eksplorasiindonesia.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Issue: Kesehatan Mental Anak Tak Boleh Diabaikan, Kini Skrining Bisa Dilakukan Online

Published Juni 29, 2026 · Updated Juni 29, 2026 · By Michael Davis

Kesehatan Mental Anak: Pentingnya Deteksi Awal dan Skrining Digital

Key Issue - Dalam era modern, perhatian terhadap kesehatan mental anak semakin penting untuk diberikan sejak tahap pertumbuhan awal. Tidak hanya pertumbuhan fisik dan akademik yang perlu dikawasi, tetapi juga aspek emosional dan mental mereka. Psikolog menyatakan bahwa pengenalan dini terhadap kondisi emosional anak bisa menjadi kunci untuk menangani masalah yang mungkin muncul lebih cepat dan efektif. Hal ini terutama relevan dalam konteks kehidupan yang semakin dinamis, di mana anak-anak terpapar berbagai tekanan sejak kecil.

Perkembangan Kecerdasan Emosi dan Sosial

Menurut Ayoe Sutomo, seorang psikolog klinis anak dan remaja, kecerdasan emosi (EQ) serta kecerdasan sosial (SQ) adalah kemampuan yang vital untuk dibentuk dari usia dini. Dua aspek ini, menurutnya, akan menjadi fondasi penting dalam membantu anak menghadapi tantangan di masa dewasa. "EQ dan SQ akan menentukan bagaimana anak mengatur emosi, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar saat tumbuh besar," jelas Ayoe dalam sesi edukasi Family's Days Out Roadshow to Bandung, dikutip dalam keterangan resmi, Senin (29/6/2026).

"Dalam dunia yang penuh tantangan, kelak anak-anak saat dewasa akan dituntut memiliki kecerdasan emosi berupa kemampuan mengenali, memahami, mengelola, dan mengekspresikan emosi diri sendiri secara sehat," kata Ayoe.

Dalam konteks ini, Ayoe menekankan bahwa kemampuan emosional anak tidak hanya dipengaruhi oleh faktor genetik, tetapi juga lingkungan sekitarnya, termasuk cara orang tua mendidik. "Perkembangan emosi anak sangat bergantung pada interaksi dengan orang dewasa terdekat, seperti orang tua, guru, dan teman sebaya," tambahnya.

Transformasi Skrining Mental ke Bentuk Digital

Dengan adanya teknologi, proses skrining kesehatan mental dan emosional anak kini bisa dilakukan secara daring. Hal ini memudahkan orang tua untuk melacak perkembangan anak tanpa harus menunggu gejala yang lebih serius muncul. "Dengan layanan digital, orang tua bisa melakukan deteksi dini secara mandiri dan cepat," papar Intan Anindyana Hapsari, manager Teman Bumil & Parenting.

"Skrining perkembangan mental dan emosi cukup dilakukan dengan menjawab delapan pertanyaan, dan akan langsung keluar hasilnya: normal, perlu konsultasi, atau ada penyimpangan," ujar Intan.

Layanan ini tersedia melalui fitur Psikolog Corner oleh Teman Bumil & Parenting, yang mengintegrasikan Kuesioner Masalah Mental Emosional (KMME), alat skrining resmi dari Kementerian Kesehatan RI. Kuesioner ini ditujukan untuk anak berusia 3 hingga 6 tahun dan hanya meminta jawaban delapan pertanyaan. Sistem kemudian menghasilkan kategori yang menjelaskan kondisi emosional anak, seperti normal, perlu observasi, atau ada indikasi gangguan yang membutuhkan intervensi lebih lanjut.

Manfaat dan Perluasan Fitur

Skrining digital ini dinilai bisa menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi potensi masalah. Menurut Ayoe, pendekatan sejak dini bisa membantu orang tua memberikan stimulasi yang tepat sebelum kondisi memburuk. "Jika ditemukan adanya penyimpangan, orang tua bisa langsung memberikan dukungan atau terapi," katanya.

Ke depan, platform Teman Bumil & Parenting akan dilengkapi dengan fitur lain seperti skrining kesiapan sekolah, tes minat dan bakat, serta layanan telekonsultasi psikolog. Hal ini memperkaya kemampuan orang tua untuk memahami dinamika pertumbuhan anak secara menyeluruh. "Dengan berbagai fitur ini, orang tua tidak hanya bisa menilai kondisi emosional anak, tetapi juga mengeksplorasi potensi akademik dan sosial mereka," lanjut Intan.

Peran Orang Tua dalam Perkembangan Mental Anak

Dalam sesi edukasi yang sama, Melissa Luckyanti, psikolog klinis anak dan remaja dari d'Fun Station Bandung, mengungkapkan bahwa banyak orang tua, terutama ibu, membutuhkan ruang untuk mengungkapkan kekhawatiran mereka. "Banyak ibu yang merasa tertekan dan kurang percaya diri dalam menjalani peran sebagai orang tua," katanya.

"Dari begitu banyak Mums yang berkonsultasi, ternyata sebagian besar merasa membutuhkan tempat bicara untuk mengungkapkan persoalan pengasuhan dan kondisi emosional mereka sendiri," tambah Melissa.

Melissa menjelaskan bahwa kurangnya saluran komunikasi membuat banyak orang tua kesulitan mengeluarkan perasaan. "Beberapa ibu merasa tidak mampu memenuhi ekspektasi menjadi orang tua yang baik, terutama jika anaknya kurang aktif dalam berinteraksi dengan sesama," katanya. Ini mengisyaratkan bahwa skrining mental bukan hanya alat deteksi, tetapi juga sarana untuk membuka dialog antara orang tua dan anak.

Terobosan dalam Pemantauan Kesehatan Mental

Dengan hadirnya layanan digital, kemudahan akses dan kecepatan pemeriksaan menjadi prioritas. Orang tua bisa melakukan skrining kapan saja melalui ponsel atau komputer, tanpa harus mengambil waktu untuk datang ke klinik. Selain itu, platform ini juga menyediakan materi edukasi seperti artikel, video, dan kelas online untuk memperkaya pemahaman orang tua tentang aspek kesehatan mental anak.

Menurut Ayoe, skrining online tidak hanya memberikan data, tetapi juga memicu refleksi orang tua terhadap cara pengasuhan mereka. "Hasil skrining bisa menjadi cermin untuk mengevaluasi pola asuh, termasuk stabilitas emosi dan keterlibatan orang tua dalam kehidupan anak," ujarnya.

Keberhasilan skrining digital ini, menurut Melissa, tergantung pada keterlibatan orang tua dalam memanfaatkannya. "Pendekatan digital harus diimbangi dengan komunikasi yang baik di rumah, agar hasilnya bisa diaplikasikan secara nyata," katanya.

Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan kesehatan mental anak tidak lagi diabaikan. Skrining online menjadi alat efektif untuk mempercepat identifikasi masalah dan mengembangkan langkah-langkah pencegahan sejak dini. Setiap pertumbuhan emosional anak adalah langkah kecil menuju kesuksesan masa depan, yang perlu dijaga dengan teliti dan komitmen dari orang tua serta lingkungan sekitarnya.