eksplorasiindonesia.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Solving Problems: Makan Jengkol Tak Cuma Bikin Bau Urine, Dokter Ingatkan Risiko Cedera Ginjal

Published Juni 20, 2026 · Updated Juni 20, 2026 · By Karen Hernandez

Makan Jengkol Tak Cuma Bikin Bau Urine, Risiko Cedera Ginjal Jadi Peringatan Medis

Solving Problems - Dokter spesialis umum, dr Tirta Mandira Hudhi, menyoroti bahwa konsumsi jengkol dalam jumlah berlebihan memiliki dampak yang lebih serius dibandingkan efek samping umum seperti aroma urine yang menyengat. Meski jengkol sering dikaitkan dengan bau urine, potensi cedera ginjal menjadi hal yang perlu diperhatikan secara lebih mendalam. Sebagai makanan populer di Indonesia, jengkol memang diminati karena rasa khasnya, namun berlebihan mengonsumsinya bisa mengancam kesehatan organ penting ini.

Kandungan Sulfur yang Berdampak pada Aroma Urine

Jengkol mengandung senyawa sulfur, terutama senyawa tiole, yang menjadi penyebab aroma urine menjadi terasa kuat setelah dikonsumsi. Hal ini berbeda dari bawang yang lebih banyak memengaruhi bau napas dan tubuh. Dr Tirta menjelaskan bahwa efek jengkol pada urine lebih dominan, sehingga mengonsumsinya dalam porsi besar bisa menyebabkan bau yang sangat mencolok.

"Jika kamu mengonsumsi jengkol terlalu banyak, aroma urine bisa menjadi sangat menyengat dan memicu kebingungan," kata dr Tirta, seperti dikutip Jumat (19/6/2026).

Risiko Kesehatan yang Tersembunyi di Balik Rasa Khas

Di samping aroma urine, konsumsi berlebihan jengkol bisa memicu masalah kesehatan lebih serius, khususnya pada sistem saluran kemih. Senyawa asam jengkolat, yang alami terdapat dalam biji jengkol, dapat membentuk kristal dalam saluran kemih. Kristal ini berpotensi menyumbat aliran urine, sehingga mengganggu fungsi ginjal.

Kondisi ini bisa memicu *acute kidney injury* (cedera ginjal akut), di mana ginjal mengalami penurunan kemampuan menyaring limbah dan cairan tubuh secara optimal. Efeknya bisa sangat berbahaya jika tidak segera diatasi, karena limbah beracun bisa menumpuk di tubuh dan mengganggu organ lainnya. Dr Tirta menekankan bahwa cedera ginjal akut termasuk gangguan medis yang memerlukan perawatan intensif.

Bagaimana Asam Jengkolat Bisa Merusak Ginjal?

Asam jengkolat adalah zat yang mengendap di saluran kemih saat kadar di tubuh meningkat. Proses ini serupa dengan pembentukan batu ginjal, meski terjadi secara lebih cepat. Kristal yang terbentuk bisa menyebabkan peradangan atau iritasi, yang memicu gangguan fungsi ginjal. Risiko ini lebih tinggi pada orang dengan kebiasaan makan jengkol dalam jumlah besar atau yang mengalami penyakit ginjal sebelumnya.

Dokter memperingatkan bahwa porsinya tidak boleh diabaikan. Jika konsumsi berkelanjutan, kristal asam jengkolat bisa menumpuk di saluran kemih, menyebabkan inflamasi atau bahkan menyumbat aliran urine. Hal ini berpotensi memicu kegagalan ginjal secara mendadak, yang merupakan kondisi kritis dan sering disebut *acute kidney injury*.

Pencegahan dengan Porsi Terkontrol dan Asupan Cairan

Untuk mencegah risiko tersebut, dr Tirta menyarankan masyarakat agar bijak dalam memilih porsi jengkol. Menikmati makanan favorit tidak menjadi masalah selama tidak berlebihan. Selain itu, menjaga asupan cairan seperti air putih sangat penting. Cairan membantu mengencerkan zat-zat yang terkandung dalam jengkol, memudahkan pengeluarannya melalui urine dan mengurangi risiko penyumbatan.

Masyarakat yang memiliki riwayat gangguan saluran kemih atau penyakit ginjal perlu lebih waspada. Mereka disarankan untuk membatasi konsumsi jengkol atau mengonsumsinya dengan hati-hati. Perlu juga diperhatikan frekuensi konsumsi, terutama jika mengalami gejala seperti nyeri saat buang air kecil atau kelelahan yang tidak terduga.

Manfaat dan Dampak Jengkol pada Tubuh

Sebagai makanan yang kaya akan protein dan serat, jengkol tetap memiliki nilai gizi. Namun, konsumsi berlebihan bisa mengganggu keseimbangan nutrisi. Senyawa sulfur dalam jengkol juga berperan dalam mempercepat metabolisme, tetapi jika terlalu tinggi, bisa mengurangi fungsi ginjal. Pada orang sehat, efek ini mungkin tidak terlalu signifikan, tetapi pada penderita penyakit kronis, risiko meningkat.

dr Tirta menambahkan bahwa cedera ginjal akut bisa terjadi bahkan dalam waktu singkat, seperti 24 jam setelah mengonsumsi jengkol dalam porsi besar. Gejala awal yang sering muncul termasuk rasa lelah, perubahan warna urine, dan penurunan jumlah urine. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini bisa berkembang menjadi penyakit ginjal kronis.

Peringatan untuk Pemakan Jengkol Secara Rutin

Bagi mereka yang rutin mengonsumsi jengkol, penting untuk memantau kebiasaan tersebut. Dr Tirta menekankan bahwa jengkol memiliki rasa yang ketagihan, tetapi tidak boleh dikonsumsi tanpa memperhatikan efek jangka panjang. Dengan menyesuaikan porsi dan mengonsumsinya secara teratur, risiko cedera ginjal bisa diminimalkan.

Sebagai influencer kesehatan, dr Tirta juga memberikan saran untuk mengonsumsi jengkol dalam jumlah yang seimbang. Ia menyarankan untuk menggabungkan jengkol dengan makanan lain yang kaya air, seperti sayur atau buah, agar memudahkan proses ekskresi. Selain itu, menghindari konsumsi jengkol saat sedang mengalami dehidrasi atau kurang minum air juga bisa menjadi langkah pencegahan.

Mengapa Cedera Ginjal Akut Perlu Diwaspadai?

Cedera ginjal akut bukanlah kondisi yang bisa dianggap remeh. Fungsi ginjal yang terganggu bisa menyebabkan akumulasi racun di darah, yang berdampak pada berbagai organ tubuh, termasuk jantung, paru-paru, dan otak. Hal ini bisa memicu komplikasi seperti hipertensi, kelelahan, atau bahkan koma. Dengan memahami mekanisme kerja jengkol, masyarakat bisa mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat.

dr Tirta juga menyoroti bahwa efek jengkol tergantung pada faktor individu, seperti kadar protein dalam tubuh dan kemampuan ginjal menyerap zat-zat tersebut. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk memeriksa kondisi kesehatan sebelum mengonsumsi jengkol secara berlebihan. Konsultasi dengan dokter sebelum mengubah pola makan bisa menjadi langkah penting untuk mencegah risiko serius.

Langkah Sederhana untuk Menikmati Jengkol dengan Aman

Dengan memahami dampak konsumsi jengkol, masyarakat dapat menikmati makanan tersebut tanpa khawatir mengganggu kesehatan. Penting untuk mengonsumsi jengkol dengan porsi yang terukur, terutama bagi penderita penyakit saluran kemih atau ginjal. Selain itu, menjaga asupan air putih dan menghindari konsumsi berlebihan saat sedang menderita penyakit tertentu bisa menjadi langkah sederhana yang efektif.

Dokter mengingatkan bahwa kebiasaan makan jengkol tidak harus dihindari, tetapi perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Dengan kesadaran akan risiko yang ada, jengkol tetap bisa menjadi bagian dari diet seimbang tanpa mengganggu fungsi organ penting. Masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa kelezatan jengkol harus diimbangi dengan kewaspadaan terhadap efek samping yang mungkin terjadi.

Kesadaran ini menjadi semakin penting di tengah masyarakat yang semakin menggemari makanan pedas dan beraroma k