Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Periksa Kesehatan – Pengacara Ungkap Kondisinya

0a6d5f3c-53f3-4674-8d05-757ffe113ff8-0

Dokter Tifa Diperiksa Medis, Pengacara Terungkap Penyebab Kondisi Lemas

Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai – Jakarta, Jumat (19/6/2026), tersangka kasus pencemaran nama baik dan fitnah terkait ijazah Presiden ketujuh Republik Indonesia, Joko Widodo, Dokter Tifa harus menggunakan kursi roda setelah menjalani pemeriksaan medis di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Menurut pengacara Tifa, Refly Harun, kondisi klien tersebut memburuk akibat penyakit Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) yang kambuh. “Tadi yang saya katakan penyakit bawaan tadi, salah satunya GERD-nya kambuh gitu kan,” ujar Refly Harun di lokasi pemeriksaan.

Kondisi Kesehatan Tifa Dipengaruhi Faktor Fisik dan Psikologis

Refly menjelaskan bahwa GERD Tifa memburuk karena tidak makan sejak pagi hari dan menghadapi tekanan psikologis dari ujian disertasi. “Kenapa GERD-nya kambuh? Karena dia enggak makan dari pagi dan dia menghadapi stres yang tinggi karena ujian. Kan sebelumnya kan preparation ujian, dan kita pahami ujian kedokteran kan enggak kayak ilmu sosial kan. Jadi infrastrukturnya harus lengkap,” tambah Refly. Menurutnya, kondisi kesehatan Tifa memerlukan perawatan intensif, sehingga dokter merekomendasikan rawat inap.

“Jadi berdasarkan kondisi terakhir, maka kemudian dokter mengatakan rawat inap saja,” imbuh Refly.

Sebelumnya, Tifa terlihat menggunakan kursi roda dan dibopong untuk naik ke mobil Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Metro Jaya setelah selesai pemeriksaan kesehatan di RS Polri. Berdasarkan pengamatan, proses pemeriksaan berlangsung sekitar dua jam, di mana Tifa dan Roy Suryo diperiksa secara terpisah. Saat tiba di mobil, kondisi Tifa tampak lebih lemas dibandingkan saat tiba di instalasi medis. Dia harus duduk di kursi roda dan menyandarkan tubuhnya di bahu seorang perempuan.

Penyebab Penyakit Roy Suryo Disebut Umum di Indonesia

Dalam pemeriksaan yang sama, Refly juga mengungkapkan bahwa penyakit Roy Suryo cukup umum terjadi di masyarakat Indonesia. “Begini, kan enggak mungkin kita bicara sakit orang. Tapi sakitnya ya kurang lebih samalah dengan saya ya. Gitu,” kata Refly. Menurutnya, penyakit yang dialami Roy tidak terlalu serius, tetapi pengacara menyebut kondisi tersebut menjadi salah satu petunjuk dalam penyelidikan kasus yang sedang dihadapinya.

“Nah, itu gitu kuncinya, clue-nya gitu ya,” imbuh Refly.

Di tengah kerumunan awak media, Roy sempat meminta wartawan tidak menghalangi perjalanan Tifa. Sementara itu, Refly Harun terlihat ikut naik ke mobil yang sama. Mobil Dit Tahti Polda Metro Jaya belum meninggalkan area RS Polri, bergerak menuju Gedung Anton Soedjarwo yang biasa dipakai untuk pasien rawat inap. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi mengenai apakah Roy Suryo dan Dokter Tifa akan ditahan atau tidak.

Diketahui, kedua tersangka ditangkap penyidik Polda Metro Jaya pada Jumat pagi. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan. “Kasus ini sudah memenuhi syarat untuk ditindaklanjuti secara hukum,” ujar Imanuddin.

Pemeriksaan Medis Sebagai Bagian dari Proses Hukum

Dalam pemeriksaan kesehatan, Tifa dan Roy dianggap tidak mampu berjalan normal. Keduanya terlihat bergerak perlahan, dengan Tifa terus-menerus diangkat ke dalam kendaraan. Refly mengatakan bahwa penyakit yang diderita Tifa menjadi alasan utama untuk menunda proses penyidikan. “Karena kondisinya memburuk, maka diperlukan pemeriksaan lebih lanjut di ruang rawat inap,” jelas Refly.

“Karena sebelumnya kan preparation ujian, dan kita pahami ujian kedokteran kan enggak kayak ilmu sosial kan. Jadi infrastrukturnya harus lengkap,” tambah Refly.

Pemeriksaan kesehatan ini menunjukkan bahwa kondisi Tifa dan Roy bisa memengaruhi kelancaran proses hukum. Dalam beberapa jam, kedua tersangka mengalami perubahan yang signifikan. Tifa terlihat lebih terkulai, sementara Roy, meski masih mampu berjalan, tampak lelah. Refly memastikan bahwa kondisi kesehatan keduanya tidak mengganggu kemampuan mereka dalam menjalani persidangan.

Kebutuhan Pemeriksaan Lebih Lanjut dan Perkembangan Terbaru

Saat ini, mobil Dit Tahti Polda Metro Jaya masih berada di kawasan RS Polri. Meski belum ada keputusan resmi, kondisi Tifa yang memburuk menjadi indikasi bahwa penahanan akan dilakukan. “Karena hasil pemeriksaan menyatakan bahwa kondisi kesehatannya membutuhkan perawatan intensif, maka diperlukan pengawasan lebih ketat,” tutur Refly.

“Jadi ketika diperiksa, ‘Waduh tinggi sekali.’ Nah itu kemudian akhirnya, ‘Wah ini nggak bisa nih, harus rawat inap,'”

Kasus pencemaran nama baik dan fitnah yang menjerat Tifa dan Roy terkait dengan isu ijazah Jokowi. Keduanya dituduh menyebarkan informasi palsu yang merusak reputasi mantan presiden. Pemeriksaan kesehatan hari ini menjadi bagian dari upaya penyidik untuk memastikan kesehatan para tersangka selama proses penyidikan. Selain itu, pemeriksaan ini juga menjadi momentum untuk mengevaluasi apakah kondisi fisik mereka memengaruhi kemampuan berbicara atau menyampaikan pernyataan selama diperiksa.

Refly menyatakan bahwa pemeriksaan medis tidak hanya fokus pada penyakit fisik, tetapi juga mencakup dampak psikologis dari tekanan kasus hukum. “Karena perasaan sakit fisik dan stres mental bisa berdampak pada kejelasan dalam berbicara,” kata Refly. Ia menambahkan bahwa para penyidik telah memperhatikan kesehatan Tifa dan Roy sejak awal penyelidikan, karena keduanya berperan aktif dalam menyampaikan informasi.

Kondisi Tifa dan Roy Sebagai Bahan Evaluasi Penyidik

Dalam beberapa jam setelah pemeriksaan, kondisi Tifa dan Roy menjadi sorotan media. Refly menjelaskan bahwa Tifa membutuhkan istirahat yang cukup karena kondisi tubuhnya terguncang. “Pasien harus diberikan waktu untuk pemulihan agar mampu menjalani proses penyidikan secara optimal,” ujar Refly. Sementara itu, Roy Suryo tampak dapat berjalan, meski terlihat lelah setelah menempuh perjalanan dari rumah ke RS Polri.

“Karena sebelumnya kan preparation ujian, dan kita pahami ujian kedokteran kan enggak kayak ilmu sosial kan. Jadi infrastrukturnya harus lengkap,” imbuh Refly.

Menurut Refly, kondisi kesehatan Tifa dan Roy menjadi salah satu pertimbangan penyidik dalam menentukan langkah berikutnya. “Penyakit yang diderita keduanya bisa menjadi alasan untuk melanjutkan proses hukum dengan lebih hati-hati,” jelas Refly. Meski demikian, ia menegaskan bahwa penyakit mereka tidak mengurangi kemampuan mereka untuk menjalani pemeriksaan.

Kasus ini juga memperli