Main Agenda: Profil Nanik S Deyang, Kepala BGN Baru Pengganti Dadan Hindayana
Profil Nanik S Deyang, Kepala BGN Baru Pengganti Dadan Hindayana
Main Agenda - Dalam upaya mengisi posisi strategis di lingkaran pemerintahan, Presiden Prabowo Subianto melakukan pengangkatan Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Nanik menggantikan Dadan Hindayana yang sebelumnya menjabat sebagai kepala lembaga tersebut. Pengumuman resmi dibuat oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi pada sebuah konferensi pers yang digelar di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/6/2026). Prasetyo menjelaskan bahwa proses pemecatan dan perekrutan kepala serta wakil kepala BGN telah melalui evaluasi yang berlangsung hampir selama 1,5 tahun.
Proses Pemilihan Nanik sebagai Kepala BGN
Pelantikan Nanik sebagai Kepala BGN diumumkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 152/TPA Tahun 2025. Keputusan ini mencakup pemberhentian dari jabatan pimpinan tinggi utama dan madya, serta pengangkatan ke dalam jabatan pimpinan tinggi utama di lingkungan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Selain itu, Nanik juga dilantik bersama Sony Sanjaya sebagai Wakil Kepala BGN. Langkah ini menunjukkan peran pentingnya dalam memimpin lembaga yang bertugas mengelola kebijakan gizi nasional.
"Pencopotan dan pengangkatan kepala serta wakil kepala BGN telah melalui evaluasi selama hampir 1,5 tahun," ujar Prasetyo Hadi saat konferensi pers.
Latar Belakang Profesional Nanik S Deyang
Nanik Sudaryati Deyang, lahir di Madiun pada 3 Januari 1968, memiliki karier yang dimulai di dunia jurnalistik. Ia bergabung dengan Tabloid Bangkit, salah satu media yang merupakan bagian dari kelompok Kompas Gramedia, dan secara perlahan meraih peran penting dalam Kelompok Media Peluang (KMP). Menurut Data Pers 2014, Nanik pernah menjabat sebagai Pemimpin Umum di percetakan majalah Femme, Direktur Utama tabloid Info Kecantikan, serta Komisaris di sejumlah media seperti The Politic, Peluang Usaha, dan Info Kuliner.
Berbeda dengan kehidupan profesionalnya yang diarahkan ke bidang media, Nanik juga aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. Ia menjadi Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), sebuah lembaga yang didirikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Fungsi Yayasan GSN melibatkan pengembangan program sosial dan keterlibatan masyarakat dalam berbagai isu kebijakan nasional.
Peran Nanik dalam Pilpres 2019
Sebelum menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik sempat diberi tugas oleh Presiden Prabowo dalam menyongsong Pemilihan Presiden 2019. Ia ditugaskan sebagai Wakil Ketua Badan Kemenangan Nasional Koalisi Adil Makmur, sebuah lembaga yang mendukung pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Perannya dalam kampanye ini menunjukkan keterlibatannya dalam kegiatan strategis yang berdampak pada pembentukan kebijakan publik.
Namun, sebelum mengambil alih jabatan utama di BGN, Nanik juga sempat diberi kesempatan untuk menangani isu kemiskinan di Indonesia. Ia menjabat sebagai Wakil I Ketua Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, yang menandai kontribusi sosialnya di luar bidang media. Meski telah menyelesaikan tugas tersebut, Prabowo memutuskan mengangkat Nanik ke posisi baru, yang diberikan melalui proses formal di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (17/9/2025).
Keterlibatan dalam Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet
Nama Nanik S Deyang sempat menjadi sorotan publik pada tahun 2018, saat kasus hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet di Bandung mencuat. Nanik beberapa kali dipanggil oleh Polda Metro Jaya untuk memberikan keterangan sebagai bagian dari penyelidikan. Meski tidak langsung terlibat dalam kejadian tersebut, keterlibatannya dalam media membuat nama Nanik menjadi objek perdebatan dalam masyarakat.
Kasus ini menunjukkan bahwa Nanik memiliki reputasi yang cukup kuat dalam dunia media, sekaligus menarik perhatian terhadap perannya sebagai pengambil kebijakan. Meski sempat dijatuhkan dalam lingkaran publik, ia tetap aktif dalam kegiatan konsultatif dan pemberdayaan masyarakat.
Jabatan Tambahan dan Kontribusi di Berbagai Sektor
Di samping jabatan di BGN, Nanik juga menjabat sebagai Komisaris di PT Pertamina (Persero). Penunjukan ini berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2024, yang digelar pada Kamis (12/6/2025). Posisi di Pertamina menunjukkan keahlian Nanik dalam manajemen dan strategi bisnis, yang bisa menjadi tambahan kekuatan bagi BGN dalam mencapai tujuannya.
Sebagai individu yang memiliki pengalaman luas di berbagai sektor, Nanik dikenal sebagai tokoh yang mampu menggabungkan kompetensi dalam bidang jurnalistik, politik, dan kebijakan sosial. Karier yang dimulai dari media massa hingga posisi strategis di lembaga kebijakan nasional menunjukkan bahwa ia memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan memimpin dalam berbagai dinamika.
Dengan perekrutan Nanik sebagai Kepala BGN, Presiden Prabowo menunjukkan komitmen untuk menghadirkan perwakilan yang kompeten dalam mengelola isu gizi dan kesehatan masyarakat. Pemilihan ini menggabungkan kualifikasi profesional dan pengalaman praktis dalam membangun kebijakan yang berdampak luas. Nanik diharapkan dapat mengemban tugas dengan baik, terutama dalam menghadapi tantangan yang dihadapi oleh BGN di era baru.
Pelantikan Nanik sebagai Kepala BGN tidak hanya menandai perubahan administratif, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur pemerintahan dalam menghadapi isu-isu kritis di masyarakat. Ia dianggap mampu menggabungkan keterampilan dalam komunikasi, manajemen, dan kebijakan untuk menghasilkan strategi yang efektif. Keberhasilan pembangunan dan pengentasan kemiskinan di masa lalu menjadi fondasi untuk tugas baru yang lebih kompleks di masa depan.