Pemprov DKI Salurkan 210 Sapi Kurban pada Iduladha 2026

65d2bdab-f267-4ce5-92c2-041c06551ded-0

Pemprov DKI Jakarta Menggelar Distribusi Sapi Kurban untuk Iduladha 2026

Pemprov DKI Salurkan 210 Sapi Kurban – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melaksanakan distribusi hewan kurban pada perayaan Iduladha 1447 H/2026 M, dengan menyediakan 210 ekor sapi untuk wilayah ibu kota. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 160 ekor sapi. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengungkapkan bahwa peningkatan tersebut disebabkan oleh penambahan kebutuhan masyarakat dan pengaturan yang lebih terorganisasi oleh pihak pemerintah. Rano juga menambahkan bahwa total hewan kurban yang tersedia mencakup 10 ekor kambing, yang dianggap sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan berbagai segmen warga Jakarta.

Penyaluran Sapi dari Berbagai Sumber

Distribusi sapi kurban tahun ini melibatkan kontribusi dari berbagai lembaga. Menurut Rano, 160 ekor sapi berasal dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), sementara 44 ekor disumbangkan oleh Baznas Bazis, dan 6 ekor dari Ikatan Pengusaha Muslim Indonesia (HIPMI). Ini menunjukkan kerja sama yang lebih luas antara pemerintah dengan organisasi masyarakat dalam mendukung perayaan Iduladha. Pemprov DKI juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan ketersediaan hewan kurban dalam kondisi optimal, baik secara fisik maupun kesehatan.

“Kalau tahun lalu Pemprov DKI menyalurkan 160 ekor sapi, tahun ini menjadi 210 ekor sapi dan 10 kambing. Rinciannya, 160 sapi dari BUMD, 44 sapi dari Baznas Bazis, serta 6 sapi dari HIPMI,” kata Rano Karno di Rumah Potong Hewan (RPH) Perumda Dharma Jaya, Penggilingan, Jakarta Timur, Selasa (26/5/2026).

Keberadaan Petugas Pengawas Sembelihan

Untuk memastikan proses penyembelihan hewan kurban berjalan lancar dan memenuhi standar kehalalan, Pemprov DKI menempatkan 744 petugas pengawas. Para petugas ini terdiri dari berbagai elemen, seperti anggota Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP), dokter hewan, serta relawan Pramuka. Rano menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan sejak tahap awal hingga akhir pemotongan hewan, dengan fokus pada aspek kesehatan hewan, kelayakan daging, tata cara sembelihan, serta kebersihan lingkungan di sekitar lokasi.

Penyembelihan Massal dan Pengawasan Ketat

Rano Karno juga menyebutkan bahwa sebelum Iduladha, aktivitas terkait distribusi, penjualan, dan pemotongan hewan kurban di Jakarta meningkat secara signifikan. Dalam waktu tiga hari, diperkirakan sekitar 68 ribu hewan kurban akan disembelih. Angka ini menunjukkan besarnya permintaan masyarakat terhadap produk kurban, sehingga Pemprov DKI harus mengambil langkah lebih ketat dalam mengawasi seluruh proses. “Aktivitas distribusi hewan kurban terus bergerak cepat, dan kami perlu memastikan setiap langkah diawasi secara terpadu,” katanya.

Menurut Rano, prinsip ASUH (Aspek Kesehatan Hewan, Kelayakan Daging, Tata Cara Sembelihan, dan Kebersihan Lingkungan) menjadi dasar pengawasan. “Pemeriksaan dilakukan sejak sebelum hingga setelah pemotongan hewan kurban untuk memastikan daging yang diterima warga Jakarta memenuhi standar ASUH,” tambahnya. Ia menekankan bahwa aspek kesehatan hewan harus menjadi prioritas, karena hewan yang tidak sehat dapat memengaruhi kualitas daging dan keamanan konsumsi masyarakat.

Manajemen Limbah Sembelihan

Dalam rangka menjaga lingkungan sehat, Pemprov DKI juga memperketat pengelolaan limbah dari proses penyembelihan. Rano menjelaskan bahwa limbah darah dan organ hewan disimpan secara terstruktur di lokasi pemotongan, dengan pembuatan lubang khusus untuk menampung darah hewan. “Limbah organ hewan umumnya dikubur di tempat pembuangan sampah, sedangkan darah disimpan untuk kemudian dikelola,” ujarnya. Pemprov DKI memastikan tidak ada limbah yang dibuang secara sembarangan, termasuk ke saluran air atau sungai.

Koordinasi dengan Supplier Hewan Kurban

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menegaskan bahwa Pemprov DKI telah melakukan pengawasan sejak tahap awal persiapan Iduladha. “Kami memastikan seluruh hewan yang masuk ke Jakarta bebas dari penyakit zoonosis seperti antraks, penyakit mulut dan kuku, orf, serta penyakit lainnya,” jelas Hasudungan. Langkah ini diambil sebagai upaya menghindari masuknya hewan yang tidak sehat ke dalam rantai distribusi, sehingga meminimalkan risiko penularan penyakit kepada manusia.

“Kami memastikan seluruh hewan yang masuk ke Jakarta bebas dari penyakit zoonosis seperti antraks, penyakit mulut dan kuku, orf, dan penyakit lainnya,” urainya.

Hasudungan menyebutkan bahwa Dinas KPKP telah mengambil dan memeriksa 458 sampel darah hewan kurban, serta sampel tanah di sekitar tempat penjualan untuk mengetahui kandungan antraks. Hasil pemeriksaan ini menjadi dasar untuk menjamin kualitas daging yang dikonsumsi masyarakat. Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan daerah pemasok hewan kurban untuk memastikan hewan yang datang ke Jakarta dalam kondisi sehat.

Pelatihan Juru Sembelih Halal

Pada tahun 2026, Dinas KPKP DKI Jakarta melaksanakan pelatihan tambahan bagi 80 orang juru sembelih halal. Total jumlah juru sembelih halal di Jakarta saat ini mencapai 484 orang, dengan 424 di antaranya berasal dari Dinas KPKP sendiri, 62 dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Cabang Jakarta, 208 dari Fakultas Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University, serta 50 anggota Pramuka yang terlibat dalam program pengawasan ini. Hasudungan menuturkan bahwa pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan para petugas, agar proses sembelihan lebih efisien dan memenuhi standar halal.

Dengan adanya peningkatan jumlah petugas dan pengawasan ketat,