Kiat menjaga kesehatan bagi anggota jamaah haji dengan komorbiditas

Kiat Menjaga Kesehatan bagi Jamaah Haji dengan Komorbiditas
Langkah Utama untuk Kesehatan Jamaah Haji dengan Komorbiditas
Dalam rangka mendukung kesehatan jamaah haji yang memiliki kondisi penyakit penyerta, Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (PERDOKHI) menyampaikan sejumlah panduan penting. Menurut Ketua Umum PERDOKHI, Dr. dr. Syarief Hasan Lutfie, SpKFR, MARS, AIFO–K, faktor utama dalam menjaga kesehatan adalah mempertahankan istitha’ah melalui aktivitas fisik rutin, pola makan yang seimbang, serta menghindari bahan makanan yang berpotensi memicu peningkatan kolesterol.
“Langkah pertama adalah menjaga kondisi istitha’ah melalui olahraga teratur, konsumsi makanan bergizi, dan menghindari pemicu kenaikan kolesterol darah,” ujarnya saat diwawancara ANTARA pada Jumat.
Diet Seimbang dan Pengelolaan Nutrisi
Menurut Syarief, jamaah haji dengan komorbiditas perlu memperhatikan kandungan gizi makanan yang dikonsumsi. Ia menyarankan porsi makanan yang mencakup nasi, ikan, daging, telur, serta sayuran dan buah-buahan kaya serat. Selain itu, disarankan mengurangi konsumsi makanan berlemak, terlalu asin, atau terlalu manis, karena bisa memengaruhi kadar kolesterol.
“Jangan lupa untuk meminum vitamin atau suplemen setiap hari,” tambah dokter tersebut.
Persiapan Fisik Sebelum Berangkat
Sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci, jamaah haji dianjurkan melakukan latihan fisik secara teratur. Aktivitas seperti jalan kaki, berenang, berlari, atau bersepeda dapat dipilih selama 40 hingga 60 menit per hari, minimal tiga kali seminggu. Persiapan ini bertujuan untuk memastikan tubuh dalam kondisi prima sebelum menghadapi rutinitas ibadah haji.
Beban Obat dan Pengaturan Konsumsi
Syarief juga menekankan pentingnya membawa bekal obat yang diperlukan selama berada di Arab Saudi. Obat-obatan ini sebaiknya disimpan dalam tempat khusus agar mudah diakses saat dibutuhkan. Selain itu, jamaah haji wajib memastikan penggunaan obat sesuai rekomendasi tenaga medis.
Kesehatan Berkelanjutan di Tanah Suci
Setelah tiba di Mekah, jamaah haji dengan kondisi komorbiditas dianjurkan mengatur pelaksanaan ibadah sesuai dengan kemampuan fisik. Prioritas kegiatan harus diperhatikan agar tidak terjadi kelelahan berlebihan dan kesehatan tetap terjaga selama berada di sana.
Pemerintah Indonesia menetapkan kuota 221.000 jamaah untuk berangkat ke Arab Saudi pada tahun ini. Pemberangkatan dijadwalkan dimulai pada 22 April 2026. Dengan mengikuti panduan dari PERDOKHI, jamaah haji bisa meminimalkan risiko gangguan kesehatan selama ibadah.
