New Policy: 2.000 Taruna TNI-Polri Ditunjuk jadi Kakak Asuh Siswa Sekolah Rakyat

2.000 Taruna TNI-Polri Ditetapkan Sebagai Kakak Asuh Siswa Sekolah Rakyat

New Policy – Kementerian Sosial mengadakan program baru yang melibatkan sejumlah besar taruna dari TNI dan Polri sebagai pengasuh serta pendamping bagi siswa Sekolah Rakyat. Program ini dirancang untuk meningkatkan pendidikan karakter dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik. Dalam skala yang luas, sebanyak 1.780 titik penyelenggaraan di seluruh Indonesia akan menjadi lokasi pelaksanaannya. Dengan berlangsung selama lima hari, mulai dari 3 hingga 7 Agustus 2026, kehadiran para taruna diharapkan bisa memberikan dampak signifikan dalam pembentukan nilai-nilai kehidupan siswa.

Program dengan Pendekatan Edukatif dan Terkoordinasi

Pelaksanaan program ini dijalankan secara serentak oleh sekitar 2.000 taruna yang didampingi oleh 365 perwira pendamping. Para taruna akan diterjunkan ke berbagai sekolah rakyat dengan prinsip aman, teratur, serta berorientasi pada pendidikan yang bermakna. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan bahwa program ini adalah langkah strategis untuk membantu siswa Sekolah Rakyat dalam membangun karakter yang kuat di masa awal pembelajaran.

“Ini adalah hal yang memang dibutuhkan oleh siswa Sekolah Rakyat karena kepada para taruna, mereka bisa belajar banyak terutama terkait dengan bagaimana menumbuhkan kedisiplinan positif, tanggung jawab, dan kemandirian,” ujar Gus Ipul saat diwawancara di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Jumat (3/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, para taruna tidak hanya berperan sebagai pendamping, tetapi juga sebagai contoh langsung dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Mereka diharapkan bisa menjadi pemandu yang tidak hanya mendidik, tetapi juga menciptakan suasana yang ramah dan berkesan mendalam bagi siswa. Gus Ipul menekankan bahwa kehadiran para taruna akan memberikan kontribusi penting dalam memperkuat wawasan kebangsaan dan rasa cinta tanah air siswa.

Peran Taruna sebagai Teladan dan Sahabat Belajar

Menurut Gus Ipul, masa awal pembelajaran merupakan kesempatan emas bagi siswa dan guru untuk saling beradaptasi. Dengan bantuan para taruna, proses adaptasi tersebut bisa berjalan lebih lancar dan efektif. “Kita harapkan siswa Sekolah Rakyat nanti bisa lebih percaya diri, mengenal potensi diri, lebih disiplin secara positif, serta mampu bertanggung jawab,” tambahnya.

“Dalam program ini, para taruna akan berperan sebagai kakak asuh dan sahabat belajar, serta teladan karakter bagi siswa,” jelas Gus Ipul. Ia menambahkan, kegiatan tersebut dirancang untuk membangun karakter siswa secara utuh melalui pendekatan yang edukatif dan bermakna.

Program ini juga bertujuan untuk menginspirasi siswa melalui berbagai materi seperti penguatan kepribadian, pengenalan potensi diri, serta pelatihan keterampilan kepramukaan. Selain itu, para taruna akan membantu siswa dalam mengembangkan ketangguhan diri, kemampuan bekerja sama, dan rasa kepedulian terhadap sesama. Seluruh aktivitas diatur agar tetap fokus pada kepentingan siswa, dengan memastikan kegiatan berjalan aman dan terkoordinasi.

Aspek Kedaulatan Nasional dalam Pendidikan Siswa

Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat tidak hanya mengutamakan kecerdasan akademik, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kebangsaan dan kecintaan terhadap Indonesia. “Dengan adanya para taruna, kita bisa memperkuat wawasan kebangsaan siswa sekaligus membentuk rasa bangga menjadi anak bangsa,” imbuhnya. Ia menjelaskan, pembelajaran karakter harus dilakukan secara menyeluruh, sehingga siswa mampu berkembang menjadi individu yang tangguh, mandiri, dan memiliki rasa tanggung jawab.

Salah satu fokus utama program ini adalah membangun kebiasaan baik dan disiplin. Para taruna akan menjadi model perilaku yang positif, baik dalam aspek akademik maupun kehidupan sehari-hari. Misalnya, mereka akan mengajak siswa untuk mengenal potensi diri, menjaga sikap kerja sama, serta mampu mengambil inisiatif dalam mencoba hal baru. Materi yang diberikan juga mencakup pelatihan tentang kepedulian sosial, keterampilan bertahan hidup, dan sikap percaya diri.

Respons dari Pihak TNI dan Polri

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul menyampaikan rasa terima kasih kepada para tokoh militer dan polisi yang telah mendukung program Sekolah Rakyat. Ia mengapresiasi peran Panglima TNI, Kapolri, serta Menteri Pertahanan dalam memberikan kesempatan kepada taruna di Akademi Militer dan Akademi Kepolisian untuk turut serta menginspirasi siswa.

“Terima kasih Panglima TNI, Kapolri, dan Menteri Pertahanan yang memberikan kesempatan para taruna untuk memberikan pendampingan dan pembelajaran kepada siswa-siswa Sekolah Rakyat,” pungkas Gus Ipul.

Gus Ipul menegaskan bahwa program ini tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan karakter, tetapi juga memperkuat hubungan antara institusi militer, kepolisian, dan lembaga pendidikan nasional. Keterlibatan para taruna dalam program ini diharapkan bisa menciptakan lingkungan belajar yang lebih harmonis, dengan memadukan kekuatan dan pengalaman dari para penguasa keamanan dengan metode pendidikan yang relevan.

Pelaksanaan Berbasis Keterlibatan yang Berkelanjutan

Pelaksanaan program ini juga dipandang sebagai upaya untuk menciptakan keterlibatan yang berkelanjutan antara TNI-Polri dengan masyarakat. Siswa Sekolah Rakyat, yang merupakan anak-anak dari keluarga kurang mampu atau berada di lingkungan yang kurang mendukung, akan mendapatkan perhatian khusus dari para taruna. Dukungan ini menjadi bagian dari peran sosial TNI dan Polri dalam mewujudkan pendidikan yang merata dan bermakna.

Kementerian Sosial berharap program ini dapat berdampak jangka panjang, karena kebiasaan dan nilai yang ditanamkan di masa awal pembelajaran akan membentuk fondasi karakter yang kuat. “Kita berharap siswa bisa menjadi generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki mental yang tangguh dan tanggung jawab sosial yang tinggi,” tutur Gus Ipul. Ia menambahkan, program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh.

Para taruna yang terlibat dalam program ini juga akan mendapatkan pengalaman baru dalam menyampaikan materi pendidikan karakter. Hal ini tidak hanya membantu siswa, tetapi juga memperkaya pengetahuan dan kemampuan para taruna sendiri dalam berinteraksi dengan masyarakat. Dengan demikian, program ini dianggap sebagai kerja sama yang saling menguntungkan antara institusi militer, kepolisian, dan Sekolah Rakyat.

Target dan Harapan untuk Masa Depan

Dalam jangka panjang, program ini diharapkan bisa membentuk generasi