eksplorasiindonesia.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kris Tomahu hingga Gery & Gany Ungkap Keistimewaan Konser Tehillim – Sarat Pesan Syukur

Published Juni 6, 2026 · Updated Juni 6, 2026 · By Michael Davis

Konser Tehillim - The Heart of Worship: Pesan Syukur dan Kreativitas dalam Musik Rohani

Kris Tomahu hingga Gery Gany Ungkap - JAKARTA — Konser Tehillim - The Heart of Worship, yang diinisiasi oleh Liliana Tanoesoedibjo sebagai Executive Chairwoman MNC Group, berlangsung pada hari Sabtu (6/6/2026). Acara ini menarik perhatian sejumlah artis ternama, termasuk penyanyi Kris Tomahu, duo Gery & Gany, serta Samuel Cipta. Mereka menyatakan begitu bersemangat dan bangga bisa turut serta dalam gelaran musik spiritual ini. Konser ini tidak hanya menjadi kesempatan bagi mereka untuk menampilkan bakat, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan terhadap karya-karya rohani yang diciptakan Liliana Tanoesoedibjo.

Konser Tehillim - The Heart of Worship dianggap sebagai pengalaman unik oleh para peserta dan penonton. Bukan hanya karena lagu-lagu yang dibawakan penuh makna, tetapi juga karena konsep acara yang berbeda dari biasanya. Berdasarkan penjelasan Kris Tomahu, konser ini dirancang dengan nuansa sinematik yang menawarkan pengalaman lebih mendalam bagi penonton. “Konsepnya sangat kreatif dan memadukan musik dengan elemen visual yang menarik,” ujarnya usai konferensi pers di MNC Conference Hall, iNews Tower, Jakarta Pusat.

Kris Tomahu, salah satu peserta konser, mengungkapkan rasa senangnya saat mengikuti acara tersebut. Ia menilai ini adalah hari yang berkesan karena segala persiapan akhirnya berujung pada tampilan langsung. “Saya merasa lega dan bahagia hari ini. Semua tekanan selama proses persiapan bisa terlepas,” katanya. Untuk pertama kalinya, Kris dan rekan-rekannya bisa membawakan lagu rohani karya Liliana Tanoesoedibjo. “Ini pertama kalinya kita mengisi panggung dengan musik syukur dan penyembahan. Saya yakin penonton akan merasakan keistimewaan dari konser ini,” tambahnya.

“Jika dirangkum, album Tehilim ini berisi pesan utama tentang rasa syukur dan berterima kasih kepada Tuhan. Semua lagu dirancang agar mampu menggambarkan hati yang tulus menyembah,” ujar Kris Tomahu.

Konser ini juga menarik perhatian Samuel Cipta, yang turut berpartisipasi dalam penyajian. Menurutnya, acara ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan refleksi spiritual bagi para penonton. “Musik yang ditampilkan memiliki kekuatan untuk membangkitkan emosi dan mengingatkan kita pada makna kehidupan,” ujarnya. Dengan pendekatan yang lebih kreatif, konser Tehillim diharapkan bisa menjadi wadah untuk menyampaikan pesan rohani secara lebih intensif.

Duo Gery & Gany juga menilai konser ini memiliki dimensi lain dibandingkan acara musik biasa. Mereka menjelaskan bahwa setiap lagu yang dibawakan bukan hanya sekadar melodi, tetapi juga memiliki makna mendalam yang ingin disampaikan. “Kita ingin melalui musik ini menjangkau hati pendengar, agar mereka bisa merasakan kehangatan dan kedamaian,” kata salah satu dari mereka. Mereka menekankan bahwa konsep konser ini berfokus pada keterhubungan antara musik dengan perasaan spiritual.

Konser Tehillim - The Heart of Worship dihadiri oleh ribuan penonton yang antusias. Acara ini berlangsung di ruang konser yang dihiasi dengan dekorasi khusus, menciptakan suasana seperti film layar lebar. Penonton dilibatkan secara aktif, baik melalui alunan musik maupun visual yang menarik. “Kami yakin konser ini akan menjadi kenangan berkesan bagi semua yang hadir,” kata Samuel Cipta. Ia menambahkan, keistimewaan konser ini terletak pada cara penyampaian pesan syukur yang tidak hanya terdengar, tetapi juga terasa.

Liliana Tanoesoedibjo, sebagai penulis lagu dan penggagas konser, berharap Tehillim - The Heart of Worship bisa menjadi medium untuk menginspirasi pendengar. Menurutnya, album dan konser ini dibuat sebagai bentuk ungkapan rasa terima kasih kepada Tuhan atas berbagai berkah. “Lagu-lagu dalam album ini menggambarkan hati yang terbuka dan penuh syukur. Saya ingin penonton bisa merasakan kebahagiaan yang sama saat mendengar musik ini,” jelasnya.

Peserta konser juga menyebutkan bahwa acara ini memperlihatkan bagaimana musik bisa menjadi alat untuk menyampaikan pesan spiritual secara efektif. Dengan pendekatan yang lebih kreatif, konser ini menawarkan pengalaman menonton yang tidak bisa dilupakan. “Konsep sinematik dalam Tehillim ini membuat semua orang merasa terlibat langsung,” ujar Kris Tomahu. Ia menambahkan, bahwa selain melalui lagu, visual dan suasana acara juga dirancang agar mencerminkan makna kehidupan yang lebih dalam.

Beberapa penonton mengapresiasi konser ini karena selain hiburan, konser juga menjadi momen refleksi spiritual. Mereka menilai, lagu-lagu yang dibawakan mampu membangkitkan kehangatan dan kegembiraan dalam hati. “Saya sangat terkesan dengan cara penyampaian pesan syukur melalui musik. Ini bukan sekadar konser biasa, tetapi juga menjadi alat komunikasi rohani yang efektif,” kata salah satu penonton. Selain itu, kehadiran para artis seperti Kris Tomahu, Gery & Gany, dan Samuel Cipta menambah keberagaman dalam penyajian musik rohani.

Konser Tehillim - The Heart of Worship terus berlangsung dengan antusiasme yang tinggi. Para penyanyi dan penonton menyatakan bahwa acara ini tidak hanya menjadi tempat berbagi musik, tetapi juga sebagai wadah untuk mengungkapkan perasaan kepada Tuhan. Dengan konsep yang unik, konser ini diharapkan bisa menjadi percontohan untuk acara musik spiritual di masa depan. “Saya yakin konser ini akan menjadi referensi bagi banyak orang yang ingin menyampaikan pesan rohani melalui musik,” tutur Samuel Cipta. Ia menambahkan, bahwa keistimewaan konser ini terletak pada penggabungan antara alunan musik dan kisah hidup yang dipertunjukkan melalui visual.

Acara ini juga menjadi momentum bagi para peserta untuk mengungkapkan kegembiraan dan harapan. Mereka berharap konser ini bisa membawa dampak positif, baik bagi diri sendiri maupun penonton. “Kita berdoa agar konser ini bisa menyentuh hati banyak orang dan menjadi bagian dari perjalanan spiritual mereka,” kata Kris Tomahu. Dengan kolaborasi yang harmonis antara artis dan konsep acara, Tehillim - The Heart of Worship menawarkan pengalaman yang lebih dari sekadar menonton musik.

Konser Tehillim - The Heart of Worship memperlihatkan bagaimana musik bisa menjadi medium untuk menyampaikan pesan-pesan yang mendalam. Dengan pendekatan yang berbeda, acara ini memberikan kesan lebih spesial dan menginspirasi. “Ini adalah konser yang tidak hanya tentang lagu, tetapi juga tentang kehidupan,” ujar Liliana Tanoesoedibjo. Ia menegaskan, bahwa karya-karyanya dalam album Tehilim dirancang agar bisa menggambarkan hati yang tulus menyembah.

Sementara itu, para pengisi acara menyatakan bahwa mereka merasa terpuaskan dengan konsep dan penyajian yang dilakukan. “Ini adalah momen yang sangat berharga, dan kami berharap bisa memberikan yang terbaik untuk penonton,” kata Gery & Gany. Mereka menambahkan, bahwa konser ini adalah langkah awal dalam mengembangkan musik rohani yang lebih kreatif dan bernuansa spiritual. Dengan pembawaan yang penuh makna, konser Tehillim diharapkan bisa menjadi bagian dari perjalanan spiritual banyak orang.