Rencana Khusus: Negara NATO Sebut Serangan AS-Israel ke Iran Ilegal & Tak Jelas
Negara NATO Sebut Serangan AS-Israel ke Iran Ilegal & Tak Jelas
Dari Jakarta, CNBC Indonesia – Prancis secara tiba-tiba menyampaikan kritik tajam terhadap tindakan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran. Paris menegaskan bahwa serangan tersebut tidak dapat diterima karena dianggap melanggar prinsip hukum internasional. Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, menyatakan bahwa serangan udara gabungan yang menargetkan Republik Islam berlangsung tanpa dasar hukum yang jelas.
“Prancis tidak dapat menyetujui serangan oleh pasukan AS dan Israel di Iran karena tindakan itu dilakukan di luar peraturan hukum internasional dan tanpa tujuan yang terdefinisi secara tegas,” ujar Barrot dalam wawancara dengan saluran televisi France 2, seperti dilaporkan Anadolu, Rabu, 10 Maret 2026.
Dalam wawancara tersebut, Barrot menjelaskan bahwa dari perspektif pemerintah Prancis, operasi militer ini kekurangan target strategis yang terukur. Menurutnya, tindakan sepihak itu tidak memenuhi standar hukum global dalam penyelesaian konflik antar negara. Selain itu, Paris memilih untuk tetap menjaga jarak dari perang di Timur Tengah, menjamin bahwa militer negaranya tidak akan terlibat dalam operasi yang dipimpin Washington dan Tel Aviv.
“Kami tidak menyetujui perang ini, dan kami tidak berpartisipasi di dalamnya,” tegas Barrot.
Di sisi lain, Prancis mulai menggalang kerja sama internasional untuk melindungi jalur perdagangan kritis di Selat Hormuz. Barrot menyebut sejumlah negara telah menunjukkan minat untuk bergabung dalam inisiatif pertahanan global. “Peserta potensial mencakup negara-negara Eropa, serta pihak dari wilayah Timur Tengah,” jelasnya, merujuk pada usulan yang pernah diajukan oleh Presiden Emmanuel Macron.
Eskalasi Konflik di Timur Tengah
Konflik memanas setelah AS dan Israel meluncurkan serangan udara besar-besaran dengan nama “Operasi Epic Fury” pada 28 Februari lalu. Serangan itu dilaporkan mengakibatkan lebih dari 1.200 korban tewas dan sedikitnya 10.000 cedera di pihak Iran. Sebagai balasan, Iran langsung mengirimkan serangan drone serta rudal ke beberapa lokasi di Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi basis militer AS.
Barrot menekankan bahwa perdamaian jangka panjang di kawasan hanya bisa tercapai jika Iran bersedia melakukan perubahan radikal dalam sikap diplomatiknya. Ia menyerukan komitmen pada konsesi besar dalam negosiasi untuk mengakhiri ketegangan yang memicu perang.
Prancis juga mendesak kebijakan regional Iran diubah agar tidak lagi dianggap provokatif. “Kami berharap Iran melepaskan diri dari statusnya sebagai kekuatan yang menciptakan ketidakstabilan dan ancaman,” tambah Barrot.
Sejumlah negara di dunia menyambut baik upaya Prancis untuk mendinginkan situasi. Namun, Barrot mengingatkan bahwa penyelesaian konflik membutuhkan kejelasan tujuan dan kepatuhan pada hukum internasional.
