Topics Covered: Kejagung: Sony Sonjaya Tak Bisa Jadi Justice Collaborator jika Pelaku Utama Korupsi MBG
Kejagung: Sony Sonjaya Tak Bisa Jadi Justice Collaborator Jika Dianggap Pelaku Utama Korupsi MBG
Topics Covered – JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) masih mengevaluasi permohonan status Justice Collaborator (JC) yang diajukan oleh mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, dalam kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini, tim penyidik belum memutuskan apakah Sony layak diberikan status tersebut atau tidak. Penjelasan lebih lanjut diberikan oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, yang menyatakan bahwa peran Sony dalam kasus MBG akan menjadi kunci untuk menentukan pemberian JC. "Jika Sony dianggap pelaku utama, maka permohonannya tidak akan diterima," tegas Anang, dikutip pada hari Minggu (14/6/2026).
Evaluasi Peran Sony dalam Kasus MBG
Anang Supriatna menegaskan bahwa penyidik akan memeriksa sejauh mana Sony Sonjaya terlibat langsung dalam kegiatan korupsi. "Status JC hanya diberikan jika individu tersebut dianggap sebagai pelaku kunci dalam penyelidikan. Kalau Sony justru menjadi pelaku utama, maka status itu mungkin tak bisa diberikan," jelasnya. Menurutnya, keputusan akan diambil setelah penyidik memperoleh bukti-bukti yang memadai. "Pemeriksaan Sony masih dalam proses, dan kami akan menunggu hasilnya sebelum menentukan apakah ia layak menjadi JC," tambah Anang.
"Kalau dia pelaku utama, kita tidak bisa mengabulkan. Bisa membuka yang lebih besar nggak? Lah kalau dia pelaku utamanya bagaimana mau membuka?"
Di sisi lain, pihak kuasa hukum Sony Sonjaya, Krisna Murti, mengatakan bahwa kliennya memperoleh akses luas terhadap proses pengadaan barang dan jasa MBG. "Klien kami akan mengungkap detail pengadaan seperti motor, IT, tablet, serta kaus kaki melalui status JC," ujarnya. Krisna juga memperkuat bahwa Sony Sonjaya bersedia berbagi informasi, meski status tersebut bisa menjadi alasan untuk membongkar lebih banyak fakta. Topics Covered menyoroti bahwa pemberian JC tetap bergantung pada tanggung jawab Sony dalam kasus ini.
Persiapan Pemeriksaan dan Pernyataan Hukum
Dalam rangka memperjelas peran Sony, Kejagung akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dalam pekan depan. "Pemeriksaan Sony Sonjaya direncanakan berlangsung minggu depan, meski jadwal pastinya belum diumumkan," tambah Anang. Topics Covered mencakup bahwa pihak penyidik sedang mengumpulkan data dari Sony untuk mengevaluasi kemungkinan pemberian JC. Krisna Murti juga menyampaikan bahwa kliennya akan memberikan keterangan terperinci dalam pemeriksaan nanti, termasuk proses tender yang menjadi fokus utama kasus MBG.
"Yang akan lebih besar lagi di dalam pemeriksaan besok bahwa klien kami akan mengungkap bagaimana proses daripada tender seperti motor, lalu IT, kemudian tablet, serta pengadaan kaus kaki dan sebagainya,"
Krisna menekankan bahwa pemberian status JC bisa menjadi cara untuk mempercepat proses penyelidikan. "Sony Sonjaya memiliki posisi yang strategis untuk membuka detail kegiatan korupsi yang selama ini tersembunyi," jelasnya. Topics Covered menyoroti bahwa jika Sony terbukti sebagai pelaku utama, ia mungkin tidak akan diberi status JC. Namun, jika ia berperan sebagai pelaku kunci, status tersebut bisa membantu memperjelas fakta-fakta yang belum terungkap.
Pengaruh Status JC dalam Kasus Korupsi
Status Justice Collaborator dalam kasus korupsi memiliki pengaruh besar karena memungkinkan seseorang yang terlibat pidana mengungkap fakta secara bebas. Topics Covered menyebutkan bahwa Sony Sonjaya bisa menjadi saksi yang berperan krusial jika diberi status JC. Namun, jika ia dianggap sebagai pelaku utama, maka JC bisa menjadi alasan untuk mengabaikan permohonannya. Anang Supriatna mengingatkan bahwa keputusan final akan diberikan setelah semua bukti terkumpul. "Penyidik akan memastikan apakah Sony layak diberikan status JC atau tidak," katanya.
Topics Covered juga menyoroti bahwa Sony Sonjaya adalah bagian dari tim BGN yang terlibat dalam pengadaan barang dan jasa MBG. Jika ia diberi status JC, ia bisa menjadi saksi yang memberikan informasi transparan. Namun, jika ia dianggap sebagai pelaku utama, maka status JC bisa menjadi penghargaan untuk kegiatan korupsi yang ia lakukan. Krisna Murti menambahkan bahwa kliennya tetap bersedia memberikan data, meski peran JC mungkin menarik perhatian lebih besar.
Kasus dugaan korupsi MBG masih dalam penyelidikan intensif. Topics Covered menekankan bahwa Kejagung akan memastikan kelayakan status JC bagi Sony Sonjaya sebelum memberikannya. Pemeriksaan nanti akan menjadi penentu utama apakah ia bisa menjadi saksi yang memperkaya investigasi atau justru menjadi pelaku utama yang dikenai tindakan pidana. Dengan demikian, Topics Covered menjadi poin penting dalam memahami dinamika kasus ini.