Tenda Kamp Gaza Diterjang Hujan – Pengungsi Bertahan di Genangan

88ad207a a0ae 44a2 85c2 2e0e62251ac8 0

Tenda Kamp Gaza Diterjang Hujan, Pengungsi Bertahan di Genangan

Hari Kamis, 26 Maret 2026, badai hujan menghantam tenda pengungsi di kota Gaza, memaksa keluarga-keluarga berjalan melalui air yang menggenang di sekitar tempat tinggal sementara mereka. Kondisi ini memperparah kesulitan yang telah terjadi sejak konflik berkepanjangan mencengkeram wilayah tersebut.

Situasi Kemanusiaan yang Memburuk

Genangan air di kamp-kamp pengungsian membuat kehidupan warga menjadi lebih sulit. Tenda darurat yang tidak tahan terhadap hujan deras, menurut pengungsi, gagal memberikan perlindungan dari cuaca ekstrem. Air yang masuk ke dalam tenda membuat banyak keluarga terpaksa bertahan di tengah kekacauan.

Pengungsi Minta Bantuan Darurat

“Dewan Perdamaian harus datang ke kamp pengungsian dan melihat kondisi nyata kami,” ujar Marwan Al-Batesh, salah satu pengungsi Palestina. Ia menambahkan bahwa ratusan keluarga tinggal di reruntuhan dan tidak bisa kembali ke rumah yang hancur, sehingga butuh intervensi segera.

Gencatan Senjata yang Tak Stabil

Sebelumnya, Israel dan Hamas mencapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza, yang dimediasi Amerika Serikat, sejak Oktober tahun lalu. Namun, konflik terus berlanjut dengan kekerasan harian. Kedua pihak saling menyalahkan atas pelanggaran perjanjian.

Wilayah Gaza yang Hancur

Kota Gaza telah mengalami kerusakan besar akibat serangan Israel selama lebih dari dua tahun. Menurut laporan otoritas kesehatan lokal, lebih dari 72.000 warga Palestina tewas dalam perang ini. Pertempuran dimulai setelah serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 250 warga, menurut data Israel.