Visit Agenda: Prabowo lantik Hasan Nasbi sebagai penasihat khusus bidang komunikasi
Prabowo Lantik Hasan Nasbi Sebagai Penasihat Khusus Bidang Komunikasi
Jakarta, Senin—Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi melantik Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Komunikasi dalam acara pelantikan sejumlah pejabat negara di Istana Negara, Jakarta. Upacara ini diadakan pada hari Senin, dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 53 P Tahun 2026 menjadi dasar pengangkatan Hasan Nasbi. Dokumen tersebut ditandatangani oleh Presiden RI pada 27 April 2026, dan secara resmi mengamanatkan tugas khusus kepada Hasan dalam bidang komunikasi pemerintahan.
Prosesi Pelantikan Berlangsung Lancar
Pelantikan Hasan Nasbi diawali dengan pengambilan sumpah jabatan, yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo. Dalam ritual ini, Hasan menegaskan komitmennya terhadap konstitusi dan prinsip pemerintahan. “Demi Allah, saya bersumpah akan tetap setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan tulus demi kemanfaatan bangsa dan negara. Saya juga berjanji menjalankan tugas jabatan dengan menjunjung tinggi etika, bekerja secara optimal, dan bertanggung jawab penuh,” ujar Hasan Nasbi dalam pidato sumpahnya, yang dibacakan di hadapan para pejabat yang dilantik.
“Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab,”
Setelah mengucapkan sumpah, Hasan Nasbi kemudian menandatangani berita acara pelantikan, menandai pengambilan jabatan resmi. Prosesi selanjutnya dilanjutkan dengan pengalungan bendera merah putih dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai simbol kebanggaan dan kesatuan. Setelahnya, Presiden Prabowo memberikan sambutan selamat kepada Hasan Nasbi serta istrinya. Ucapan yang sama juga disampaikan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang menekankan pentingnya peran Hasan dalam memperkuat komunikasi pemerintah.
Jajaran Pejabat Negara Memberikan Dukungan
Dalam acara tersebut, sejumlah pejabat lainnya turut dilantik, termasuk Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina, Jumur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup, dan Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan. Setiap pejabat yang dilantik menerima penghargaan dari Presiden Prabowo serta sesama pejabat yang hadir.
Sejumlah nama pejabat yang diangkat juga menarik perhatian karena terkait dengan latar belakang mereka. Misalnya, Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, yang sebelumnya terlibat dalam beberapa isu kontroversial, kini diberikan tanggung jawab penting dalam mendukung komunikasi kebijakan pemerintah. Sementara itu, Abdul Kadir Karding, yang memiliki pengalaman di bidang kesehatan dan logistik, akan memimpin Badan Karantina dengan visi meningkatkan sistem pengendalian penyakit dan keamanan makanan. Jumur Hidayat, sebagai Menteri Lingkungan Hidup, diharapkan mampu memperkuat upaya pemerintah dalam menjaga kelestarian ekosistem dan menangani isu lingkungan yang semakin kompleks.
Hasan Nasbi: Figur yang Pernah Mengarahkan Komunikasi Kepresidenan
Hasan Nasbi, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), memiliki pengalaman nyata dalam mengelola komunikasi publik. Dalam peran tersebut, ia berperan aktif dalam menyampaikan visi kebijakan pemerintah kepada masyarakat, terutama selama masa pemerintahan sebelumnya. Keberadaan Hasan kini dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat koordinasi dan konsistensi dalam menyampaikan pesan kepresidenan.
Kehadiran Hasan Nasbi juga menimbulkan respons dari para pejabat yang terlibat dalam acara. Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan sejumlah menteri kabinet lainnya turut memberikan apresiasi. Di antara mereka, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menyatakan bahwa pelantikan ini menunjukkan kepercayaan pemerintah terhadap kualifikasi Hasan dalam mengelola isu-isu publik. Sementara itu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto serta Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo juga menyampaikan dukungan, mengingat komunikasi yang efektif menjadi bagian dari keberhasilan tugas keamanan nasional.
Keluarga Pejabat dan Akademisi Juga Terlibat
Dalam jajaran pejabat yang dilantik, terdapat beberapa nama yang memiliki hubungan kekeluargaan, termasuk anggota keluarga mantan pejabat penting. Selain itu, ada juga nama Rocky Gerung, seorang akademisi yang dikenal aktif dalam diskusi politik. Kehadirannya dalam acara pelantikan menunjukkan peran aktif para intelektual dalam menyumbangkan ide-ide strategis kebijakan kepada pemerintah.
Kepresidenan Prabowo Subianto tampaknya berupaya membangun tim yang meliputi berbagai latar belakang, baik dari kalangan militer, politik, maupun akademisi. Hasan Nasbi, sebagai mantan pejabat di lingkungan PCO, dianggap mampu menyatukan komunikasi antara pemerintah dan publik. Hal ini penting dalam era digital, di mana informasi dapat menyebar dengan cepat dan memengaruhi opini masyarakat. Dengan adanya Hasan Nasbi, pemerintah diharapkan dapat merespons berbagai isu dengan lebih cepat dan efektif.
Pelantikan Hasan Nasbi tidak hanya menjadi bagian dari penyesuaian struktur pemerintahan, tetapi juga menunjukkan komitmen untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penyampaikan kebijakan. Prosesi yang dilakukan di Istana Negara mencerminkan keberimbangan dalam memilih figur yang tepat untuk posisi penting. Selain itu, kehadiran para pejabat seperti Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menambah dinamika dalam pengelolaan tugas-tugas pemerintahan.
Kehadiran pejabat baru ini sekaligus mengakhiri masa transisi yang berlangsung sejak akhir pemerintahan sebelumnya. Pelantikan yang diadakan pada hari Senin dianggap sebagai tanda perubahan kritis dalam sistem komunikasi pemerintahan. Dengan pengangkatan Hasan Nasbi dan pejabat lainnya, pemerintah diharapkan dapat menjalankan kebijakan dengan lebih koheren dan terarah, terutama dalam menghadapi tantangan yang kompleks di berbagai sektor.
Sebagai bagian dari upacara pelantikan, para pejabat yang baru dilantik juga memberikan sambutan dan harapan mereka terhadap tugas yang diamanatkan. Mengingat peran komunikasi dalam membangun kepercayaan publik, Hasan Nasbi diharapkan mampu menjadi jembatan yang efektif antara institusi pemerintah dan masyarakat. Prosesi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kelembagaan dan kinerja pemerintahan di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.
