eksplorasiindonesia.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Daftar Harga BBM Pertamina Minggu 14 Juni 2026 – Cek Sebelum Bepergian

Published Juni 14, 2026 · Updated Juni 14, 2026 · By Karen Anderson

Daftar Harga BBM Pertamina Minggu 14 Juni 2026: Perubahan Tarif dan Wilayah Terdampak

Daftar Harga BBM Pertamina Minggu 14 Juni - Sebagai informasi terkini bagi pengguna kendaraan bermotor, Pertamina kembali mengumumkan daftar harga bahan bakar minyak (BBM) untuk minggu ini, 14 Juni 2026. Perubahan harga ini berlaku sejak Rabu, 10 Juni 2026, dan menjangkau berbagai wilayah Indonesia. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai perubahan harga BBM serta distribusi tarif di setiap daerah.

Kenaikan Harga BBM: Pertamax dan Pertamax Green 95

Menurut pengumuman dari Pertamina (Persero), terdapat dua jenis BBM yang mengalami kenaikan harga. Yakni Pertamax dan Pertamax Green 95. Kenaikan ini terjadi sebagai bagian dari penyesuaian harga yang dilakukan perusahaan. Dalam daftar harga terbaru, Pertamax untuk wilayah dengan PBBKB 5 persen—yang mencakup DKI Jakarta dan sekitarnya—dibandrol sebesar Rp16.250 per liter, naik dari sebelumnya Rp12.300 per liter. Sementara Pertamax Green 95 dijual dengan harga Rp17.000 per liter, meningkat dari Rp12.900 per liter sebelumnya.

"Kenaikan harga ini diatur berdasarkan kebijakan PBBKB, sehingga berdampak pada tarif BBM di berbagai provinsi," kata perwakilan Pertamina dalam pernyataan resmi.

Kelompok BBM Lain: Tidak Ada Perubahan Signifikan

Di sisi lain, beberapa jenis BBM tidak mengalami penyesuaian harga. Pertamax Turbo (RON 98) tetap dipasarkan dengan harga Rp20.750 per liter. Sementara Dexlite, yang merupakan BBM beroksigen, masih bertahan di level Rp23.000 per liter. Pertamina Dex, yang memiliki komponen bioethanol, juga tidak berubah dan dijual seharga Rp24.800 per liter. Untuk BBM subsidi, Pertalite tetap dijual dengan harga Rp10.000 per liter, sedangkan Bio Solar terus dipasarkan dengan Rp6.800 per liter.

Peningkatan harga Pertamax dan Pertamax Green 95 menunjukkan bahwa harga bahan bakar minyak terus berfluktuasi berdasarkan kebijakan pemerintah dan kondisi pasar. Meski kenaikan ini terjadi, pengguna BBM subsidi tetap mendapatkan harga yang relatif lebih murah dibandingkan jenis premium.

Kondisi Daerah: Tarif Berbeda Berdasarkan Wilayah

Distribusi harga BBM juga bervariasi tergantung lokasi. Berikut adalah tarif untuk berbagai provinsi di Indonesia:

  • Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau: Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp17.000, Pertamax Turbo Rp21.650, Dexlite Rp24.000, Pertamina Dex Rp25.900, Solar Rp6.800.
  • DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur: Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp16.250, Pertamax Turbo Rp20.750, Pertamax Green 95 Rp17.000, Dexlite Rp23.000, Pertamina Dex Rp24.800, Solar Rp6.800.
  • Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Lampung: Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp16.250, Pertamax Turbo Rp19.700, Dexlite Rp21.850, Pertamina Dex Rp23.550, Solar Rp6.800.
  • Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara: Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp16.650, Dexlite Rp23.500, Solar Rp6.800.
  • Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat: Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp16.650, Dexlite Rp23.500, Solar Rp6.800.
  • Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur: Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp16.250, Pertamax Turbo Rp20.750, Dexlite Rp23.000, Pertamina Dex Rp24.800, Solar Rp6.800.
  • Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara: Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp16.650, Dexlite Rp23.500, Solar Rp6.800.
  • Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan: Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp16.650, Dexlite Rp23.500, Solar Rp6.800.

Perbedaan tarif ini mencerminkan kebijakan regional yang diterapkan Pertamina untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di setiap daerah. Wilayah tertentu, seperti NTT, memiliki tarif tambahan untuk Biosolar Nonsubsidi yang mencapai Rp22.900 per liter. Hal ini berdampak pada biaya bahan bakar kendaraan, terutama bagi pengguna mobil dan sepeda motor.

Analisis Harga BBM dan Dampak bagi Pengguna

Peningkatan harga Pertamax dan Pertamax Green 95 menunjukkan bahwa perusahaan mengadopsi kebijakan harga yang lebih fleksibel. Perubahan ini bisa memengaruhi pengeluaran harian pengguna BBM, terutama bagi masyarakat yang mengandalkan kendaraan bermotor sebagai alat transportasi utama.

Berdasarkan data terbaru, harga Pertamax di wilayah DKI Jakarta tetap Rp16.250 per liter, sementara di Sumatera Barat harganya mencapai Rp17.000. Perbedaan ini mendorong pengguna untuk memperhatikan lokasi tempat pengisian bahan bakar. Untuk pengguna Pertamax Turbo, harga tetap Rp20.750 per liter di berbagai daerah, termasuk wilayah seperti Bali dan Kalimantan.

Sementara itu, Pertamina Dex tetap menjadi BBM premium yang paling mahal, dengan harga mencapai Rp25.900 per liter di Sumatera Barat dan Rp25.350 per liter di wilayah lain. Dexlite, yang merupakan BBM beroksigen, dipasarkan dengan harga antara Rp21.850 hingga Rp24.000 per liter, tergantung lokasi.

Kesiapan Pengguna Sebelum Bepergian

Sebelum melakukan perjalanan, pengguna BBM disarankan untuk memeriksa tarif terbaru agar tidak terkejut dengan kenaikan biaya. Pertamina memberikan informasi lengkap melalui laman resmi untuk memudahkan akses. Dengan memahami perbedaan harga antar daerah, pengguna dapat memilih tempat pengisian yang paling ekonomis.

Dalam beberapa wilayah, harga Pertamax dan Pertamax Turbo kembali diatur dengan perubahan yang mencerminkan kenaikan biaya produksi atau kebijakan pemerintah. Sementara harga Pertalite dan Bio Solar tetap stabil, menjaga akses bahan bakar terjangkau bagi masyarakat luas. Kebijakan ini juga membantu mengurangi beban pengeluaran bagi warga yang bergantung pada BBM subsidi.

Dengan kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green 95, pengguna kendaraan harus siap mengalokasikan anggaran lebih banyak untuk perjalanan jarak jauh. Namun, Pertamina Dex dan Dexlite tetap menjadi pilihan untuk kend