eksplorasiindonesia.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Meeting Results: Sering Sakit Kepala karena Stres? Dokter Sarankan Pijat di 3 Area Tubuh Ini

Published Juni 14, 2026 · Updated Juni 14, 2026 · By Elizabeth Martinez

Sering Sakit Kepala karena Stres? Dokter Sarankan Pijat di 3 Area Tubuh Ini

Meeting Results - Stres memang sering kali berdampak pada kesehatan mental dan fisik, salah satunya melalui munculnya rasa sakit di kepala. Fenomena ini terutama umum terjadi pada orang yang rutin menghadapi beban kerja berat atau tekanan emosional tinggi. Meski banyak yang langsung mengambil langkah memijat area tertentu untuk meredakan nyeri, dokter umum dan influencer kesehatan, dr. Cecep Hermawan, menyebutkan bahwa ada alasan medis di balik kebiasaan tersebut. Ia menyarankan tiga titik tubuh yang bisa dipijat untuk membantu mengurangi kekakuan otot dan mengatasi keluhan sakit kepala akibat stres.

Titik Pertama: Bagian Atas Pangkal Tengkorak

Dokter Cecep menjelaskan bahwa tekanan pada area pangkal tengkorak bagian atas bisa menjadi solusi alami untuk mengatasi rasa sakit. Titik ini terletak di bagian yang melengkung di sekitar leher dan kepala, dan menekannya dengan lembut memiliki efek berbeda dibandingkan hanya menggosok secara acak. Teknik ini, kata dr. Cecep, bisa memberi sinyal ke saraf leher untuk beristirahat, sehingga mencegah peningkatan tekanan pada otot-otot di sekitar leher.

"Pertama, tekan cekungan pangkal tengkorak ke atas, tahan semenit. Ini ngasih sinyal hambat ke saraf leher. Otot rileks, nyeri ikutan turun," ujarnya dalam unggahan Instagram, Sabtu (13/6/2026).

Mengapa teknik ini efektif? Menurut dr. Cecep, otot di daerah tersebut sering tertegang karena aktivitas fisik atau emosional yang berlebihan. Dengan memberikan tekanan pada titik yang tepat, aliran darah ke area tersebut bisa terjaga, dan otot yang kaku akan mengalami relaksasi. Hal ini berdampak positif pada nyeri kepala yang muncul, karena mengurangi tekanan pada saraf yang terlibat dalam mengalirkan sinyal nyeri ke otak.

Titik Kedua: Area Pelipis

Area pelipis sering dianggap sebagai titik utama untuk pengurangan nyeri kepala, terutama saat seseorang mengalami ketegangan di rahang. Dr. Cecep memberi panduan langkah demi langkah untuk memijat area ini. Caranya adalah dengan merapatkan gigi hingga terasa tonjolan otot di sekitar pelipis, lalu memijatnya secara perlahan menggunakan dua jari selama sekitar satu menit.

"Lanjut pelipis, rapetin gigi sampai kerasa otot yang nonjol. Nah, putar dua jari pelan di tonjolan itu semenit. Fungsinya mutusin sinyal nyeri dari rahang ke otak," ujar dr. Cecep.

Menurut dokter, menggosok area pelipis dengan teknik ini mampu memutus siklus nyeri yang disebabkan oleh ketegangan otot di rahang. Teknik ini juga membantu meredakan stres yang berasal dari aktivitas seperti berbicara terus-menerus atau menggigit gigi saat berpikir keras. Dengan meratakan tekanan di titik tersebut, aliran darah ke area yang terlibat dalam proses pengaturan nyeri akan terganggu, sehingga otot yang terkait menjadi lebih rileks.

Titik Ketiga: Belakang Pundak

Titik ketiga yang direkomendasikan oleh dr. Cecep berada di bagian belakang pundak, tepatnya di daerah gumpalan otot yang sering terjepit akibat postur tubuh yang buruk atau aktivitas fisik yang berlebihan. Teknik yang digunakan disebut sebagai "ischemic compression", yang melibatkan mencubit dan menahan otot di area tersebut selama satu menit, bergantian antara sisi kanan dan kiri.

"Terakhir, capit dan tahan kuat gumpalan otot pundak semenit, gantian kanan kiri. Ini namanya ischemic compression. Aliran darah ditahan sementara pas dilepas darah segar ngalir bawah oksigen buat ngelemesin otot," katanya.

Metode ini bekerja dengan cara menghambat aliran darah ke area yang terkompresi, sehingga otot menjadi lebih lembut saat darah segar kembali mengalir. Dr. Cecep menekankan bahwa teknik ini bisa dilakukan secara rutin untuk mencegah penumpukan ketegangan di otot-otot pundak. Area ini sering kali menjadi penyumbang besar pada nyeri kepala karena posisi tubuh yang tidak ergonomis atau kurangnya gerakan fisik sepanjang hari.

Dokter Cecep juga memperingatkan bahwa meski teknik-teknik ini bisa memberikan efek sementara, masalah sakit kepala yang berulang atau tidak membaik perlu dikaji lebih lanjut. Kondisi seperti migrain atau kelainan saraf dapat muncul akibat stres yang berkepanjangan, dan memeriksa ke dokter menjadi langkah penting untuk memastikan tidak ada penyebab lain yang lebih serius.

Menurutnya, masyarakat sering mengabaikan gejala sakit kepala yang terus-menerus karena hanya menganggapnya sebagai keluhan biasa. Namun, jika nyeri kepala muncul setiap hari atau tidak kunjung hilang, sebaiknya dilakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebab yang mendasar. "Tapi kalau sakitnya netep tetap harus periksa langsung," tambah dr. Cecep.

Dengan memahami dan menerapkan teknik-teknik tersebut, seseorang bisa mengurangi intensitas nyeri kepala akibat stres secara alami. Namun, penting untuk memperhatikan konsistensi dan cara melakukan pijatan dengan benar. Teknik ini tidak hanya mengurangi ketegangan otot, tetapi juga membantu mengatur respons tubuh terhadap stres, sehingga memberikan efek positif jangka panjang. dr. Cecep menyarankan untuk menggabungkan metode ini dengan istirahat yang cukup dan olahraga ringan untuk menciptakan keseimbangan dalam tubuh.

Keluhan sakit kepala karena stres bisa menjadi tanda bahwa tubuh membutuhkan perhatian lebih. Dengan mengenali titik-titik penting dan mengelola kekakuan otot, kita bisa mengambil langkah proaktif untuk menjaga kesehatan. Namun, jangan lupa bahwa teknik-teknik ini hanyalah bagian dari perawatan umum, dan pengobatan medis tetap diperlukan jika gejala terus mengganggu kehidupan sehari-hari.

Dokter Cecep menekankan bahwa memijat area tertentu adalah salah satu cara untuk meredakan nyeri kepala, tetapi konsistensi dan penerapan yang tepat sangat penting. Ia menyarankan untuk melakukan teknik ini secara teratur, terutama setelah bekerja atau menjalani aktivitas yang memicu stres. Selain itu, menggabungkan dengan perubahan gaya hidup, seperti istirahat sejenak atau meditasi, bisa meningkatkan efektivitasnya.

Kesimpulannya, rasa sakit di kepala akibat stres bukanlah masalah yang tidak bisa diatasi. Dengan memahami titik-titik yang tepat untuk memijat, kita bisa memberikan relaksasi pada otot-otot yang tegang dan mengurangi nyeri secara alami. Namun, tetap perhatikan kondisi tubuh dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis jika keluhan tidak membaik. Teknik ini menjadi bagian dari perawatan harian yang sehat, yang bisa mendukung kesejahteraan secara menyeluruh.