Yang Dibahas: Mendagri: Semua Akses Jalan Nasional di Aceh Hingga Sumbar Sudah Pulih

fe8b6f9c 3f4b 45cb 9087 cd2608e4e9b3 0

Tito Pastikan Kehidupan Normal Masyarakat di Wilayah Terdampak Bencana

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, memastikan bahwa masyarakat di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dapat kembali menjalani kehidupan normal seiring berkurangnya jumlah pengungsi. Ia menyatakan bahwa semua akses jalan di ketiga daerah tersebut telah pulih dan berfungsi dengan baik, memungkinkan mobilitas antarwilayah utama berjalan lancar.

“Jalan darat ini ada jalan nasional, ada jalan provinsi, kabupaten-kota, jalan desa, dan juga ada jembatan-jembatan,” jelasnya dalam Konferensi Pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Jakarta pada Rabu (11/2).

Tito juga menegaskan bahwa ketersediaan kebutuhan vital masyarakat, serta pemulihan aktivitas ekonomi antar daerah, telah membaik. Ia menambahkan, akses jalan nasional umumnya sudah terhubung semua, termasuk jalan desa.

“Akses jalan nasional umumnya sudah terhubung semua. Dan juga jalan desa,” ungkapnya.

Dalam pernyataan lebih lanjut, Tito menyebut bahwa pemerintah pusat telah melakukan mobilisasi nasional untuk menangani dampak bencana, yang melibatkan TNI, Polri, kementerian/lembaga, serta seluruh unsur pemerintah daerah (Pemda).

“Kemudian kami melakukan cross-checking kepada semua bupati dan wali kota yang dihadiri oleh gubernur atau wakil gubernur, dan juga harus dipengecekan kita di lapangan,” kata Tito.

Tito menyampaikan progres pembangunan jembatan di wilayah terdampak bencana, yang kini telah berfungsi kembali dan menghubungkan akses daerah. Ia menjelaskan bahwa banyak jembatan sudah fungsional, baik yang sementara maupun permanen.

“Banyak yang fungsional, ada yang menggunakan jembatan. Jembatan sementara bailey, jembatan armco, atau jembatan lain,” katanya.

Sebelumnya, Tito menyatakan bahwa proses normalisasi penuh di wilayah terdampak bencana di Sumatera diperkirakan memerlukan waktu dua hingga tiga tahun. Ia menjelaskan bahwa normalisasi penuh mencakup pembangunan infrastruktur secara permanen, seperti jalan, jembatan, dan sungai, yang membutuhkan waktu lama karena skala kerusakan yang cukup luas.

“Normalisasi penuh saya sampaikan mungkin kira-kira 2-3 tahun. Kenapa? Karena memang mengeruknya, termasuk tadi jalan-jalan yang kabupaten, jalan provinsi, ini mengerjakannya kan sangat banyak ruas yang kena untuk dipermanenkan,” kata Tito usai konferensi pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (11/2).

Meski demikian, Tito juga mengungkapkan bahwa kondisi fungsional di daerah terdampak bencana memungkinkan pemulihan dalam waktu relatif singkat, terutama jika pembersihan lumpur hingga pembukaan akses dasar dilakukan secara masif.

“Dua bulan juga normal kalau kita genjot masalah lumpurnya,” ujar Tito.