Hasil Pertemuan: Demi Selat Hormuz, PBB Hari Ini Akan Putuskan Pengerahan Kekuatan Militer untuk Keroyok Iran

37700 prabowo pidato di sidang umum pbb prabowo subianto prabowo di sidang umum pbb

Dewan Keamanan PBB akan Memutuskan Pengerahan Kekuatan Militer untuk Membuka Selat Hormuz

Hari ini, Jumat (3/4/2026), Dewan Keamanan PBB akan melakukan pemungutan suara mengenai resolusi yang menargetkan penggunaan kekuatan militer untuk mengamankan jalur perdagangan di Selat Hormuz. Resolusi ini disusun oleh Bahrain, negara yang saat ini memimpin lembaga tersebut, dengan tujuan memastikan akses internasional terhadap jalur minyak yang menjadi sentral ekonomi global.

Keputusan yang Memerlukan Dukungan Minimal 9 Anggota

Persetujuan resolusi ini membutuhkan setidaknya sembilan suara dari 15 anggota Dewan Keamanan. Pentingnya dukungan tersebut karena kelima anggota tetap PBB—Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, Inggris, dan Prancis—tidak boleh mengajukan veto. Jika resolusi diterima, Iran akan terpaksa menghadapi operasi militer bersama dari negara-negara anggota PBB.

Bahrain mengusulkan penggunaan “segala sarana pertahanan” untuk membuka kembali jalur perdagangan yang kini ditutup oleh Iran. Draf resolusi ini diumumkan oleh Reuters, dan menurutnya, jalur tersebut mengangkut sekitar 20% minyak dunia. Dengan pengerahan kekuatan militer, akses perdagangan internasional di daerah tersebut diharapkan bisa dipulihkan.

“Kami menantikan kesatuan sikap dari dewan yang terhormat ini dalam pemungutan suara atas rancangan resolusi yang akan dilaksanakan besok, insyaallah,” kata Menteri Luar Negeri Bahrain, Abdullatif bin Rashid Al Zayani, pada hari Kamis.

Al Zayani menjelaskan bahwa tindakan Iran dalam mengendalikan Selat Hormuz secara ilegal dan sewenang-wenang telah mengganggu kepentingan dunia. Ia menegaskan bahwa respons yang tuntas diperlukan untuk menjamin kestabilan jalur perdagangan.

Dukungan dari Negara-Negara Arab dan Inggris

Resolusi Bahrain mendapatkan dukungan dari berbagai negara Arab, termasuk Liga Arab yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Ahmed Aboul Gheit. Aboul Gheit menyatakan bahwa anggota-anggota Liga Arab mendukung usulan Bahrain dalam upaya menjaga keamanan selat tersebut.

Sementara itu, Inggris mengadakan pertemuan dengan lebih dari 40 negara untuk membahas rencana pengerahan militer di Selat Hormuz. Negara tersebut juga memberikan dukungan terhadap resolusi yang diajukan Bahrain.

Perbedaan Pandangan dari Beberapa Negara

Duta Besar Tiongkok untuk PBB, Fu Chong, sebelumnya menolak penggunaan kekuatan militer untuk membuka Selat Hormuz. Ia menekankan bahwa pengerahan militer yang disetujui PBB hanya akan memperparah eskalasi konflik.

Dalam hal lain, mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mendesak NATO untuk mengirim kapal ke Selat Hormuz sebagai upaya memastikan keamanan transportasi dagang internasional.