eksplorasiindonesia.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Bahaya Plastik Hitam Dipakai Bungkus Daging – Bisa Picu Gangguan Saraf hingga Kanker

Published Mei 29, 2026 · Updated Mei 29, 2026 · By Elizabeth Martinez

Bahaya Plastik Hitam Dipakai Bungkus Daging, Bisa Picu Gangguan Saraf hingga Kanker

Bahaya Plastik Hitam Dipakai Bungkus Daging - JAKARTA – Kembali menjadi topik perbincangan, plastik hitam yang digunakan untuk membungkus makanan dan daging kurban menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan. Bahan ini sering dipilih karena murah dan praktis, namun ternyata memiliki risiko besar terhadap tubuh manusia. Menurut penelitian, plastik hitam mengandung zat-zat berbahaya hasil daur ulang limbah elektronik, seperti kasing televisi, komputer, dan kabel. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang keamanan bahan yang dipakai untuk membalut daging yang dikonsumsi sehari-hari.

Mengapa Plastik Hitam Bisa Menjadi Ancaman?

Plastik hitam, yang biasa disebut dengan "plastik daur ulang," tidak dirancang untuk kontak langsung dengan makanan. Bahan ini dibuat dari limbah elektronik yang telah diproses ulang, sehingga mengandung berbagai kontaminan. Contohnya, zat-zat seperti polimer klorin dan bahan aditif kimia yang digunakan dalam produksi perangkat elektronik. Selain itu, plastik hitam juga menggunakan pewarna carbon black untuk menyembunyikan jejak bahan-bahan yang mungkin terkontaminasi. Pewarna ini tidak hanya memberi warna gelap, tetapi juga mengurangi visibilitas aditif beracun dalam bahan.

"Plastik hitam yang sering dipakai untuk bungkus daging ternyata bukan plastik biasa. Plastik hitam berasal dari daur ulang limbah elektronik seperti kesing TV, komputer, dan kabel. Artinya, yang dulu pembungkus alat listrik, sekarang pembungkus daging kurban," kata Profesor Agustino Zulys, Guru Besar Fakultas MIPA Universitas Indonesia, dikutip Jumat (29/5/2026).

Menurut penjelasan Profesor Zulys, plastik hitam terus-menerus digunakan oleh masyarakat, terutama saat menyimpan daging yang diproses dalam acara kurban. Namun, bahan ini tidak cocok untuk keperluan tersebut karena dapat melepaskan zat-zat berbahaya saat terkena panas atau berkontak lama dengan makanan. Hal ini memperbesar kemungkinan zat-zat tersebut masuk ke dalam tubuh melalui konsumsi.

Risiko Kesehatan Akibat Penggunaan Plastik Hitam

Beberapa zat berbahaya yang terkandung dalam plastik hitam dapat berdampak negatif pada tubuh. Dalam kondisi tertentu, seperti saat menghangatkan makanan atau menaruhnya dalam air panas, bahan-bahan tersebut bisa terlepas dan menempel pada makanan. Dampaknya beragam, mulai dari gangguan saraf hingga kerusakan ginjal. Selain itu, plastik hitam juga dikaitkan dengan risiko gangguan hormon dan potensi karsinogenik.

"Zat berbahaya pada plastik hitam bisa berpindah ke makanan saat terkena panas atau kontak langsung dalam waktu cukup lama. Risiko tersebut bisa meningkat ketika plastik dipakai membungkus daging panas atau makanan berkuah. Efeknya bisa menimbulkan gangguan saraf, kerusakan ginjal, gangguan hormon, dan potensi karsinogenik. Artinya, dia boleh dipakai untuk keperluan lain tapi jangan untuk pembungkus makanan karena kita tidak tahu plastik itu berasal dari mana," ujarnya.

Penggunaan plastik hitam dalam kemasan makanan juga mempercepat proses degradasi bahan plastik. Zat-zat kimia yang dilepaskan selama pemanasan berpotensi menimbulkan efek samping, seperti merusak sistem pencernaan atau mengganggu fungsi organ tubuh. Kandungan tersebut bahkan bisa menempel pada lemak makanan, sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh.

Alternatif yang Lebih Aman dan Ramah Lingkungan

Profesor Zulys menyarankan masyarakat untuk beralih menggunakan wadah yang lebih aman, seperti daun pisang, daun jati, atau besek. Bahan-bahan alami ini tidak hanya bebas dari kontaminasi, tetapi juga ramah lingkungan karena bisa diurai secara alami. Selain itu, wadah yang bisa digunakan kembali seperti kotak makanan atau baskom dari daun juga menjadi pilihan yang baik.

Untuk yang tetap ingin menggunakan plastik, Profesor Zulys menyarankan plastik bening yang memiliki sertifikasi food grade. Plastik jenis ini diproduksi khusus untuk kemasan makanan, sehingga lebih terkontrol dalam hal keamanan. Sementara itu, plastik hitam yang digunakan untuk bungkus daging masih menjadi tantangan karena biaya produksi yang lebih rendah dan ketersediaan yang mudah.

Pentingnya Kesadaran Masyarakat

Kebiasaan menggunakan plastik hitam untuk kemasan daging kurban menunjukkan kurangnya kesadaran masyarakat tentang dampak jangka panjang bahan tersebut. Masyarakat cenderung mengabaikan risiko kesehatan karena terbiasa dengan praktisnya plastik. Namun, jika tidak diawasi, penggunaan plastik hitam bisa terus berlanjut dan menyebabkan masalah kesehatan yang lebih besar.

Meski demikian, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi penggunaan plastik hitam. Pertama, memperkenalkan edukasi tentang keamanan bahan kemasan kepada masyarakat, terutama saat acara kurban. Kedua, mengganti plastik hitam dengan bahan-bahan alternatif yang lebih ramah lingkungan. Ketiga, menstimulasi penggunaan plastik bening yang bisa digunakan untuk kemasan makanan tanpa mengkhawatirkan dampak kesehatan.

Profesor Zulys menegaskan bahwa plastik hitam yang digunakan dalam kemasan daging kurban perlu diperiksa lebih lanjut. Bahan yang digunakan tidak selalu terjamin aman karena sumbernya bervariasi. Oleh karena itu, ia menyarankan penggunaan plastik yang berasal dari daur ulang kertas atau bahan organik lainnya. Dengan memperhatikan hal ini, masyarakat bisa mengurangi risiko penyakit yang mungkin diakibatkan oleh plastik hitam dalam jangka waktu lama.

Kesimpulan dan Rekomendasi

Penggunaan plastik hitam untuk bungkus daging kurban memang praktis, tetapi bisa memicu berbagai gangguan kesehatan. Untuk memastikan keamanan, masyarakat perlu memperhatikan bahan yang digunakan dalam kemasan makanan. Selain itu, penggunaan plastik bening atau bahan alami seperti daun pisang dan besek bisa menjadi solusi yang lebih sehat dan ramah lingkungan. Dengan kesadaran dan perubahan pola kebiasaan, masalah plastik hitam dapat diminimalkan, baik untuk kesehatan tubuh maupun lingkungan hidup.