Main Agenda: Yayasan UHN Temui Menkes, Bahas Rencana Pembangunan Nommensen International Hospital di Medan
Yayasan UHN Hadirkan Nommensen International Hospital di Medan
Main Agenda - Jakarta, Yayasan Universitas HKBP Nommensen (UHN) mengumumkan rencana pengembangan Nommensen International Hospital di Kota Medan, Sumatera Utara. Proyek ini diharapkan akan menjadi bagian dari upaya meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan di Indonesia. Rumah sakit yang direncanakan akan berperan sebagai institusi pendidikan medis sekaligus Rumah Sakit Tipe A, yang berfokus pada pelayanan kesehatan, pengembangan ilmu pengetahuan, serta pembelajaran bagi calon tenaga kesehatan. Selain itu, fasilitas ini juga diharapkan mampu menjadi pusat medis berstandar internasional, sehingga masyarakat tidak perlu lagi mencari pengobatan di luar negeri.
Pertemuan antara perwakilan Yayasan UHN dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berlangsung pada Rabu (18/6/2026). Ketua Yayasan UHN, Effendi Muara Sakti Simbolon, hadir bersama jajaran pengurus lainnya, seperti Martuama Saragi. Dalam kesempatan tersebut, mereka menjelaskan bahwa pembangunan Nommensen International Hospital merupakan langkah strategis untuk mendukung visi pemerintah dalam mengembangkan sektor kesehatan nasional. Tujuan utama dari proyek ini adalah meningkatkan ketersediaan layanan kesehatan yang berkualitas, sekaligus memperkuat pendidikan kedokteran di Indonesia.
Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan, mengapresiasi rencana yang diajukan oleh Yayasan UHN. Ia menyatakan bahwa pemerintah sangat mendukung pengembangan rumah sakit internasional tersebut, yang dianggap sebagai kontribusi penting dalam memperluas akses layanan kesehatan. "Nommensen International Hospital akan menjadi salah satu langkah konkret dalam menciptakan jaringan rumah sakit yang memadai di berbagai wilayah Indonesia," kata Menkes. Menurutnya, proyek ini juga dapat memberikan dampak positif terhadap pengembangan keterampilan tenaga kesehatan dan peningkatan kualitas layanan medis secara keseluruhan.
"Nommensen International Hospital diharapkan mampu menjadi pusat layanan kesehatan berstandar internasional, sehingga masyarakat Indonesia dapat mendapatkan perawatan yang memadai tanpa harus ke luar negeri," ujar Effendi Muara Sakti Simbolon. Ia menambahkan, rumah sakit ini akan beroperasi dengan model yang menggabungkan pendidikan dan pelayanan langsung, serta menjadi tempat penelitian yang berkontribusi pada inovasi dalam bidang kesehatan.
Menkes Budi Gunadi Sadikin juga memberikan pesan kepada pengelola rumah sakit agar memastikan bahwa layanan yang ditawarkan tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat. "Saya berharap rumah sakit ini dapat menjaga keseimbangan antara kualitas pelayanan dan harga yang wajar, agar tidak terjadi praktik overpricing yang dapat menghambat akses bagi masyarakat umum," tutur Budi. Ia menekankan bahwa keberadaan Nommensen International Hospital harus berorientasi pada masyarakat dan bukan hanya pada keuntungan finansial.
Dalam wawancara terpisah, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus juga memberikan dukungan terhadap rencana pembangunan rumah sakit tersebut. Menurutnya, keberadaan Fakultas Kedokteran di Universitas HKBP Nommensen menjadi dasar kuat untuk menciptakan sinergi antara dunia pendidikan dan layanan kesehatan. "Pembangunan rumah sakit ini akan memberikan manfaat yang luar biasa bagi program pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan," kata Benjamin. Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara universitas dan rumah sakit akan membuka peluang untuk pengembangan sumber daya manusia kesehatan yang lebih baik.
Nommensen International Hospital akan berlokasi di Kota Medan, salah satu kota besar yang memiliki potensi pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan layanan kesehatan yang tinggi. Lokasi ini dipilih karena dinamika perkembangan kota dan kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat. Rumah sakit tersebut dirancang dengan fasilitas lengkap, termasuk ruang bedah, laboratorium canggih, serta sistem pengelolaan yang modern. Dengan kehadiran rumah sakit ini, diharapkan akan ada peningkatan akses terhadap layanan medis, terutama di wilayah Sumatera Utara.
Kehadiran Nommensen International Hospital juga diperkirakan dapat memberikan dampak positif terhadap pariwisata kesehatan di Indonesia. Menurut Effendi, rumah sakit ini akan menjadi magnet bagi pasien yang ingin mendapatkan pengobatan dengan standar internasional. "Dengan fasilitas dan tenaga medis yang terlatih, Nommensen International Hospital dapat menarik minat pasien dari luar negeri, sekaligus menjadi contoh yang baik bagi pengembangan kesehatan di wilayah lain," tutur Effendi. Ia berharap rumah sakit ini dapat menjadi model terbaik dalam mengintegrasikan pendidikan dan pelayanan kesehatan.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau progres pembangunan rumah sakit tersebut. "Kami mengharapkan rumah sakit ini menjadi bagian dari sistem kesehatan nasional yang lebih kuat, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran dan pengembangan layanan medis," ujarnya. Selain itu, Budi juga menyampaikan bahwa pemerintah akan memberikan dukungan maksimal melalui berbagai kebijakan dan sumber daya, termasuk pemenuhan regulasi yang diperlukan.
Effendi Muara Sakti Simbolon menambahkan bahwa pembangunan Nommensen International Hospital merupakan bagian dari komitmen Yayasan UHN untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. "Kehadiran rumah sakit ini akan membantu mengurangi ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap layanan kesehatan di Malaysia, seperti Penang atau Singapura," jelasnya. Ia menjelaskan bahwa rumah sakit ini akan didukung oleh sumber daya yang kompeten, serta menyediakan pelatihan dan penelitian yang berkelanjutan.
Proyek ini diharapkan dapat dimulai dalam waktu dekat, dengan rencana pembangunan yang mencakup beberapa tahap. Untuk menjamin keberhasilan, Yayasan UHN akan bekerja sama dengan pihak berwenang dan institusi terkait. "Kami berkomitmen untuk menghadirkan rumah sakit yang tidak hanya layak secara medis, tetapi juga memenuhi standar internasional," tutur Effendi. Dengan upaya ini, diharapkan akan muncul rumah sakit yang dapat menjadi kebanggaan nasional serta mendorong pertumbuhan sektor kesehatan di Indonesia.