eksplorasiindonesia.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Surplus Produksi – Ceker Ayam RI Siap Diekspor ke China

Published Juni 11, 2026 · Updated Juni 11, 2026 · By Linda Davis

Surplus Produksi Ayam RI Meningkat, Ceker Jadi Target Ekspor ke Tiongkok dan Malaysia

Surplus Produksi - JAKARTA – Pemerintah Indonesia tengah mengeksplorasi peluang ekspor ceker ayam ke pasar Tiongkok. Langkah ini didasari oleh kelebihan produksi daging ayam dan telur yang telah tercapai dalam beberapa tahun terakhir. Dengan ketersediaan pasokan yang melimpah, Kementerian Pertanian berupaya memperluas pasar ekspor untuk meningkatkan pendapatan sektor peternakan nasional.

Kelebihan Produksi Daging Ayam dan Telur

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Agung Suganda, mengungkapkan bahwa pemerintah berhasil mempertahankan swasembada daging ayam dan telur. Hal ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam sektor peternakan, yang kini mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri dan menyisihkan komoditas untuk ekspor. "Kelebihan produksi menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor ke berbagai negara," jelas Agung dalam wawancara terbaru.

Menurutnya, produksi ayam yang terus meningkat mendorong pemerintah mencari pasar ekspor baru guna mengoptimalkan hasil pertanian. Dengan adanya surplus, industri peternakan tidak hanya bisa memenuhi permintaan lokal tetapi juga bersaing di tingkat internasional. Langkah ini juga diharapkan mampu memperkuat daya saing produk Indonesia di luar negeri, khususnya di pasar yang memiliki potensi besar seperti Tiongkok.

Ekspor ke Tiongkok dan Negara Lain

Dalam strategi ekspor ini, Tiongkok menjadi salah satu tujuan utama. Negara tersebut dinilai memiliki permintaan yang tinggi terhadap produk ayam, termasuk bagian-bagian seperti ceker. Selain itu, pemerintah juga mengarahkan perhatian ke Malaysia, yang menjadi pilihan alternatif untuk memperluas jaringan ekspor. Agung menuturkan, upaya ini melibatkan berbagai tahap negosiasi dengan pihak importir dan pemerintah tujuan.

Menurut Agung, proses ekspor tidak hanya bergantung pada kemampuan produksi, tetapi juga pada kesiapan memenuhi standar kualitas internasional. "Kami sedang memastikan produk yang dijual memiliki kepastian mutu, sehingga dapat menarik minat pembeli di luar negeri," tambahnya. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada volume produksi tetapi juga pada peningkatan nilai tambah produk.

Indolivestock 2026 sebagai Pendorong Ekspor

Dalam upaya memperkuat hubungan dagang dan investasi, Kementerian Pertanian menggelar acara Indolivestock 2026 Expo & Forum pada 16-18 Juni 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE). Acara ini dirancang untuk menjadi wadah pameran dan diskusi seputar pertanian, termasuk promosi produk-produk unggulan seperti ceker ayam. "Indolivestock 2026 bertujuan membangun sinergi antara produsen, pembeli, dan pihak terkait," ujar Agung dalam sambutannya.

Indolivestock 2026 diharapkan menjadi ajang penting bagi industri peternakan Indonesia. Kementerian Pertanian menyatakan bahwa acara ini akan menampilkan berbagai inovasi teknologi dan praktik terbaik dalam produksi ayam. Selain itu, pameran ini juga bertujuan menarik minat investor asing dan menjajaki kerja sama ekspor dengan negara-negara mitra. "Kami ingin menunjukkan kemampuan Indonesia dalam menghasilkan produk berkualitas dan kompetitif," tambahnya.

Persiapan untuk Ekspor yang Berkelanjutan

Direktur Jenderal PKH menekankan bahwa ekspor ceker ayam bukanlah keputusan spontan. Pemerintah telah melakukan riset mendalam terkait kebutuhan pasar Tiongkok dan Malaysia, serta memastikan bahwa persediaan pasokan tetap stabil. "Kami juga menggandeng berbagai pihak untuk mempercepat proses ekspor dan meminimalkan risiko," katanya.

Menurut Agung, keberhasilan ekspor akan bergantung pada kolaborasi antara sektor publik dan swasta. "Pemerintah hanya menjadi pengarah, sementara produsen dan peternak harus aktif dalam memperluas jaringan distribusi," jelasnya. Dengan adanya kelebihan produksi, industri peternakan bisa menjaga konsistensi dalam pengiriman, sehingga memenuhi permintaan pasar ekspor secara berkelanjutan.

Potensi Manfaat bagi Perekonomian Nasional

Ekspor ceker ayam ke Tiongkok dan Malaysia dianggap sebagai langkah strategis untuk meningkatkan penerimaan devisa. Selain itu, hal ini juga bisa mengurangi ketergantungan pada impor dan meningkatkan kestabilan harga di dalam negeri. "Dengan ekspor, Indonesia bisa memperkuat ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor pertanian," kata Agung.

Menurutnya, proses ekspor yang berkelanjutan memerlukan penyesuaian dengan kebijakan perdagangan internasional. "Pemerintah sedang berkoordinasi dengan lembaga seperti Kementerian Perdagangan dan Badan Pangan Nasional untuk memastikan semua persyaratan terpenuhi," tambahnya. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada produksi tetapi juga pada keterlibatan aktif dalam proses ekspor.

Indonesia, dengan sumber daya alam yang melimpah dan teknologi pertanian yang terus berkembang, memiliki potensi besar untuk memperkuat posisi dalam pasar internasional. Ekspor ceker ayam menjadi salah satu strategi yang diharapkan mampu meningkatkan pendapatan peternak dan mendorong pertumbuhan sektor pertanian. Dengan persiapan yang matang, Indonesia bisa menjadi salah satu pelaku utama dalam perdagangan produk unggas ke negara-negara tetangga dan pasar global.

Langkah-Langkah Selanjutnya

Kementerian Pertanian menyatakan bahwa ekspor ceker ayam akan menjadi bagian dari strategi jangka panjang sektor pertanian. "Kami juga berencana memperluas ekspor ke negara-negara lain, seperti Jepang dan Eropa, untuk mengejar peluang pasar yang lebih luas," jelas Agung. Proses ini diperkirakan memakan waktu beberapa bulan hingga tahun, tergantung pada kecepatan negosiasi dan persiapan logistik.

Agung menambahkan bahwa pemerintah juga berkomitmen untuk menjaga kualitas produk ekspor. "Pemeriksaan kesehatan hewan dan standar sanitasi akan diperketat agar produk Indonesia tetap terjaga reputasinya di pasar internasional," kata dia. Dengan adanya regulasi yang ketat, Indonesia bisa meningkatkan kepercayaan konsumen dan membangun hubungan kerja sama yang jangka panjang.

Dengan ekspor ceker ayam sebagai salah satu pilar, Kementerian Pertanian optimis bahwa sektor peternakan akan terus berkembang. Indolivestock 2026 menjadi momentum penting untuk menunjukkan kemampuan Indonesia dalam menyediakan produk berkualitas tinggi. "Kami