakan antara hangat yang nyaman dan panas yang berlebihan. Minuman dapat tetap dinikmati setelah dibiarkan beberapa waktu, sehingga suhu tinggi tidak langsung mengenai area mulut dan kerongkongan.

Risiko yang Dikaitkan dengan Teh dan Kopi Sangat Panas

Riset tersebut menemukan hubungan antara konsumsi teh atau kopi yang diminum saat sangat panas dengan peningkatan risiko kanker kerongkongan. Jenis kanker yang disebut mengalami peningkatan dalam kondisi ini adalah kanker sel skuamosa.

“Peningkatan risiko terkena kanker kerongkongan pada orang yang rutin minum teh atau kopi saat suhunya masih sangat panas (>65 C), dibandingkan dengan yang diminumnya saat suhu sudah hangat. Kanker kerongkongan pada kondisi ini yang meningkat adalah kanker sel skuamosa,” katanya.

Temuan itu menyoroti pentingnya cara mengonsumsi minuman, bukan hanya jenis minuman yang dipilih. Seseorang mungkin terbiasa meminum kopi sesaat setelah dibuat atau menyeruput teh ketika uapnya masih banyak terlihat. Kebiasaan tersebut dapat dilakukan berulang kali dalam jangka panjang tanpa disadari, terutama bagi orang yang menjadikan teh atau kopi sebagai bagian rutin dari aktivitas sehari-hari.

Kerongkongan merupakan saluran yang menghubungkan mulut dengan lambung. Karena itu, minuman yang terlalu panas tidak hanya terasa tidak nyaman saat melewati tenggorokan, tetapi juga menjadi paparan panas yang perlu diperhatikan. Menurunkan suhu minuman sebelum diminum merupakan penyesuaian kecil yang mudah diterapkan tanpa harus mengubah pilihan minuman favorit.

Jumlah cangkir juga menjadi perhatian

Selain suhu, frekuensi minum teh atau kopi ikut dibahas dr Adam. Konsumsi lebih dari enam cangkir dalam sehari dikaitkan dengan peningkatan risiko hingga 71 persen. Angka ini menunjukkan bahwa pola minum sehari-hari layak diperhatikan, terutama jika minuman tersebut selalu dikonsumsi dalam keadaan masih sangat panas.

Bagi pencinta kopi atau teh, informasi ini dapat menjadi pengingat untuk tidak hanya menghitung berapa banyak cangkir yang diminum, tetapi juga memperhatikan kapan minuman siap dikonsumsi. Kebiasaan terburu-buru karena ingin segera menikmati aroma kopi atau kehangatan teh dapat diganti dengan memberi jeda singkat sebelum minum.

Menambahkan waktu tunggu juga tidak berarti minuman harus menjadi dingin. Tujuannya ialah membiarkan suhu turun dari kategori sangat panas menuju kondisi hangat yang lebih nyaman. Ketika minuman tidak lagi mengepul berlebihan dan tidak menimbulkan rasa panas tajam di mulut, minuman umumnya lebih enak untuk dinikmati perlahan.

Kebiasaan Sederhana saat Menikmati Minuman Hangat

Perubahan kecil dalam rutinitas dapat membantu membangun kebiasaan minum yang lebih hati-hati. Setelah teh atau kopi diseduh, letakkan cangkir terlebih dahulu dan lakukan aktivitas lain selama beberapa saat. Minuman juga bisa diaduk agar panasnya lebih merata sebelum dicicipi perlahan.

Memeriksa suhu dengan tegukan kecil dapat membantu memastikan minuman sudah tidak terlalu panas. Jika masih terasa membakar lidah atau tenggorokan, sebaiknya tunggu lagi. Tidak ada keharusan untuk menghabiskan minuman selagi panas mengepul, karena menikmati minuman pada suhu yang lebih nyaman tetap dapat memberikan rasa hangat yang diinginkan.

Pesan utamanya sederhana: air hangat, teh, dan kopi tetap bisa menjadi bagian dari keseharian, tetapi jangan dikonsumsi saat suhunya terlalu tinggi. Dengan memperhatikan batas lebih dari 65 derajat Celsius serta frekuensi minum harian, masyarakat dapat lebih sadar terhadap kebiasaan yang tampak sepele namun berkaitan dengan kesehatan kerongkongan.

Frequently Asked Questions

What is Suka Air Hangat Ini Batas Minuman?

Suka Air Hangat Ini Batas Minuman is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Suka Air Hangat Ini Batas Minuman matter?

Suka Air Hangat Ini Batas Minuman matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Linda Moore - eksplorasiindonesia.com

Linda Moore - eksplorasiindonesia.com

Linda Moore adalah blogger lifestyle dan travel yang menulis tentang pengalaman budaya, perjalanan kota, serta kehidupan sehari-hari di destinasi wisata populer. Ia sering membahas bagaimana wisatawan dapat berinteraksi dengan masyarakat lokal melalui kuliner, seni, dan aktivitas budaya.

Linda percaya bahwa perjalanan yang berkesan tidak hanya tentang tempat yang dikunjungi, tetapi juga tentang pengalaman dan koneksi yang tercipta selama perjalanan.