eksplorasiindonesia.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Discussion: Bandara Husein Sastranegara Dibuka lagi September 2026, Kemenhub Tetap Optimalkan Kertajati

Published Juni 29, 2026 · Updated Juni 29, 2026 · By Talia Aryani

Bandara Husein Sastranegara Kembali Beroperasi di September 2026, Kemenhub Tetap Prioritaskan Pengembangan Kertajati

Key Discussion - Di tengah perubahan struktur transportasi udara nasional, Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat, akan kembali melayani penerbangan komersial pada 17 September 2026. Langkah ini diumumkan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebagai bagian dari strategi pengembangan bandara-bandara di Indonesia. Meski Husein Sastranegara akan dibuka kembali, Kemenhub menegaskan bahwa pengembangan Bandara Internasional Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, tetap menjadi prioritas utama dalam menunjang sistem transportasi udara nasional.

Pengembangan Kertajati sebagai Pusat Industri Aviasi

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menjelaskan bahwa pembukaan kembali Husein Sastranegara tidak akan mengubah fokus pemerintah dalam mengoptimalkan Kertajati sebagai pusat kegiatan industri penerbangan. Menurutnya, bandara ini dirancang untuk menjadi hub utama yang tidak hanya mengakomodasi penerbangan penumpang tetapi juga aktivitas sektor aviasi lainnya. "Kita fokusnya supaya bandara itu bisa beroperasi secara optimal," tambah Dudy dalam pernyataannya yang dikutip Senin (29/6/2026).

"Di sana tidak hanya penerbangan, tapi juga kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan penerbangan, seperti maintenance dan sebagainya itu kita dorong supaya bisa memanfaatkan Bandara Kertajati," kata Dudy.

Dudy menjelaskan bahwa strategi pengembangan Kertajati mencakup berbagai aspek, termasuk peningkatan fasilitas perawatan pesawat atau Maintenance, Repair and Overhaul (MRO). Pemerintah berharap bandara ini menjadi salah satu pusat industri MRO di Indonesia, yang akan mendukung operasional pesawat secara lebih efisien. Saat ini, perusahaan penerbangan GMF AeroAsia sudah melakukan kegiatan perawatan pesawat di Kertajati, menunjukkan langkah awal dalam memperkuat peran bandara tersebut sebagai sentra penerbangan.

Kolaborasi dengan Pabrikan Amerika untuk Perawatan Hercules

Menurut Dudy, pengembangan Kertajati tidak hanya terbatas pada layanan penerbangan penumpang. Kementerian Pertahanan juga sedang menjajaki rencana untuk menjadikan bandara ini sebagai lokasi fasilitas perawatan pesawat angkut Hercules. Menurutnya, pembicaraan ini dilakukan secara bersamaan dengan pihak produsen pesawat asal Amerika Serikat, dengan harapan dapat meningkatkan kapasitas pelayanan di bandara tersebut.

"Kemudian dari Kementerian Pertahanan memang ada pembicaraan dengan pihak pabrikan Amerika untuk perawatan pesawat Hercules. Kita terbuka apa saja yang berkaitan dengan optimalisasi Bandara Kertajati," ujarnya.

Jika rencana ini terealisasi, proyek perawatan Hercules akan menjadi peningkatan fungsi Kertajati sebagai bandara multifungsi. Selain itu, Dudy menekankan bahwa MRO menjadi salah satu elemen kritis dalam meningkatkan ketergantungan industri penerbangan Indonesia terhadap pengembangan infrastruktur nasional. Dengan fasilitas MRO yang lengkap, Kertajati diharapkan mampu menarik investasi dan meningkatkan pertumbuhan sektor penerbangan di Jawa Barat.

Latar Belakang dan Persiapan Pembukaan Husein Sastranegara

Pembukaan kembali Bandara Husein Sastranegara pada 17 September 2026 merupakan hasil dari relokasi seluruh penerbangan berjadwal ke Kertajati selama hampir tiga tahun. Dalam masa ini, Husein Sastranegara sementara berfungsi sebagai bandara untuk penerbangan militer dan kebutuhan darurat. Kemenhub bersama pengelola bandara akan memastikan bahwa semua sarana dan prasarana, termasuk terminal penumpang, siap mengakomodasi pesawat jet dan menambah jumlah pengguna jasa yang lebih besar.

Mengenai sarana dan prasarana, Dudy menegaskan bahwa pihaknya sedang melakukan peningkatan infrastruktur di Kertajati, termasuk pengembangan runway dan terminal. Dia juga menyebutkan bahwa pembukaan Husein Sastranegara akan menjadi titik balik dalam menyelaraskan fungsi kedua bandara tersebut. Bandara Husein Sastranegara akan tetap berperan sebagai bandara pendukung, sementara Kertajati menjadi pusat utama yang beroperasi secara maksimal.

Manfaat Strategis untuk Ketergantungan Penerbangan Nasional

Langkah pembukaan kembali Husein Sastranegara dianggap sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menyeimbangkan kebutuhan penerbangan nasional di berbagai wilayah. Dudy menyatakan bahwa Kertajati dan Husein Sastranegara akan saling melengkapi, sehingga memastikan ketersediaan penerbangan untuk masyarakat Bandung dan sekitarnya. Dengan adanya Kertajati yang beroperasi optimal, Bandung tidak akan kehilangan akses ke bandara, terutama dalam konteks pertumbuhan ekonomi dan keterhubungan regional.

Kemenhub juga berharap Kertajati menjadi contoh sukses dalam mengembangkan bandara berbasis teknologi dan industri. "Kita ingin Kertajati menjadi pusat kegiatan yang tidak hanya melayani penerbangan tetapi juga mendukung pertumbuhan industri penerbangan secara menyeluruh," tambah Dudy. Dengan perawatan pesawat Hercules dan kehadiran perusahaan penerbangan besar, Kertajati diprediksi akan menjadi lokasi strategis untuk investasi dan pemerintahan keberlanjutan.

Target Peningkatan Fungsi Bandara Kertajati

Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa Kertajati akan terus dikembangkan hingga mencapai standar internasional. Selain MRO, bandara ini juga akan menjadi tempat pengembangan fasilitas pemerintahan, pendidikan, dan ekonomi lokal. "Pengembangan bandara ini bukan hanya untuk penerbangan, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup warga sekitar melalui lapangan kerja dan akses ke berbagai layanan," jelasnya.

Sebagai bandara baru yang diresmikan pada 2021, Kertajati telah menunjukkan potensi besar dalam memenuhi kebutuhan transportasi udara Jawa Barat. Dengan kehadiran MRO, bandara ini bisa menjadi penggerak industri aviasi lokal yang berdaya saing. Selain itu, proyek pengembangan Hercules akan memperkuat posisi Kertajati dalam mendukung sektor pertahanan Indonesia.

Dengan strategi ini, Kemenhub mengharapkan bahwa Kertajati akan menjadi pusat kegiatan utama di Indonesia, sementara Husein Sastranegara berperan sebagai bandara pendukung. Pengembangan ini dianggap penting dalam memastikan bahwa sistem transportasi udara nasional tetap seimbang, khususnya untuk memenu