Strategi Penting: POGI perkuat kolaborasi tingkatkan kesehatan ibu dan anak

fa4ebe75 278a 4198 a9b7 5b0f293f1d0c

POGI perkuat kolaborasi tingkatkan kesehatan ibu dan anak

Jakarta, POGI mengadakan rangkaian pertemuan penting pada 10–12 April 2026 di Shangri-La Hotel, Jakarta. Acara ini melibatkan pertemuan eksekutif dan perencanaan tindakan dari The Asia & Oceania Federation of Obstetrics & Gynaecology (AOFOG), menjadi wadah untuk memperkuat kerja sama lintas negara dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan, khususnya terkait kesehatan perempuan.

Kolaborasi sebagai kunci peningkatan kualitas layanan

Dalam keterangan resmi, Ketua Umum POGI, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp.OG(K), MPH, FRANZCOG (Hons), menekankan bahwa kerja sama antar organisasi profesional dan pemerintah merupakan faktor utama dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu serta anak. Ia menjelaskan bahwa forum ini menunjukkan komitmen nyata POGI untuk bekerja sama dengan AOFOG dalam mendorong peningkatan kesehatan reproduksi, baik di Indonesia maupun secara regional.

“Tantangan seperti stunting, kematian ibu dan bayi, hingga kanker serviks tidak bisa diatasi secara mudah. Kolaborasi kuat antara lembaga profesi dan pemerintah diperlukan untuk menyelesaikan isu-isu tersebut,” ujar Prof. Budi.

Keikutsertaan para ahli dari berbagai negara dalam forum ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman dan wawasan dalam menghadapi masalah klinis serta kebijakan kesehatan di setiap negara anggota. Secretary General AOFOG, Dr. Rohana Haththotuwa, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif POGI, termasuk program SPRIN, yang dinilainya sangat relevan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan perempuan.

SPRIN Fun Walk: Aktivitas untuk membangun kesadaran publik

Sebagai bagian dari rangkaian acara, SPRIN Fun Walk diadakan pada Minggu (12/4) yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan perempuan. Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk interaksi informal, sekaligus sarana untuk menyebarkan pesan tentang peran serta tanggung jawab bersama dalam memperkuat edukasi dan perlindungan kesehatan perempuan.

“Kegiatan kolaboratif seperti ini diharapkan mampu mendorong perubahan nyata, karena ketika kita mendidik perempuan, kita sesungguhnya sedang membangun bangsa,” ungkap Staf Khusus Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dra. Siti Nia Nurhasanah Sjarifudin.

SPRIN, gerakan nasional yang menjadi fokus POGI, dirancang untuk memperkuat tiga aspek utama: edukasi, layanan, dan perlindungan kesehatan perempuan di setiap tahap kehidupan. Melalui forum dan kegiatan serupa, POGI ingin menegaskan bahwa kesehatan perempuan adalah tanggung jawab bersama, sekaligus mendorong penerapan metode medis berbasis bukti di praktik klinis.