Solution For: Ruben Onsu Bikin Pangling Tampil Brewokan Sepulang Umrah
Ruben Onsu Kembali dari Umrah ke Empat, Tampil Brewokan Jadi Sorotan
Solution For – Presenter Ruben Onsu baru saja menyelesaikan perjalanan umrah yang keempat setelah memeluk agama Islam. Kali ini, ia memperlihatkan penampilan yang berbeda dari biasanya, khususnya dengan tampil brewokan. Hal tersebut langsung menjadi perbincangan publik saat ia ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, beberapa hari lalu. Meski tampak lelah akibat perjalanan jauh, Ruben tetap menjawab pertanyaan awak media dengan ramah dan antusias.
Penampilan Baru yang Memicu Perbincangan
Dalam wawancara, Ruben menjelaskan bahwa pertumbuhan janggutnya tidak disengaja. Ia mengatakan bahwa selama di Tanah Suci, aktivitas sehari-harinya lebih fokus pada kekhusyukan ibadah, sehingga jarang menghabiskan waktu untuk merapikan penampilan. “Gue nggak sengaja, ya, tiga hari nggak dicukur juga udah segini. Udah banyak, cuma karena ini umrah, jadi nggak usah dikerok-kerok deh. Entar sampai rumah baru kerok lagi,” ujar Ruben Onsu.
Sebagai ayah tiga anak, Ruben mengakui bahwa perubahan penampilan ini terjadi secara alami. Ia menjelaskan bahwa rutinitas ibadah di Makkah dan Madinah membuatnya tidak sempat mengurus rambut dan wajah. “Di sana waktunya mepet. Gue cuma kamar, Masjidil Haram, kamar, Masjidil Haram, gitu-gitu. Jadi nggak mikirin penampilan,” tambahnya. Meski terlihat berbeda, ia tetap mempertahankan sikap santun dan menyenangkan saat berinteraksi dengan para jurnalis.
Kesibukan Ibadah yang Mengubah Rutinitas
Ruben menekankan bahwa ibadah umrah kali ini lebih intensif dibandingkan sebelumnya. Ia mengungkapkan bahwa jadwal shalat dan doa sangat padat, sehingga kegiatan sehari-hari hanya terbatas pada ibadah dan istirahat singkat. “Di sana, setiap saat harus bergerak. Gue nggak sempat untuk jalan-jalan ke tempat lain. Hanya shalat dan kembali ke kamar, lalu ulangi lagi,” jelasnya.
Kondisi ini membuat Ruben lebih fokus pada pengalaman spiritual selama perjalanan. Ia tidak hanya mengikuti ritual umrah secara rapi, tetapi juga menghabiskan waktu berdiskusi dengan orang-orang beriman. “Jadi nggak hanya sekadar mengikuti jadwal, tapi juga merasakan keberkahan dari setiap langkah,” ucapnya. Bagi Ruben, umrah bukan hanya tentang mengunjungi tempat suci, tetapi juga tentang menyelaraskan diri dengan prinsip-prinsip keagamaan.
Kondisi Cuaca yang Menantang
Bukan hanya kekhusyukan ibadah yang membuat Ruben berbeda, tetapi juga tantangan cuaca yang dialaminya di Arab Saudi. Ia mengungkapkan bahwa suhu di sana mencapai 50 derajat Celcius, terutama saat melaksanakan salat Jumat. “Mantap! Salat Jumat di sana mencapai 50 derajat. Handphone pun nggak bisa kepegang, baru keluarin berapa menit langsung panas,” kenangnya.
Ruben tidak menyangkal bahwa panas ekstrem ini memengaruhi kegiatan sehari-harinya. Namun, ia memilih untuk pasrah dan tidak menggunakan pelindung kulit seperti sunblock. “Enggak ada, capek gue pakai sunblock. Udah deh, cuacanya begini. Nikmatin saja,” ujarnya. Keputusan ini menunjukkan sikapnya yang lebih rendah hati dan menjunjung tinggi keharmonisan dalam menjalani ibadah.
Kesan Umrah Kali Ini pada Publik
Publik memperhatikan perubahan yang terjadi pada Ruben selama perjalanan umrah. Tampil brewokan dan terlihat lebih religius menjadi ciri khasnya yang mencolok. Ia juga mengungkapkan bahwa tidak hanya penampilan, tetapi pola hidupnya pun mengalami perubahan. “Selama di sana, gue lebih banyak berdoa dan mengejar kekhusyukan. Jadi, nggak bisa hanya berfokus pada diri sendiri,” katanya.
Umrah keempat ini menjadi momen penting bagi Ruben. Sebagai seorang yang pernah memeluk Islam, ia menganggap perjalanan kali ini sebagai pembuktian komitmen spiritualnya. “Ini bukan sekadar jalan-jalan, tapi juga bentuk pengabdian. Gue terus-menerus berusaha lebih baik lagi,” tutur Ruben. Ia juga berharap perubahan ini bisa menjadi inspirasi bagi orang-orang di sekitarnya.
Pengalaman yang Berkesan
Dalam perjalanan umrah, Ruben mengaku mengalami beberapa hal unik yang masih terasa di ingatannya. Salah satunya adalah kesan mendalam saat melihat langsung suasana Masjidil Haram dan Arafah. “Suasana di sana sangat berbeda dari kebiasaan. Suara azan, aroma wewangian, dan keheningan yang mendalam membuat gue lebih merasakan keberkahan,” ucapnya.
Selain itu, Ruben juga menyoroti kebersamaan dengan sesama jamaah umrah. Ia mengatakan bahwa suasana yang ramai dan penuh semangat membuat perjalanan lebih menyenangkan. “Orang-orang di sana sangat ramah. Gue bisa berbagi pengalaman dan merasakan kehangatan komunitas,” katanya. Dari semua hal tersebut, Ruben merasa bahwa umrah kali ini lebih bermakna dibandingkan sebelumnya.
Persiapan dan Kesiapan Mentah
Sebelum melaksanakan umrah, Ruben melakukan persiapan yang lebih matang. Ia memastikan diri dalam kondisi fisik yang baik, serta menyiapkan mental untuk menghadapi tantangan perjalanan. “Persiapan kecil tapi penting. Gue harus tetap fokus dan tidak lupa berdoa,” ujarnya. Meski demikian, ia juga mengakui bahwa kejutan seperti pertumbuhan janggut tidak terduga.
Pertumbuhan janggut ini seolah menjadi simbol dari peningkatan keimanan dan kepatuhan. Ruben menyadari bahwa perubahan ini memberikan dampak positif pada penampilannya. “Jadi, nggak hanya tentang tampilan, tapi juga tentang kesadaran diri. Gue merasa lebih dekat dengan Allah,” katanya. Ia pun berharap bahwa perubahan ini bisa terus terjaga dalam kehidupan sehari-harinya.
Umrah yang keempat ini tidak hanya menjadi pengalaman spiritual, tetapi juga menjadi momen untuk merefleksikan kehidupan pribadi Ruben. Dengan tampil brewokan dan lebih religius, ia menunjukkan komitmen untuk menjalani hidup dengan penuh makna. “Harapan saya, setelah pulang, bisa lebih konsisten menjaga keimanan dan penampilan,” tutupnya.
