Kebijakan Baru: Bos OJK Ungkap Utang Pinjol Warga RI Nyaris Tembus Rp100 Triliun
Bos OJK Ungkap Utang Pinjol Warga RI Nyaris Tembus Rp100 Triliun
Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa pembiayaan terus meningkat, dengan total kredit daring hampir mencapai Rp100 triliun. Selain itu, OJK mencatat bahwa 9 dari 144 Perusahaan Pembiayaan belum memenuhi ketentuan ekuitas minimum sebesar Rp100 miliar, sementara 9 dari 95 Penyelenggara Pinjaman Daring (Pindar) juga belum memenuhi syarat ekuitas minimum Rp12,5 miliar.
Perusahaan Pembiayaan dan Penyelenggara Pindar Sampaikan Rencana Tindak Lanjut
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, serta Lembaga Jasa Keuangan Lainnya, Agusman, menyatakan bahwa semua perusahaan pembiayaan dan penyelenggara Pindar yang tercatat telah mengirimkan rencana tindak lanjut kepada OJK. Rencana ini mencakup langkah-langkah untuk memenuhi target ekuitas minimum, seperti penambahan modal dari pemegang saham, mencari investor strategis, atau proses merger.
“Action plan tersebut antara lain melalui penambahan modal disetor oleh pemegang saham eksisting, mencari investor strategis, dan/atau upaya merger,” ujar Agusman.
Penurunan Risiko Kredit Macet
Dari segi kinerja, total piutang pembiayaan Perusahaan Pembiayaan (PP) meningkat sebesar 0,78% tahun ini, mencapai Rp508 triliun. Pertumbuhan ini didukung oleh kenaikan pembiayaan modal kerja sebesar 10,27% dibandingkan periode sebelumnya. Risiko kredit macet pada PP terjaga, dengan rasio Non Performing Financing (NPF) gross sebesar 2,72% (Januari 2025: 2,51%) dan NPF net 0,82% (Januari 2025: 0,77%).
Di sisi lain, industri Pinjaman Daring (Pindar) mencatatkan pertumbuhan yang lebih signifikan. Outstanding pembiayaan Pindar pada Desember 2025 meningkat 25,52% dibandingkan Desember 2024, mencapai Rp98,54 triliun. Tingkat risiko kredit macet secara agregat (TWP90) tetap stabil, berada di 4,38% (Desember 2025: 4,32%).
Produk terkait: IHSG Masih Tertekan, Bos OJK Soroti Konflik Timur Tengah. Gambas:Video CNBC
Next Article: Jelang Akhir Tahun Multifinance Makin Loyo, Pinjol Makin Kencang
