Strategi Penting: Bukan PHK, Survei Sebut AI Bakal Perbanyak Lowongan Kerja
Bukan PHK, Survei Sebut AI Bakal Perbanyak Lowongan Kerja
Analisis ECB: AI Justru Meningkatkan Peluang Pekerjaan
Kompas.com – Tren penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) di berbagai perusahaan semakin mengkhawatirkan sejumlah pihak karena dianggap bisa mengurangi jumlah posisi kerja. Namun, menurut laporan survei dari Bank Sentral Eropa (ECB), pengadopsian AI justru mungkin berdampak positif dengan menciptakan lebih banyak peluang pekerjaan. Survei yang disebut “Akses ke Pembiayaan Perusahaan” menunjukkan bahwa investasi dalam AI belum menyebabkan penggantian pekerja secara signifikan.
Sementara itu, beberapa perusahaan di Amerika Serikat (AS) telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat penggunaan AI. Contohnya, Amazon yang telah menggantikan sejumlah pekerja dengan sistem otomatis. Meski demikian, ECB menemukan bahwa perusahaan yang berinvestasi di bidang ini cenderung lebih aktif merekrut karyawan baru, terutama untuk mengembangkan teknologi dan menjaga operasional produksi mereka.
“Perusahaan yang intens menggunakan AI cenderung lebih banyak merekrut staf daripada memecat karyawan,” tulis Laura Lebastard dan David Sondermann, dua ekonom ECB, dalam laman resmi mereka, seperti dilansir Reuters dan ECB, Kamis (5/3/2026).
Survei ECB melibatkan 5.000 responden perusahaan di Eropa, dengan dua pertiga di antaranya mengatakan bahwa karyawan mereka sudah mengoperasikan AI. Studi terbaru dari Institut Ifo menyebutkan bahwa lebih dari seperempat perusahaan Jerman memperkirakan AI akan menyebabkan PHK dalam lima tahun ke depan. Meski begitu, penelitian ECB menunjukkan bahwa penghentian rekrutmen akibat investasi AI tidak terjadi dalam jangka waktu satu tahun mendatang.
Bahkan, perusahaan yang berencana mengadopsi AI dinilai memiliki harapan lebih baik terhadap pertumbuhan lapangan kerja di masa depan. Hal ini berlaku meskipun ekspektasi investasi secara keseluruhan sudah dipertimbangkan. ECB menyatakan bahwa temuan survei mereka bisa berubah dalam periode waktu yang berbeda, tergantung pada kecepatan adopsi teknologi dan perubahan struktur industri.
