Special Plan: MNC University Bersama Kedutaan Kuba dan Españolindo Gelar Pemutaran Film Peringati 100 Tahun Fidel Castro
MNC University Kolaborasi dengan Kedutaan Kuba dan Españolindo Gelar Acara Pemutaran Film
Perayaan 100 Tahun Fidel Castro Ruz
Special Plan - Pada 1 Januari 1959, Fidel Castro Ruz, tokoh revolusioner Kuba, memperoleh kemenangan besar dalam perjuangan politiknya, menjadi simbol perlawanan terhadap pemerintahan yang dianggap tidak adil. Untuk mengenang momen penting ini, MNC University melangsungkan serangkaian kegiatan, termasuk pemutaran film dan pameran foto, bersama Kedutaan Kuba serta organisasi Españolindo. Acara ini bertujuan mengajak masyarakat dan generasi muda untuk mengenal lebih dalam sejarah revolusi Kuba serta hubungan diplomatik antara Indonesia dan Kuba.
Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Kasuari, lantai tiga kampus MNC University, dan terbuka untuk semua kalangan, termasuk masyarakat umum serta para mahasiswa dan mahasiswi. Tidak ada biaya yang dipungut, sehingga partisipasi dari peserta menjadi lebih luas. Sebelum acara dimulai, pembukaan dilakukan oleh seorang MC yang memandu jalannya kegiatan. Setelah itu, beberapa peserta berbicara, termasuk perwakilan dari komunitas Españolindo, Daffaro Adirajasa, yang menjabat sebagai Wakil Kepala dan Kepala Operasional serta Branding.
Daffaro Adirajasa menyampaikan bahwa sejarah memiliki peran penting dalam membangun pemahaman global. Ia menekankan bahwa acara ini merupakan upaya untuk menyampaikan kisah-kisah yang menggambarkan hubungan antarbangsa. Di sisi lain, Duta Besar Republik Kuba untuk Indonesia, Mrs. Dagmar González Grau, memberikan sambutan yang menyoroti arti khusus dari 100 tahun perjalanan revolusi Kuba. Dalam pidatonya, ia menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat kesadaran masyarakat terhadap sejarah bersama, terutama dalam konteks hubungan Indonesia dan Kuba.
“Sejarah sangat penting, bukan hanya sejarah Indonesia atau Kuba, tapi sejarah dunia secara keseluruhan. Ketika orang memahami sejarah, mereka bisa lebih mengerti situasi yang ada, seperti kasus kompleks dalam politik. Bagi saya, ini merupakan tujuan saya sendiri, agar generasi muda bisa mengenal sejarah dan hubungan antarbangsa yang kuat,” ujarnya.
Dalam rangkaian acara, tayangan film El Hombre De Maisinicu (1973) menjadi bagian utama. Film ini menggambarkan tahun 1964 di Pegunungan Escambray, Kuba, dan menceritakan kisah Alberto Delgado, seorang penyusup revolusioner yang bergabung dengan kelompok kontra-revolusioner untuk menggagalkan rencana mereka. Melalui narasi film, penonton diberikan gambaran tentang upaya-upaya perjuangan revolusioner di Kuba yang memperlihatkan peran penting Fidel Castro dalam mengubah arah politik negara tersebut.
Aktivitas ini juga bertujuan mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Kuba, terlebih dengan momentum 100 tahun peringatan hari lahir proklamator Indonesia, Soekarno. Duta Besar Mrs. Dagmar González Grau menekankan bahwa saat ini adalah kesempatan emas untuk mengapresiasi kekayaan sejarah kedua negara serta membangun kesadaran kolektif tentang nilai-nilai kolaborasi. Ia menyebut bahwa kegiatan ini menjadi jembatan bagi generasi muda untuk mengeksplorasi sejarah global dan melihat bagaimana hubungan antarbangsa dapat menjadi penggerak perubahan sosial.
Sebagai bentuk kerja sama akademik, MNC University menganggap film dan pameran foto sebagai alat edukasi yang efektif. Peserta tidak hanya menonton film, tetapi juga berkesempatan melihat berbagai dokumentasi visual yang menggambarkan perjalanan revolusi Kuba. Hal ini diharapkan mampu memberikan gambaran nyata tentang tantangan dan pencapaian yang dihadapi oleh negara-negara yang berjuang melawan dominasi kolonial. Selain itu, acara ini juga bertujuan membangun apresiasi terhadap budaya dan kiprah diplomasi Kuba di tingkat internasional.
Acara ini menunjukkan komitmen MNC University dalam menciptakan ruang dialog antara bangsa-bangsa. Dengan memperkenalkan karya film yang berasal dari Kuba, universitas tersebut memberikan kontribusi dalam memperkaya perspektif sejarah yang dipelajari oleh mahasiswanya. Fidel Castro Ruz, yang dianggap sebagai simbol perlawanan dan persatuan, menjadi pusat perhatian dalam kegiatan ini. Pemutaran film ini juga diharapkan mampu memicu minat generasi muda dalam mempelajari sejarah politik dan sosial di berbagai belahan dunia.
Sebagai bagian dari kegiatan, MNC University juga menyediakan peluang bagi peserta untuk bertanya langsung kepada para pembicara. Pertukaran informasi ini memberikan wawasan tambahan tentang pentingnya mengenang tokoh revolusioner dalam konteks masa kini. Selain itu, kegiatan ini menjadi platform untuk mengeksplorasi potensi kerja sama di masa depan, baik dalam bidang pendidikan maupun budaya.
Bagi yang ingin mengetahui lebih banyak tentang program studi, kolaborasi akademik, atau kegiatan terkini di MNC University, silakan mengunjungi situs resmi mereka di https://mncu.ac.id. Informasi kontak juga tersedia melalui telepon atau WhatsApp di 0811-9325-889, serta email yang bisa dihubungi melalui [email protected]. Untuk mengikuti berita terbaru, Anda dapat mengunjungi akun media sosial Instagram @mncuniversity, TikTok @mncuniversity, dan YouTube MNC University.
Kampus MNC University berlokasi di Jalan Panjang Blok A8, Green Garden, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11520. Kehadiran sejumlah besar peserta menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap topik yang diangkat. Dengan adanya acara ini, diharapkan akan muncul lebih banyak penelitian atau diskusi tentang sejarah revolusi Kuba dan perannya dalam pergerakan politik global. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama yang lebih luas di masa depan.
MNC University memperlihatkan peran aktif dalam memperkuat jaringan kebudayaan dan pendidikan internasional. Kolaborasi dengan Kedutaan Kuba serta Españolindo tidak hanya menghadirkan konten lokal, tetapi juga mengundang perspektif global dalam penyampaian narasi sejarah. Dengan mempertimbangkan kepentingan pengembangan pemahaman sejarah, acara ini dianggap sebagai investasi pendidikan yang berkelanjutan. Hubungan antara Indonesia dan Kuba dianggap sebagai contoh konkret bahwa sejarah dapat menjadi alat memperkuat solidaritas antarbangsa.