Program Terbaru: Wali Kota Jambi Tinjau Drainase, Antisipasi Banjir Saat Musim Hujan
Wali Kota Jambi Tinjau Drainase, Antisipasi Banjir Saat Musim Hujan
Pada hari Ahad, Maulana, Walikota Jambi, melakukan inspeksi langsung terhadap sistem drainase di permukiman warga sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana. Tindakan ini bertujuan memastikan saluran air berfungsi optimal, terutama menjelang musim hujan yang diprediksi meningkatkan intensitas curah hujan di Kota Jambi.
Kunjungan ke RT 21, Cempaka Putih, Jelutung, menjadi kesempatan untuk berdialog langsung dengan masyarakat. Warga mengungkapkan keluhan terkait saluran drainase yang dianggap kurang efektif, menyebabkan genangan saat hujan deras. Hasil peninjauan menunjukkan penyumbatan di beberapa titik akibat penumpukan sedimen dan sampah, yang menghambat aliran air.
Dalam upaya menormalisasi drainase, Pemerintah Kota Jambi akan fokus pada pembersihan saluran yang tersumbat. Sebagian bisa dilakukan secara manual oleh petugas, sementara saluran dengan penumpukan sedimen tebal memerlukan alat berat. Langkah ini diharapkan mengembalikan fungsi drainase dan mengurangi risiko banjir di daerah padat penduduk.
“Beberapa saluran bisa dibersihkan manual, tetapi saluran yang parah butuh bantuan alat berat agar normalisasi berjalan maksimal,” ujar Wali Kota Maulana.
Keluhan warga juga menyoroti keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di dekat saluran air. Hal ini mendorong Pemerintah Kota Jambi mengambil langkah untuk meningkatkan pengelolaan sampah. Sebanyak 20 unit armada pengangkut sampah akan ditambahkan pada April mendatang guna memperkuat kapasitas pengelolaan.
Selain itu, pabrik pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talang Gulo, Kota Baru, dijadwalkan diresmikan Mei atau Juni. Fasilitas ini diharapkan meningkatkan efisiensi pengolahan limbah serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Kota Jambi juga menerima 50 unit program Bedah Rumah Baznas Kota Jambi dari Baznas RI untuk mendukung keluarga kurang mampu.
Pemerintah Kota lain seperti Semarang, Banjarmasin, dan Pangkalpinang juga mengambil langkah serupa. Semarang meluncurkan gerakan Bersih Sungai Jaten, Banjarmasin mengintegrasikan sistem drainase dan normalisasi sungai, sementara Pangkalpinang memprioritaskan perbaikan saluran air untuk mengatasi banjir ekstrem.
Dengan antisipasi dini dan tindakan konkret, Pemerintah Kota Jambi berkomitmen memastikan kenyamanan warga saat musim hujan tiba. Penyumbatan drainase dan pengelolaan sampah yang lebih baik menjadi dua fokus utama untuk mengurangi dampak genangan air.
