New Policy: CFD Rasuna Said Jaksel Akhir Pekan Ini, Cek Rute Transjakarta dan LRT ke Lokasi

179cc75d-f141-42de-a979-2cb584204cfc-0

CFD Rasuna Said Jakarta Selatan: Rute Alternatif dan Fasilitas Transportasi Umum Disiapkan

New Policy – Jakarta Selatan menjadi salah satu kawasan yang dijadwalkan menggelar acara Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) pada akhir pekan mendatang, yaitu Minggu, 7 Juni 2026, mulai pukul 05.30 hingga 09.00 WIB. Acara ini akan berlangsung di Jalan HR Rasuna Said, yang sebelumnya telah menjadi pusat aktivitas ramai selama berbagai hari libur dan acara kota. Dalam rangka menjaga kegiatan masyarakat tetap berjalan lancar, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta melakukan persiapan untuk menyediakan jalur alternatif yang dapat diakses oleh warga sekitar.

Koreksi Jalur Lalu Lintas dan Peringatan untuk Pengguna

Dishub Jakarta telah merancang sejumlah rute pengganti agar masyarakat tetap bisa beraktivitas secara lancar selama HBKB berlangsung. Langkah ini bertujuan memastikan warga yang biasa menggunakan jalan utama di kawasan HR Rasuna Said tidak mengalami kesulitan dalam perpindahan. Masyarakat dianjurkan menyesuaikan rencana perjalanan mereka serta memanfaatkan jalur pengganti atau layanan transportasi umum yang tetap aktif selama kegiatan berlangsung.

Sebagai panduan, Dishub juga memberikan rekomendasi untuk menghindari kemacetan di sekitar koridor CFD. Rute Transjakarta yang disiapkan meliputi tujuh jalur utama, yaitu L13 (Puri Beta-Flyover Kuningan Express), 13E (Puri Beta-Flyover Kuningan), 4D (Pulo Gadung-Kuningan), 6 (Ragunan-Galunggung), 6A (Ragunan-Balai Kota via Kuningan), 6H (Senen-Lebak Bulus), dan 6M (Stasiun Manggarai-Blok M). Rute-rute ini akan menjadi pengganti untuk mengalihkan arus lalu lintas sepanjang 4,4 kilometer yang terlibat dalam acara tersebut.

Transportasi Umum Tetap Beroperasi: LRT dan Transjakarta

Di samping rute Transjakarta, pengguna transportasi umum juga dapat mengandalkan layanan LRT Jabodebek. Dua relasi utama, yaitu Dukuh Atas-Harjamukti dan Dukuh Atas-Jati Mulya, akan tetap berjalan melalui Stasiun LRT Rasuna Said serta Stasiun LRT Setiabudi. Hal ini memastikan aksesibilitas tetap terjaga, terutama bagi pengguna yang ingin menggunakan layanan tersebut sebagai alternatif utama.

Kawasan HR Rasuna Said memiliki beberapa halte Transjakarta yang bisa diakses, antara lain Halte Setiabudi, Halte Kuningan Madya, Halte Karet Kuningan, dan Halte Rasuna Said. Rute-rute ini tidak hanya memudahkan perpindahan tetapi juga menjadi bagian dari strategi Dishub untuk mengurangi beban lalu lintas di sekitar area CFD. Selain itu, Dishub mengingatkan warga untuk mengikuti arahan petugas di lapangan serta mempersiapkan perjalanan lebih awal agar tidak terganggu oleh kegiatan yang diadakan.

Perkembangan Fasilitas Transportasi Umum untuk HBKB

Sebagai bagian dari persiapan, Dishub DKI Jakarta juga memastikan bahwa layanan transportasi umum tetap beroperasi sesuai jadwal. Pemilihan rute alternatif tidak hanya untuk pengendara kendaraan bermotor tetapi juga memberikan dampak positif bagi pengguna angkutan umum. Rute-rute Transjakarta yang telah diterapkan diperkirakan akan menjamin kebutuhan mobilitas warga sekaligus memitigasi ancaman kemacetan di koridor utama.

Di samping itu, Dishub memperkuat kehadiran angkutan umum selama HBKB berlangsung. Hal ini termasuk penggunaan LRT Jabodebek sebagai alternatif utama, terutama di bagian selatan kawasan. Stasiun LRT Rasuna Said dan Setiabudi menjadi titik sentral bagi masyarakat yang ingin menikmati kegiatan tersebut tanpa mengganggu lingkungan sekitar.

Pembukaan Koridor CFD dan Jalur Lintas

Koridor CFD Jalan HR Rasuna Said berpanjang sekitar 4,4 kilometer, meliputi area dari utara hingga selatan. Jalur ini dimulai dari Jalan Gembira hingga Jalan Raya Casablanca, serta dari Jalan Dr Satrio hingga Jalan Setiabudi Utara Raya/Setiabudi Tengah. Persiapan tersebut memastikan kegiatan bisa berjalan secara efisien dan sejalan dengan tujuan HBKB yaitu mengurangi polusi udara serta menciptakan ruang hijau untuk masyarakat.

“Kami mengajak warga Jakarta untuk merasakan pengalaman baru beraktivitas di koridor HR Rasuna Said yang lebih sehat dan nyaman. Pada saat yang sama, kami memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar melalui rekayasa lalu lintas (lalin) dan dukungan transportasi umum yang telah disiapkan,” ujar Budi, Jumat (5/6/2026).

“Harapannya, HBKB di Jalan HR Rasuna Said dapat menjadi pengalaman baru yang menyenangkan sekaligus menghadirkan udara yang lebih bersih dan lingkungan yang lebih sehat bagi warga Jakarta,” kata Budi.

Dishub menyatakan bahwa kegiatan CFD ini tidak hanya menghadirkan kesempatan untuk berolahraga atau bersantai tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap polusi udara. Dengan mengurangi jumlah kendaraan bermotor di area utama, Dishub berharap lingkungan sekitar bisa lebih terjaga, terutama bagi warga yang tinggal di sepanjang koridor tersebut.

Sebagai tambahan, Dishub juga melakukan evaluasi terhadap kepadatan lalu lintas di sekitar kawasan yang menjadi fokus acara. Rute-rute Transjakarta dan LRT yang disiapkan tidak hanya untuk kebutuhan sehari-hari tetapi juga sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan perilaku masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, warga Jakarta diberi kesempatan untuk memperkenalkan metode transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Menurut Budi, layanan transportasi umum yang tetap beroperasi akan membantu mengurangi tekanan pada jalan-jalan utama. Ia menjelaskan bahwa koridor CFD menjadi ruang untuk menjajaki kebijakan yang lebih berkelanjutan. Selain