Gunung Dukono Erupsi Pagi Ini – Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.300 Meter

dff12d26-b031-410c-a771-197161a922ff-0

Gunung Dukono Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.300 Meter

Gunung Dukono Erupsi Pagi – Sebuah kejadian alam yang memicu perhatian masyarakat terjadi di wilayah Maluku Utara, tepatnya di Gunung Dukono, pada Selasa (2/6/2026) pukul 07.55 WIT. Erupsi yang terjadi menghasilkan kolom abu vulkanik yang mencapai ketinggian sekitar 1.300 meter di atas puncak, atau 2.387 meter di atas permukaan laut. Aktivitas ini menunjukkan kekuatan vulkanik yang cukup signifikan, mengingat ketinggian abu yang dikeluarkan mencerminkan intensitas erupsi yang sedang berlangsung.

Deteksi Aktivitas Vulkanik dan Pemantauan oleh PVMBG

PVMBG, lembaga yang bertugas mengawasi fenomena vulkanik di Indonesia, mencatat bahwa erupsi Gunung Dukono terjadi secara tiba-tiba dan teramati melalui seismogram. Dalam pernyataannya, PVMBG menyebutkan bahwa kolom abu memiliki warna putih hingga kelabu dan intensitas tebal yang dominan mengarah ke arah timur. Selain itu, data seismik menunjukkan bahwa erupsi ini dicatat dengan amplitudo maksimum 34 mm dan durasi 43,67 detik, yang merupakan indikator kekuatan dan frekuensi guncangan yang dihasilkan.

“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maximum 34 mm dan durasi 43.67 detik,” tulis PVMBG dalam keterangan tertulisnya.

Erupsi Gunung Dukono pada hari itu juga menyebabkan ketegangan di sekitar area kawah. PVMBG mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas seperti mendaki atau mendekati Kawah Malupang Warirang dalam jarak 4 kilometer dari titik puncak. Tindakan ini dilakukan untuk meminimalkan risiko paparan abu vulkanik yang bisa berdampak pada kesehatan pernapasan.

Status Gunung Dukono Saat Ini

Saat ini, Gunung Dukono berada pada status Level II (Waspada), yang menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik masih dalam tingkat peringatan. Status ini diberikan berdasarkan pengamatan terhadap tingkat erupsi dan potensi risiko yang bisa terjadi dalam waktu dekat. PVMBG terus memantau kondisi Gunung Dukono dengan alat pengukur dan sensor seismik, serta memberikan informasi terkini kepada publik melalui media resmi.

Kawasan sekitar Gunung Dukono, khususnya di wilayah Desa Tiro, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, menjadi fokus perhatian. Pemerintah setempat, bersama dengan instansi terkait, terus menyiagakan penjagaan di area kawah untuk mencegah kecelakaan yang mungkin terjadi akibat abu vulkanik. Penggunaan masker atau penutup hidung dan mulut menjadi wajib bagi masyarakat yang berada di radius 4 kilometer dari titik erupsi.

“Maka masyarakat di sekitar Gunung Dukono diminta untuk selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan,” imbaunya.

Erupsi Gunung Dukono ini adalah bagian dari siklus vulkanik yang terjadi secara berkala. Sebelumnya, gunung berapi ini pernah menunjukkan aktivitas pada bulan April dan Mei 2026, tetapi kali ini, ketinggian abu mencapai rekor baru. Hal ini menunjukkan bahwa Gunung Dukono masih aktif dan bisa mengeluarkan abu vulkanik yang lebih besar dibandingkan sebelumnya.

Sejarah dan Karakteristik Gunung Dukono

Gunung Dukono terletak di Pulau Halmahera, Maluku Utara, dan merupakan salah satu gunung berapi yang aktif di Indonesia. Gunung ini memiliki sejarah erupsi yang tercatat sejak abad ke-18, dengan aktivitas vulkanik yang teratur setiap beberapa tahun. Berdasarkan data seismik dan pengamatan lapangan, Gunung Dukono tergolong dalam kategori vulkan yang mengeluarkan abu secara bertahap, namun bisa tiba-tiba meledak dengan kekuatan yang cukup besar.

Ketinggian kolom abu yang tercatat pada erupsi ini, yaitu 2.387 meter di atas permukaan laut, lebih tinggi daripada ketinggian erupsi sebelumnya. Hal ini memberikan indikasi bahwa Gunung Dukono sedang mengalami peningkatan tekanan di dalam magma, sehingga perlu diawasi lebih ketat. PVMBG mencatat bahwa aktivitas vulkanik Gunung Dukono terutama berkaitan dengan sistem magma yang terletak di bawah permukaan tanah, yang bisa memicu pelepasan gas dan material vulkanik secara tiba-tiba.

Kebutuhan Perlindungan dan Penyuluhan Masyarakat

Dalam upaya memastikan keselamatan masyarakat, PVMBG juga memberikan himbauan untuk tetap waspada terhadap perubahan kondisi di sekitar Gunung Dukono. Selain mengenai jarak aman, masyarakat diimbau untuk memperhatikan keadaan cuaca dan angin, karena arah semburan abu dapat memengaruhi area sekitar. PVMBG juga menyarankan agar masyarakat yang tinggal di dekat zona risiko mempersiapkan alat pelindung dan sumber daya darurat dalam jumlah yang memadai.

Erupsi Gunung Dukono ini tidak hanya berdampak pada kehidupan sehari-hari warga sekitar, tetapi juga bisa memengaruhi aktivitas ekonomi, seperti pertanian dan pariwisata. Karena kawah Gunung Dukono menjadi daya tarik bagi para pengunjung, penutupan area tersebut sementara waktu diperlukan untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Meski demikian, PVMBG menegaskan bahwa kejadian ini bukanlah bencana yang memicu evakuasi massal, melainkan peringatan dini untuk mengambil langkah pencegahan.

Peningkatan risiko abu vulkanik juga bisa berdampak pada kualitas udara dan lingkungan. Abu vulkanik mengandung partikel halus yang bisa terperangkap di atmosfer, menyebab