Pilu! Dokter Hewan asal Sikka Korban Penembakan KKB Tinggalkan Anak 5 Tahun
Daftar Isi
Duka di Sikka, Dokter Hewan ASN Tewas Ditembak Saat Bertugas di Jayawijaya
Eksplorasiindonesia.com – Suasana haru menyelimuti rumah keluarga drh Alfonsius Albinus Mehan di Wailiti, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Dokter hewan berusia 35 tahun itu meninggal dunia setelah menjadi korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) ketika menjalankan tugas pelayanan kemanusiaan di Papua Pegunungan.
Keluarga di Maumere kini menunggu kepulangan jenazah almarhum dari Wamena. Kesedihan semakin terasa karena Alfonsius meninggalkan istri serta seorang putra laki-laki yang baru berusia lima tahun. Bagi keluarga, kepergiannya bukan hanya kehilangan seorang aparatur sipil negara, melainkan juga anak, suami, dan ayah yang selama ini dikenal penuh perhatian.
Penembakan saat distribusi bantuan
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 9 September 2026, di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya. Saat insiden berlangsung, Alfonsius dan dua rekannya dari Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya sedang melaksanakan tugas penyaluran bahan pangan serta bibit ternak untuk warga setempat.
Kegiatan itu merupakan bagian dari pelayanan publik yang menyentuh kebutuhan masyarakat di wilayah tugas mereka. Namun, tugas kemanusiaan tersebut berakhir tragis setelah kelompok bersenjata melakukan penembakan. Tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya meninggal dalam kejadian itu.
Selain drh Alfonsius Albinus Mehan, korban lainnya adalah Aprida Rapi berusia 49 tahun dan Willi Mbuik berusia 24 tahun. Ketiganya menjadi korban ketika menjalankan pekerjaan di Distrik Muliama.
Sembilan tahun mengabdi di Wamena
Alfonsius telah mengabdikan diri di Wamena selama kurang lebih sembilan tahun. Jarak yang memisahkannya dari keluarga di Sikka tidak memutus komunikasi dengan sang ibu, Maria Sukartiyam. Di mata keluarganya, ia dikenal sebagai pribadi yang santun, tekun, dan memiliki semangat besar dalam bekerja.
Kabar duka itu pertama kali diterima Maria melalui kerabat keluarga yang berada di Kupang. Sejak saat itu, keluarga harus menghadapi kenyataan pahit sambil menantikan proses pemulangan jenazah ke kampung halaman.
Maria mengenang putranya sebagai sosok yang tetap memikirkan orang lain hingga menjelang akhir hidupnya. Perhatian Alfonsius, kata keluarga, juga tertuju kepada masyarakat Flores yang terdampak bencana dan membutuhkan bantuan.
Mendiang ini anak yang sangat baik dan rajin bekerja. Bahkan sebelum gugur, masih sempat memikirkan dan memastikan penyaluran bantuan untuk masyarakat Flores yang terdampak bencana.
Ucapan Maria pada Jumat, 11 September 2026, menggambarkan duka seorang ibu yang kehilangan anaknya saat menjalankan pengabdian. Bagi keluarga, kenangan tentang Alfonsius melekat pada sikapnya yang rajin bekerja dan tetap menjaga hubungan dengan rumah meskipun bertugas jauh dari Sikka.
Pemulangan jenazah dilakukan bertahap
Jenazah drh Alfonsius dijadwalkan diberangkatkan dari Wamena menuju Makassar pada Jumat, 11 September 2026, pukul 11.00 WIT. Setelah disemayamkan selama satu malam di Makassar, perjalanan akan diteruskan ke Labuan Bajo.
Dari Labuan Bajo, jenazah kemudian dibawa menuju Maumere, Kabupaten Sikka. Tahapan perjalanan tersebut dilakukan agar almarhum dapat kembali ke tanah kelahirannya dan disambut keluarga yang telah menunggu di rumah duka.
Proses pemulangan ini menjadi perhatian keluarga dan masyarakat setempat karena Alfonsius merupakan warga Sikka yang telah lama menjalankan tugas sebagai ASN di Papua Pegunungan. Kepulangannya ke Maumere akan menjadi momen perpisahan terakhir bagi orang-orang terdekatnya.
Pemkab Sikka kecam kekerasan terhadap petugas kemanusiaan
Tragedi di Distrik Muliama juga memunculkan reaksi dari Pemerintah Kabupaten Sikka. Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menyampaikan kecaman atas penembakan yang menimpa petugas pelayanan publik tersebut.
Pemerintah daerah menilai kekerasan terhadap ASN yang sedang menyalurkan bantuan dan bibit ternak merupakan tindakan brutal. Penanganan persoalan keamanan di Papua, termasuk pengusutan atas penembakan ini, dinilai perlu dilakukan secara tegas oleh negara.
Pemerintah Kabupaten Sikka mengecam keras aksi penembakan ini. Kami meminta negara mengambil langkah tegas untuk mengusut serta menyelesaikan penanganan kekerasan bersenjata di Papua.
Pernyataan Bupati Juventus menegaskan bahwa para korban sedang menjalankan tugas yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat. Penyaluran pangan dan bibit ternak merupakan kegiatan pelayanan yang bertujuan mendukung kebutuhan warga, sehingga penembakan tersebut meninggalkan dampak kemanusiaan yang besar.
Di Sikka, duka keluarga Alfonsius menjadi gambaran kehilangan yang dirasakan setelah insiden ini. Seorang dokter hewan yang bertugas jauh dari rumah, mengabdi hampir sembilan tahun di Wamena, kini pulang dalam keadaan tak bernyawa. Ia meninggalkan seorang istri, anak berusia lima tahun, ibu, dan keluarga besar yang menanti kepulangannya ke Maumere.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Pilu Dokter Hewan asal Sikka Korban?
Pilu Dokter Hewan asal Sikka Korban is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Pilu Dokter Hewan asal Sikka Korban matter?
Pilu Dokter Hewan asal Sikka Korban matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.