Visit Agenda: Teriakan Maling Gagalkan Pencurian Motor di Permakaman Sidoarjo, Pelaku Ditangkap Warga
Teriakan Pemilik Motor Berhasil Gagalkan Aksi Curas di Permakaman Sidoarjo, Pelaku Dibekuk Warga
Visit Agenda – Pencurian sepeda motor di area permakaman warga Perumtas III, Desa Kepuh Kemiri, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, berhasil dihentikan oleh warga setelah teriakan korban mengundang reaksi cepat dari masyarakat sekitar. Seorang pelaku yang sedang membawa kabur kendaraan milik korban ditangkap oleh warga saat berusaha melarikan diri. Berdasarkan informasi yang diperoleh, pelaku berinisial S (39), warga Kabupaten Pasuruan, ditangkap pada Rabu (17/6/2026) sore. Setelah itu, pelaku diserahkan ke Polsek Tulangan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Deteksi Awal dan Reaksi Cepat Warga
Korban, SAM (57), warga Desa Kepuh Kemiri, melaporkan kehilangan motor saat sedang melakukan aktivitas pertanian di sawah. Ia memarkir kendaraannya di area permakaman Perumtas III, namun kunci kontak motor ternyata masih tertinggal. Karena kejadian terjadi di tengah malam, kondisi lingkungan sekitar tampak sepi dan tidak terawasi. Sekitar 30 menit kemudian, seorang saksi bernama Kasim (56) menemui korban dan mengatakan bahwa motornya telah dibawa ke arah barat oleh seseorang.
Korban langsung mendatangi lokasi parkir dan menemukan kendaraannya telah hilang. Ia segera berteriak meminta bantuan warga untuk mengejar pelaku. Teriakan tersebut memicu respons cepat dari warga sekitar yang langsung bergerak untuk menangkap pelaku sebelum ia bisa kabur ke lokasi lain. Tindakan warga terbukti efektif, karena pelaku berhasil diamankan bersama barang bukti sebelum melarikan diri.
“Benar, telah terjadi tindak pidana pencurian sepeda motor di wilayah Desa Kepuh Kemiri. Berkat kesigapan warga yang segera melakukan pengejaran setelah mendengar teriakan korban, pelaku berhasil diamankan berikut barang buktinya,” ujar AKP Rizky Wahyu Prabowo, Kapolsek Tulangan, dikutip dari iNews Sidoarjo, Jumat (19/6/2026).
Pasca menangkap pelaku, polisi langsung menuju ke lokasi untuk memastikan keamanan dan mengambil barang bukti. Dalam proses tersebut, mereka mengamankan satu unit sepeda motor matik berwarna merah, kunci kontak berbentuk letter T, serta dokumen STNK milik korban. Selain itu, empat lembar fotokopi BPKB juga disita sebagai bukti kejahatan. Kapolsek menjelaskan bahwa barang bukti tersebut sangat penting untuk menelusuri jalur dan alat yang digunakan pelaku dalam aksinya.
Kapolsek Tulangan mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat meninggalkan kendaraan di tempat terbuka. “Kami mengingatkan warga untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat meninggalkan motor atau mobil. Pastikan kendaraan dalam kondisi terkunci dan kunci kontak tidak tertinggal agar tidak memberikan kesempatan kepada pelaku kejahatan,” katanya. Pernyataan tersebut diungkapkan dalam wawancara dengan iNews Sidoarjo, Jumat (19/6/2026).
Proses Penangkapan dan Keterangan Pelaku
Pelaku, S, ditangkap setelah berusaha melarikan diri dari tempat kejadian. Warga memastikan bahwa ia tidak bisa kabur lebih jauh karena respons cepat mereka. Setelah diamankan, S diserahkan ke Polsek Tulangan untuk diperiksa dan dikenai tindakan hukum. Kapolsek menyebutkan bahwa proses tersebut tidak terlalu rumit karena pelaku langsung menyerahkan diri.
Menurut keterangan polisi, aksi pencurian berawal ketika S memanfaatkan keadaan sepi di area permakaman untuk mencuri motor korban. Ia memperhatikan korban tidak memperhatikan lingkungannya dan langsung membawa kabur kendaraan tersebut. Karena korban baru menyadari kehilangan motor setelah beberapa menit, warga segera melakukan pengejaran. Teriakan korban menjadi peluit awal bagi masyarakat untuk bertindak.
Dalam kejadian tersebut, korban sempat terkejut dan bingung karena motor miliknya hilang begitu saja. Ia memperhatikan bahwa kunci kontak motor masih tertinggal di area permakaman, yang menjadi celah bagi pelaku. Selain itu, lingkungan permakaman yang cukup terbuka dan minim pengawasan memudahkan aksi pencurian. Kapolsek menegaskan bahwa hal ini menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap area yang biasanya dianggap aman.
Penekanan pada Kesigapan Masyarakat
Peristiwa ini menjadi contoh bagaimana kepedulian warga sekitar dapat menjadi penjagaan tambahan bagi kepolisian. Kapolsek Tulangan mengakui peran aktif masyarakat dalam menghentikan tindak kejahatan. “Warga tidak hanya membantu menangkap pelaku, tetapi juga mengamankan barang bukti. Ini menunjukkan bahwa kewaspadaan bersama bisa memberikan hasil yang signifikan,” ujarnya.
Pelaku, S, ditahan di Polsek Tulangan untuk diperiksa lebih lanjut. Dalam pemeriksaan, polisi mengungkapkan bahwa ia menggunakan kunci kontak yang ditinggalkan korban untuk membuka motor. Hal ini menunjukkan bahwa kunci kontak menjadi titik lemah dalam pengamanan kendaraan. Kapolsek juga menambahkan bahwa polisi masih menelusuri lebih lanjut mengenai alasan S memilih area permakaman sebagai lokasi pencurian.
Kejadian ini menekankan pentingnya kesadaran warga tentang keamanan lingkungan sekitar. Kapolsek merekomendasikan masyarakat untuk memastikan kunci kontak tidak tertinggal, terutama saat berada di tempat yang tidak terawasi. “Dengan memperhatikan hal-hal kecil seperti kunci kontak, kita bisa mencegah aksi kejahatan yang lebih besar,” katanya. Diharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali karena warga semakin sigap dalam merespons situasi krisis.
Pencurian sepeda motor di permakaman Sidoarjo menunjukkan bahwa tempat yang dianggap aman bisa menjadi target kejahatan jika kurang diawasi. Dengan adanya respons warga yang cepat, kasus ini berakhir sebelum melibatkan lebih banyak korban. Polisi berharap masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan, karena kejahatan bisa terjadi di mana saja, bahkan di tempat-tempat yang tidak terduga.
