Kebakaran TPA Jatiwaringin Baru Padam 40% – BNPB Kerahkan 4 Heli Water Bombing

01b60d00-c2af-4985-8f38-878c4fa1dcae-0

Kebakaran TPA Jatiwaringin Baru Padam 40%, BNPB Kerahkan 4 Heli Water Bombing

Kebakaran TPA Jatiwaringin Baru Padam 40 – Sebuah kebakaran yang terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin Baru, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, masih dalam proses pemadaman. Menurut informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga saat ini sekitar 40 persen area yang terbakar telah berhasil dikendalikan dan dipadamkan. Pemadaman terus dilakukan melalui jalur darat serta udara, meski sebagian besar wilayah TPA belum sepenuhnya basah. Berdasarkan pernyataan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, upaya memadamkan api masih berlangsung intensif untuk 60 persen area yang belum teratasi.

“Saat ini 40 persen dari daerah terbakar sudah padam dan dilakukan pendinginan, upaya pemadaman melalui jalur darat maupun jalur udara masih dilakukan untuk 60% daerah terbakar yang masih belum padam meski sudah bisa dikendalikan,” ujar Abdul Muhari dalam keterangannya, Minggu (5/7/2026).

BNPB telah melakukan penambahan kekuatan dalam operasi pemadaman. Saat ini, dua helikopter water bombing sudah terlibat dalam upaya memutus api. Jumlahnya akan bertambah menjadi empat helikopter hari ini, yang akan direposisi untuk mempercepat proses pemadaman. “BNPB akan menambah 2 unit heli water bombing, sehingga total menjadi 4 unit, yang akan direposisi besok untuk mempercepat upaya pemadaman,” tambah Abdul.

Kebakaran di TPA Jatiwaringin Baru telah berlangsung selama sekitar seminggu, sejak Selasa (30/6) lalu. Luasan wilayah yang terbakar mencapai 15 hektare, sehingga Pemerintah Kabupaten Tangerang menetapkan status tanggap darurat. Penetapan ini dilakukan untuk mengurangi risiko kerusakan lebih lanjut dan memastikan keamanan warga sekitar. Kebakaran yang terjadi di area pemrosesan sampah tersebut sempat memicu kekhawatiran terhadap kondisi lingkungan sekitar.

Dalam upaya mengurangi dampak dari asap yang dihasilkan kebakaran, sebanyak 232 jiwa mengungsi. Lokasi pengungsian ditetapkan di Balai Desa Tanjakan Mekar sebagai langkah antisipasi. “232 jiwa mengungsi ke Balai Desa Tanjakan Mekar untuk menghindari dampak buruk asap pekat kebakaran,” kata Abdul Muhari. Ia menjelaskan bahwa dari jumlah tersebut, terdapat 60 anak-anak, 7 lansia, 1 ibu hamil, 26 balita, dan satu penyandang disabilitas yang diungsikan.

BNPB terus memantau perkembangan situasi di lokasi kebakaran. Pemadaman api terutama difokuskan pada area yang masih mengalami kobaran api. Para petugas kebakaran juga berupaya memastikan tidak ada penyebaran api ke wilayah sekitar, termasuk desa-desa di sekitar TPA Jatiwaringin Baru. Selain itu, operasi penanggulangan juga mencakup evakuasi kendaraan dan peralatan yang terdampak, serta penegakan tata krama di sekitar lokasi.

TPA Jatiwaringin Baru merupakan salah satu tempat pemrosesan sampah yang menjadi pusat pengelolaan limbah di wilayah Kabupaten Tangerang. Kebakaran yang terjadi di sana tidak hanya mengancam keselamatan lingkungan, tetapi juga mengganggu aktivitas sehari-hari warga sekitar. Jumlah pengungsi yang mencapai 232 orang menunjukkan tingkat keparahan yang signifikan dari insiden tersebut.

“Saat ini 40 persen dari daerah terbakar sudah padam dan dilakukan pendinginan, upaya pemadaman melalui jalur darat maupun jalur udara masih dilakukan untuk 60% daerah terbakar yang masih belum padam meski sudah bisa dikendalikan,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya, Minggu (5/7/2026).

BNPB memberikan penjelasan bahwa penambahan dua unit helikopter water bombing akan meningkatkan efektivitas operasi pemadaman. Dengan penambahan tersebut, total helikopter yang digunakan dalam upaya mengatasi api akan menjadi empat. Helikopter ini didatangkan untuk menjangkau area yang lebih luas dan mencegah pemadaman yang lambat. Selain itu, tim darat juga terus bekerja keras untuk memastikan tidak ada wilayah lain yang terkena dampak.

Dalam situasi darurat, pemerintah setempat berupaya mempercepat respons. Dukungan dari BNPB menjadi salah satu langkah penting untuk memutus rantai api. TPA Jatiwaringin Baru berada di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, dan merupakan bagian dari sistem pengelolaan sampah yang kritis bagi masyarakat sekitar. Kebakaran yang terjadi di sana telah menyebabkan asap yang mengganggu pernapasan warga, termasuk yang berada di jarak jauh.

Para warga yang mengungsi menempati Balai Desa Tanjakan Mekar sambil menunggu kondisi kebakaran stabil. Mereka diberi tempat istirahat dan kebutuhan pokok hingga situasi kembali normal. “232 jiwa mengungsi ke Balai Desa Tanjakan Mekar untuk menghindari dampak buruk asap pekat kebakaran,” ujar Abdul Muhari. Ia menambahkan bahwa para pengungsi telah diimbau untuk tetap tenang dan mematuhi arahan petugas.

Operasi pemadaman dilakukan dengan berbagai strategi, termasuk penggunaan air dari helikopter dan sistem pendinginan untuk area yang sudah padam. Meski api masih menyebar, para petugas memastikan pergerakan api dapat dikendalikan. BNPB juga memberikan koordinasi dengan pihak terkait untuk menjamin ketersediaan alat dan sumber daya dalam mengatasi kebakaran tersebut.

Dalam rangka mengurangi risiko, pemerintah daerah dan BNPB melakukan survei terhadap kondisi TPA dan sekitarnya. Sejumlah titik rawan dan potensi penyebaran api dianalisis untuk memperkuat rencana pemadaman. Kebakaran ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat dan pemerintah untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah, terutama di daerah-daerah dengan area pemrosesan yang luas.

BNPB memberikan penjelasan bahwa setelah dua helikopter water bombing ditambah, kecepatan pemadaman akan meningkat. Helikopter-helikopter tersebut dioperasikan secara berkelanjutan untuk menutupi area yang masih mengalami api. Dengan dukungan dari berbagai pihak, harapan besar dimiliki agar api dapat dipadamkan dalam waktu dekat. Pemadaman yang berhasil dilakukan hingga 40 persen menunjukkan kemajuan dalam upaya penanggulangan, tetapi masih ada tantangan yang harus diatasi.

TKP kebakaran juga menjadi fokus perhatian dari media dan masyarakat. Berbagai upaya dilakukan untuk memutus penyebaran api dan memastikan warga tetap aman. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa koordinasi antarinstansi menjadi kunci dalam mengatasi kebakaran ini. “BNPB akan menambah 2 unit heli water bombing, sehingga total menjadi 4 unit, yang akan direposisi besok untuk mempercepat upaya pemadaman,” ujar dia.

Dalam beberapa hari terakhir, cuaca berpengaruh terhadap kecepatan pemadaman. Meski hujan turun, dampaknya tidak begitu signifikan untuk memadamkan api secara total. Namun, hujan berpotensi mengurangi intensitas api dan membantu dalam pendinginan. Selain itu, keterlibatan masyarakat sekitar dalam mengawasi kondisi