Tak Ikut Bimbel – Siswa Madrasah Ini Justru Raih Skor PK Tertinggi UTBK 2026
Tak Ikut Bimbel, Siswa Madrasah Ini Justru Raih Skor PK Tertinggi UTBK 2026
Tak Ikut Bimbel – Di Jakarta, seorang siswa bernama Ahmad Salman Al-Makkiy dari Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Serpong berhasil mencetak hasil luar biasa dalam Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026. Dalam subtes Pengetahuan Kuantitatif (PK), ia mencapai skor tertinggi nasional, yakni 1173,55, yang membuatnya diterima di STEI Komputasi Institut Teknologi Bandung (ITB). Menariknya, prestasi ini diraih tanpa mengikuti les privat atau bimbingan belajar (bimbel) secara formal.
Metode Belajar Unik Tanpa Bimbel
Salman, yang berusia 17 tahun, mengungkapkan bahwa kuncinya adalah fokus pada latihan mandiri dan penggunaan sumber belajar yang tepat. Ia tidak menggunakan bimbel, tetapi mengandalkan video pembelajaran di YouTube, termasuk channel seperti Tubuh Kata, untuk memperkaya pemahaman materi. “Saya tidak pernah ikut bimbel, jadi belajar secara mandiri. Untuk materi, saya cek di YouTube, misalnya Tubuh Kata atau sumber lainnya,” tulis Salman dalam akun media sosial X (@salmakkiy), yang dikutip dari laman Kementerian Agama, Selasa (2/6/2026).
Pentingnya Try Out dalam Persiapan UTBK
Siswa yang dikenal aktif dalam komunitas belajar ini menjelaskan bahwa try out memainkan peran kritis dalam mempersiapkan diri menghadapi UTBK. Alat ini, menurutnya, membantu mengidentifikasi kelemahan yang perlu diperbaiki sekaligus mengukur tingkat kesiapan. “Try out adalah cara efektif untuk melihat mana bagian yang masih kurang. Dengan mengulangi soal-soal yang sering keliru, saya bisa fokus pada area yang membutuhkan perhatian lebih,” katanya.
Dalam proses belajar, Salman mengatakan bahwa ia selalu memperhatikan kebutuhan pribadi dan tidak memaksakan diri untuk mengikuti kurikulum orang lain. “Jangan belajar semuanya, ikut-ikut orang. Karena kebutuhan tiap individu berbeda, jadi lebih baik fokus pada kekurangan sendiri,” tambahnya. Pendekatan ini, ia yakin, memungkinkan siswa lebih efisien dalam mengalokasikan waktu dan energi.
Strategi Efektif untuk Meningkatkan Kemampuan
Salman tidak hanya berbagi pengalaman belajarnya, tetapi juga menyarankan cara-cara praktis agar hasil akhir bisa maksimal. Menurutnya, mengidentifikasi kelemahan melalui try out adalah langkah awal. Setelah itu, siswa perlu membuat daftar kategori soal yang sering disalahjawab, lalu memprioritaskan pemelajaran pada bidang tersebut. “Setiap orang memiliki kebutuhan belajar yang berbeda, jadi kunci adalah mengenali mana area yang paling kritis untuk ditingkatkan,” ujarnya.
Salman juga menekankan bahwa keberhasilan tidak selalu tergantung pada waktu belajar yang lama, tetapi pada konsistensi dan metode yang tepat. Ia mencontohkan bahwa siswa bisa mencapai target dengan mengatur rutinitas belajar yang terstruktur. “Saya biasanya membagi materi menjadi bagian-bagian kecil, lalu fokus pada satu bidang sekaligus. Dengan demikian, semua kekurangan bisa diperbaiki secara bertahap,” jelasnya.
Metode ini, katanya, juga memperkuat kemandirian belajar. Ia mengatakan bahwa penggunaan sumber online seperti YouTube sangat membantu karena bisa diakses kapan saja. “Dengan video pembelajaran, saya bisa memahami konsep dengan lebih cepat tanpa mengganggu waktu untuk beristirahat,” tambah Salman. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi bisa menjadi alat bantu efektif dalam pendidikan, terutama bagi siswa yang tidak memiliki akses ke bimbel tradisional.
Perjalanan Menuju Prestasi Maksimal
Menurut Salman, proses persiapan UTBK berlangsung intensif selama setahun terakhir. Ia menjelaskan bahwa ia tidak hanya belajar dari bahan yang diberikan sekolah, tetapi juga memperluas wawasan dengan referensi tambahan. “Saya belajar dari buku-buku umum, YouTube, dan bahkan grup diskusi di media sosial. Semua sumber itu saling melengkapi,” katanya.
Salman menambahkan bahwa tantangan terbesar adalah mengatasi tekanan mental sebelum ujian. Ia berusaha menjaga keseimbangan antara belajar dan istirahat. “Saya memastikan diri tidak kelelahan dengan mengatur jadwal yang realistis. Jika hari itu sudah memperbaiki kelemahan utama, saya tidak memaksa diri untuk belajar banyak hal lain,” ujarnya.
Prestasi yang diraih Salman menjadi inspirasi bagi banyak siswa Madrasah dan SMA lainnya. Ia menunjukkan bahwa metode belajar yang inovatif bisa menghasilkan performa luar biasa, bahkan tanpa bantuan les privat. “Saya percaya bahwa kreativitas dalam belajar adalah kunci. Asal tetap disiplin dan paham apa yang harus dikuasai, siapa pun bisa mencapai skor tinggi,” katanya.
Perbandingan dengan Siswa Lain
Skor 1173,55 yang dicetak Salman meningkatkan keterlibatan masyarakat terhadap peran siswa Madrasah dalam dunia pendidikan tinggi. Dalam sejarah UTBK, ini menjadi prestasi yang menggambarkan kualitas pendidikan di lembaga Madrasah yang mungkin sering dianggap kurang unggul dibanding SMA. “Saya juga ingin membuktikan bahwa Madrasah tidak kalah dalam kompetisi akademik,” kata Salman.
Dalam konsensus pendidikan, UTBK tidak hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan mental dan teknis dalam menghadapi ujian. Salman mengakui bahwa konsentrasi pada subtes PK, yang mengukur kemampuan matematika dan logika, menjadi fokus utamanya. “Saya melatih diri untuk menghadapi soal-soal yang rum
