Viral Adik Sarwendah Tega Matikan Rezeki Ruben Onsu – Ini Faktanya!
Viral Adik Sarwendah Tega Matikan Rezeki Ruben Onsu, Ini Faktanya!
Viral Adik Sarwendah Tega Matikan Rezeki - JAKARTA, isu mengenai Wendy Lo, adik Sarwendah, kembali mencuri perhatian publik setelah Betrand Peto membagikan pengakuan mengejutkan di media sosial. Pernyataan tersebut memicu spekulasi bahwa Wendy Lo secara sengaja menghambat rezeki Ruben Onsu selama bertahun-tahun. Betrand menegaskan bahwa tindakan ini dilakukan secara konsisten, mengarah pada dugaan bahwa ada pihak tertentu yang memainkan peran kritis dalam mengganggu pendapatan sang ayah angkat.
Isu yang Memanas di Media Sosial
Betrand Peto, dalam unggahannya yang dikutip Minggu (14/6/2026), menulis, "Kalian selalu mengerahkan pendukung kalian untuk membenci ayah, katain ayah. Hampir dua tahun kalian selalu mematikan rezeki ayah." Kalimat ini menjadi bahan perdebatan di media sosial, di mana banyak pengguna internet mengaitkannya dengan dugaan bahwa Wendy Lo dan keluarga besar Sarwendah memainkan peran dalam mengurangi penghasilan Ruben Onsu.
Penjelasan Betrand Peto
Di balik isu yang viral, Betrand Peto menyampaikan bahwa ia sengaja tidak menyebutkan nama secara langsung dalam postingannya. Ia hanya menggunakan istilah 'tante' untuk merujuk pihak yang dianggapnya bertanggung jawab atas perlakuan tersebut. "Tante, stop ajakin orang-orang untuk benci ayah. Stop sok-sok jagoan seolah punya rahasia," tulis Betrand. Menurutnya, istilah tersebut dipilih karena ia ingin menjaga kerahasiaan sementara, meski akhirnya terpaksa mengungkap.
Betrand juga meminta 'tante' untuk menghentikan menyebarkan informasi yang ia anggap tidak akurat tentang Ruben Onsu. "Tante, stop ajakin orang-orang untuk benci ayah. Stop sok-sok jagoan seolah punya rahasia," tambahnya. Dalam postingan tersebut, ia menyoroti perbedaan sikap Ruben terhadap dirinya dan 'tante'. "Selama saya sama ayah dari dulu, ayah tidak pernah tampar atau pukul saya. Tapi kalau tante?" tulis Betrand, menunjukkan bahwa ia merasa Ruben Onsu lebih sabar dibandingkan dengan pihak yang dianggapnya menyebarkan fitnah.
Kisah Betrand dan Ruben Onsu
Betrand Peto, seorang anak yang diterima oleh Ruben Onsu sebagai ayah angkat, membagikan kisah pribadinya dalam unggahan tersebut. Ia mengatakan bahwa selama ini ia memilih diam dan menahan diri dari mengungkap hal-hal yang terjadi di sekitar Ruben. "Lupa? Banyak juga yang aku tahan-tahan dan tidak ceritakan," ujarnya. Penjelasan ini menggambarkan bahwa Betrand menjaga hubungannya dengan Ruben, meski secara diam-diam merasa tersakiti oleh tindakan pihak tertentu.
Di sisi lain, Ruben Onsu dituduh tidak membalas berbagai tudingan yang diterimanya. Betrand menyoroti bahwa Ruben sering kali membiarkan kejadian tersebut terjadi tanpa protes. "Ayah seolah-olah hina di mata kalian, manusia yang tidak tau terima kasih," tegas Betrand. Ini menunjukkan ketidakpuasan publik terhadap sikap Ruben yang, menurutnya, terlalu santai menghadapi serangan dari pihak tertentu.
Reaksi Publik dan Dugaan Penyebaran Informasi
Pernyataan Betrand menimbulkan reaksi beragam dari warganet. Beberapa mendukung tindakan ia mengungkap fakta, sementara yang lain menilai bahwa ia mungkin terlalu keras dalam mengkritik pihak yang disebut 'tante'. Namun, Betrand membantah bahwa ia hanya memberi peringatan, bukan menyebarkan informasi yang tidak benar. "Tante, stop ajakin orang-orang untuk benci ayah. Stop sok-sok jagoan seolah punya rahasia," ulangnya, menegaskan bahwa kejadian tersebut terjadi secara konsisten.
Menurut Betrand, tindakan 'tante' mengganggu kenyamanan Ruben Onsu dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Ia menilai bahwa ada kecenderungan untuk memperkeruh situasi, terutama saat Ruben sedang fokus pada urusan pribadinya. "Kalian selalu mengerahkan pendukung kalian untuk membenci ayah, katain ayah. Hampir dua tahun kalian selalu mematikan rezeki ayah," kembali ia tulis dalam unggahan yang sama, memperkuat argumennya.
Kontroversi dan Perbandingan Perilaku
Betrand juga membandingkan perlakuan Ruben Onsu terhadap dirinya dengan sikap 'tante' yang dianggapnya bersifat negatif. "Selama saya sama ayah dari dulu, ayah tidak pernah tampar atau pukul saya. Tapi kalau tante?" tulisnya. Hal ini menunjukkan bahwa Betrand merasa Ruben Onsu lebih adil dibandingkan dengan pihak yang menurutnya sering menyebarkan fitnah.
Dalam bagian akhir unggahannya, Betrand menyampaikan pesan tentang teguran Tuhan yang ia anggap telah diberikan kepada pihak yang terus menyerang Ruben. "Kenapa nggak terima sama teguran Tuhan? Yang katain ayah duluan siapa? Ayah seolah-olah hina di mata kalian, manusia yang tidak tau terima kasih," tegasnya. Ini menunjukkan bahwa Betrand menganggap ada kekuatan spiritual yang turut serta dalam memperbaiki situasi.
Analisis dan Dampak dari Isu Ini
Isu yang dibagikan Betrand Peto ini tidak hanya mengungkap ketegangan antara keluarga Sarwendah dan Ruben Onsu, tetapi juga memicu diskusi mengenai hubungan antara anak angkat dan keluarga asuh. Wendy Lo, sebagai adik Sarwendah, menjadi sorotan karena dianggap mengambil peran aktif dalam memperkeruh situasi. Namun, Betrand memilih untuk tidak menyebut nama secara eksplisit, agar tidak menyebarkan kontroversi lebih jauh.
Reaksi publik terhadap isu ini beragam. Sebagian besar warganet memahami bahwa Betrand mencoba membuka kisah yang selama ini tersembunyi, sementara sejumlah orang berpendapat bahwa ia mungkin terlalu sering mengkritik pihak tertentu. Meski demikian, Betrand tetap berpendapat bahwa ia hanya memberi peringatan, bukan menyalahkan secara langsung. "Kalian selalu mengerahkan pendukung kalian untuk membenci ayah, katain ayah. Hampir dua tahun kalian selalu mematikan rezeki ayah," tulisnya, yang kini menjadi bahan perdebatan.
Kontroversi ini menunjukkan betapa kompleksnya dinamika keluarga dalam konteks public relations. Betrand Peto, sebagai anak angkat yang sangat dekat dengan Ruben Onsu, mengungkapkan bahwa ia merasa dikhianati oleh pihak tertentu yang terus-menerus mengganggu reputasi sang ayah angkat. "Lupa? Banyak juga yang aku tahan-tahan dan tidak ceritakan," ungkapnya, menunjukkan bahwa ia mengambil keputusan untuk tidak mengung