Kebijakan Baru: Menkomdigi ingatkan penerapan WFH tidak boleh ganggu layanan publik

167312ca 7f28 472a ad72 8c905daaf1c4 0

Menkomdigi Ingatkan Penerapan WFH Tidak Boleh Ganggu Layanan Publik

Jakarta – Dalam apel pagi di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital, mengingatkan bahwa kebijakan Work From Home (WFH) setiap Jumat harus dijaga agar tidak mengurangi kualitas dan kecepatan pelayanan publik. Menurutnya, kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi budaya kerja pemerintah guna meningkatkan efisiensi serta pemanfaatan teknologi digital.

“WFH bukanlah tambahan hari libur. Kebijakan ini harus menjaga efektivitas, produktivitas, serta kecepatan layanan pemerintah,” ujar Meutya.

Meutya menekankan bahwa perubahan pola kerja harus diimbangi dengan hasil kerja yang tetap terukur. Dalam penjelasannya, kebijakan ini bertujuan mengurangi aktivitas perjalanan dan meningkatkan efisiensi dalam operasional, seperti pembatasan kunjungan dinas dan penggunaan kendaraan dinas, serta penyesuaian anggaran menuju program prioritas nasional.

Sebagai kementerian yang memimpin transformasi digital nasional, Meutya Hafid menekankan bahwa Kemkomdigi wajib menjadi contoh dalam menerapkan kerja fleksibel yang berbasis teknologi. “Kita justru harus menjadi contoh utama bahwa bekerja di luar kantor secara daring tetap dapat memberikan hasil yang maksimal dan juga terukur,” ujar Meutya.

Selain itu, Menkomdigi menyatakan bahwa tantangan dunia internasional mengharuskan seluruh staf tetap disiplin dan konsentrasi dalam menjalankan tugas. Ia meminta pegawai mempertahankan produktivitas serta meningkatkan kerja sama. “Kita harus tetap fokus, tenang, dan saling bahu-membahu. Kondisi yang dihadapi masyarakat saat ini bukan hal mudah,” tambahnya.

Meutya juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang kuat dan komunikasi internal yang selaras, agar kebijakan ini bisa dijalankan secara efektif di semua lini organisasi. “Jika semangat di tingkat pimpinan berbeda dengan semangat di tingkat bawah, kita akan mengalami kesulitan,” tegas Meutya.