Latest Program: Anak di Bawah Umur Dilarang Live TikTok, Ini Aturannya!
Anak di Bawah Umur Dilarang Live TikTok, Ini Aturannya!
Latest Program - JAKARTA - Platform media sosial TikTok, yang telah menjadi sarana utama untuk berinteraksi secara langsung dengan audiens, kini menerapkan aturan baru terkait usia pengguna. Fitur Live, yang memungkinkan pengguna membagikan konten secara real-time, hanya bisa diakses oleh individu yang mencapai usia 18 tahun. Hal ini memicu perdebatan antara orang tua dan pengguna muda, terutama setelah seorang anak kecil terlibat dalam siaran langsung yang memperlihatkan paparan komentar negatif.
Aturan Usia untuk Fitur LIVE
Menurut ketentuan resmi TikTok, pengguna yang ingin mengaktifkan fitur Live harus memenuhi syarat usia minimum 18 tahun. Perusahaan menegaskan bahwa ini dilakukan sebagai upaya melindungi anak-anak dari berbagai risiko seperti perundungan siber, eksploitasi, dan konten yang tidak sesuai dengan perkembangan usia mereka. Verifikasi usia dilakukan melalui beberapa cara, termasuk pemeriksaan identitas formal, foto selfie, atau teknologi pengestimasi usia yang diintegrasikan ke dalam sistem platform.
Dalam panduan komunitasnya, TikTok secara tegas menyatakan bahwa hanya akun yang dimiliki oleh pengguna berusia 18 tahun ke atas yang diperbolehkan menjadi host Live. Jika sistem mendeteksi bahwa akun yang digunakan oleh anak di bawah umur, akses ke fitur tersebut akan ditutup atau dibatasi. Meski demikian, kebijakan ini tidak sepenuhnya menghentikan anak-anak dari terlibat dalam siaran langsung, selama mereka tetap di bawah pengawasan orang dewasa.
Contoh yang Menjadi Sorotan
Aturan ini sempat memicu perhatian publik setelah adanya kejadian di mana anak kecil terlibat dalam siaran Live yang menarik banyak komentar dari audiens. Salah satu contoh terbaru adalah saat putri pertama Ruben Onsu, Thalia Putri Onsu, tampil dalam Live TikTok. Ia didampingi oleh Joe Octavianus, yang merupakan suami dari Sarwendah, adik Ruben. Momen tersebut menjadi sorotan karena Thalia terpapar komentar netizen yang dianggap tidak sesuai dengan usia anaknya.
"Saya mengenal anak saya sejak lahir. Karena itu, menurut saya, membiarkan atau memberikan kesempatan kepada anak di bawah umur untuk melakukan Live dan membaca komentar yang tidak terkontrol sama saja dengan merusak mata, hati, dan pola pikir mereka," tulis Ruben Onsu, dikutip Rabu (10/6/2026).
Ruben mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak negatif yang mungkin terjadi pada anak-anak selama mengikuti siaran langsung. Menurutnya, usia dini sangat rentan terhadap pengaruh dari komentar dan opini yang diberikan oleh pengguna internet dewasa. Ia juga menyatakan bahwa lingkungan digital yang saat ini dikelola oleh orang tua atau pengguna dewasa perlu lebih diperhatikan, karena bisa berdampak besar terhadap perkembangan karakter anak.
Langkah Pemerintah Indonesia
Seiring dengan kebijakan TikTok, pemerintah Indonesia juga terus meningkatkan perlindungan anak di ruang digital. Regulasi terbaru yang diumumkan mengatur pembatasan akses ke platform media sosial tertentu, terutama yang memiliki risiko tinggi bagi pengguna muda. Langkah ini bertujuan menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi anak-anak.
Persyaratan TikTok sendiri mencakup tidak hanya usia pengguna, tetapi juga verifikasi identitas yang lebih ketat. Akun milik anak di bawah umur tidak diperbolehkan mengakses fitur Live secara mandiri. Jika sistem mendeteksi adanya penyalahgunaan akun oleh pengguna yang belum mencapai syarat usia, akses ke Live akan dibatasi atau ditutup. Keputusan ini berlaku mulai saat ini dan menjadi bagian dari kebijakan perlindungan pengguna muda di platform tersebut.
Risiko yang Diantisipasi
Kebijakan TikTok berdasarkan prinsip bahwa anak-anak masih dalam fase perkembangan mental dan emosional. Oleh karena itu, mereka lebih rentan terhadap pengaruh dari komentar negatif, komentar cemburu, atau konten yang memicu emosi negatif. Berbagai risiko ini, seperti paparan terhadap pemerkosaan digital atau penggunaan akun untuk kegiatan yang tidak seharusnya, menjadi alasan utama penerapan batasan usia.
TikTok juga memperjelas bahwa fitur Live tidak hanya melibatkan siaran, tetapi juga interaksi langsung dengan penonton. Ini bisa menciptakan lingkungan yang mempercepat pembentukan pola pikir anak, terutama jika mereka terbiasa berhadapan dengan komentar dari audiens dewasa. Dengan kebijakan ini, platform berharap bisa mengurangi risiko anak-anak terpapar informasi yang mungkin merusak atau memengaruhi kehidupan mereka.
Terlepas dari aturan yang sudah diterapkan, masih ada perdebatan mengenai penerapan kebijakan tersebut. Beberapa orang berargumen bahwa anak-anak seharusnya diberikan kesempatan untuk berinteraksi secara langsung, selama orang tua tetap melakukan pengawasan. Namun, TikTok mempertahankan kebijakannya, dengan alasan bahwa usia pemilik akun menjadi faktor penting dalam menentukan keamanan dan kualitas siaran.
Sebagai respons terhadap isu ini, pemerintah Indonesia melalui regulasi terbaru juga berupaya memperketat perlindungan anak di platform digital. Pihak berwenang menegaskan bahwa peningkatan batasan akses ke media sosial akan dilakukan secara bertahap, sesuai dengan tingkat risiko yang ditimbulkan oleh fitur tersebut. Dengan demikian, TikTok dan pemerintah berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi anak-anak dalam mengakses teknologi.
Dengan menerapkan aturan usia minimum 18 tahun untuk fitur Live, TikTok memperkuat upayanya dalam melindungi pengguna muda. Hal ini sejalan dengan kebijakan internasional yang mengatur batasan usia untuk konten digital. Meski demikian, kebijakan tersebut tidak sepenuhnya menghilangkan risiko, karena anak-anak masih bisa terpapar konten melalui orang dewasa yang mengelola akun mereka.
Langkah ini diharapkan bisa mendorong lebih banyak orang tua untuk memantau aktivitas anak di platform digital. Dengan demikian, siaran langsung akan menjadi alat yang lebih aman, terutama bagi usia di bawah 18 tahun. TikTok menegaskan bahwa mereka terus meningkatkan sistem verifikasi dan pendidikan pengguna untuk memastikan aturan ini berjalan efektif.