eksplorasiindonesia.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Announced: Fakta Menarik! Rutin Main Basket Bisa Memperpanjang Umur hingga 2,7 Tahun

Published Juli 1, 2026 · Updated Juli 1, 2026 · By Karen Hernandez

Fakta Menarik! Rutin Main Basket Bisa Memperpanjang Umur hingga 2,7 Tahun

Announced - Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan bermain basket secara rutin bisa memberikan dampak positif pada usia harapan hidup seseorang. Temuan ini dibagikan oleh dokter Adam Prabata melalui unggahan di akun X pribadinya, yang menarik perhatian publik terutama di kalangan pecinta olahraga dan calon penggemar basket. Menurut penelitian tersebut, aktivitas fisik yang dilakukan saat bermain basket tidak hanya menjaga kebugaran jasmani, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kualitas hidup secara lebih signifikan.

Analisis Penelitian Terhadap 95 Ribu Atlet Internasional

Dalam studi yang mencakup lebih dari 95 ribu atlet dari 183 negara, para peneliti membandingkan jenis olahraga yang dijalani dengan usia harapan hidup mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa basket berada di posisi teratas dalam hal korelasi dengan peningkatan usia hidup. Dalam penjelasannya, dr. Adam Prabata menyebutkan, "Basket memiliki hubungan dengan peningkatan usia harapan hidup sekitar 2,7 tahun." Data ini didasarkan pada kajian yang mencakup 44 cabang olahraga, dengan fokus pada bagaimana interaksi antara aktivitas fisik, kognitif, dan sosial memengaruhi kesehatan secara holistik.

“Basket ini gak hanya aktivitas kardio, tetapi juga melibatkan koordinasi neuromuskular, interaksi sosial, dan keterampilan kognitif, yang berpotensi memberikan kontribusi tambahan terhadap usia harapan hidup,” kata dr. Adam, mengutip penelitian tersebut.

Bermain basket dianggap sebagai olahraga yang menggabungkan beberapa elemen penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang. Selain melatih fungsi jantung dan sistem kardiovaskular, aktivitas ini juga mendorong pengembangan kemampuan koordinasi tubuh, respons cepat terhadap situasi, serta kemampuan berinteraksi sosial. Faktor-faktor ini, menurut dr. Adam, memberikan dampak tambahan terhadap kesehatan, termasuk mengurangi risiko penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.

Penelitian ini memperlihatkan bahwa kebiasaan berolahraga rutin, khususnya basket, bisa meningkatkan usia harapan hidup rata-rata sebesar 2,7 tahun dibandingkan dengan orang yang tidak aktif secara fisik. Meski demikian, dr. Adam memperingatkan bahwa hasil studi ini hanya menunjukkan adanya hubungan atau asosiasi, bukan bukti langsung bahwa basket adalah penyebab utama usia panjang. "Hasil penelitian tersebut tidak berarti basket secara langsung menjadi penyebab seseorang berumur panjang," jelasnya. Namun, faktor yang terkait dengan basket tetap menjadi alasan utama untuk menjadikannya olahraga yang direkomendasikan.

Menurut dr. Adam, manfaat olahraga basket bersifat multidimensi. Dalam proses bermain, atlet diperlukan untuk mengontrol kecepatan, arah, dan intensitas gerakan tubuh, yang melatih otot-otot inti serta meningkatkan stamina. Selain itu, basket membutuhkan perencanaan strategis, kecepatan respons, dan pengambilan keputusan di bawah tekanan. Kombinasi antara fisik, mental, dan sosial ini, menurut peneliti, menciptakan efek sinergis yang membantu menjaga kesehatan secara lebih komprehensif.

Studi ini juga mengungkap bahwa basket memiliki tingkat kebugaran yang lebih tinggi dibandingkan olahraga lainnya. Dalam kondisi yang sama, atlet yang rutin bermain basket menunjukkan peningkatan kesehatan kardiovaskular yang lebih signifikan, sekaligus mampu mengurangi stres dan meningkatkan konsentrasi. Faktor interaksi sosial dalam olahraga basket, seperti bekerja sama dengan tim, memperkuat hubungan antarmanusia dan mendorong suasana hati yang lebih positif. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa basket dianggap lebih baik daripada olahraga yang hanya fokus pada aspek fisik saja.

Dalam menjelaskan manfaat basket, dr. Adam Prabata menekankan bahwa olahraga ini mendorong pembentukan kebiasaan hidup sehat. Selain meningkatkan kebugaran jasmani, basket juga mampu membangun kebiasaan berpikir cepat dan mengurangi risiko gangguan kognitif, seperti demensia atau penurunan daya ingat. "Bermain basket adalah cara yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh, pikiran, dan jiwa secara bersamaan," ujarnya. Manfaat ini tidak hanya terjadi pada atlet profesional, tetapi juga bisa dirasakan oleh individu umum yang mengikuti latihan secara rutin.

Sebagai bentuk olahraga yang serbaguna, basket mampu memberikan dampak pada berbagai sistem tubuh. Misalnya, bermain basket meningkatkan volume udara yang terhirup, mengoptimalkan aliran darah, dan meningkatkan efisiensi metabolisme. Selain itu, aktivitas ini juga mengurangi kadar kolesterol dan glukosa darah, yang secara langsung berkontribusi pada penurunan risiko penyakit jantung dan diabetes. Dalam jangka panjang, kebiasaan bermain basket bisa dianggap sebagai investasi kecil yang memberikan hasil besar dalam menjaga kesehatan hingga usia lanjut.

Dokter Adam Prabata menyarankan bahwa kebiasaan berolahraga tidak harus terbatas pada satu jenis olahraga. Setiap aktivitas fisik yang dilakukan secara konsisten memberikan manfaat yang berbeda. Namun, basket memiliki keunggulan dalam menggabungkan beberapa aspek kesehatan. "Yang terpenting adalah tetap rutin melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan dan kondisi kesehatan masing-masing," tegasnya. Penelitian ini juga memberikan gambaran bahwa kebiasaan aktif bergerak, termasuk bermain basket, menjadi salah satu kunci untuk memperpanjang usia hidup.

Dengan menerapkan kebiasaan bermain basket secara rutin, seseorang bisa mendapatkan manfaat tambahan dari olahraga lain yang hanya fokus pada satu aspek. Misalnya, olahraga seperti lari mungkin lebih baik dalam meningkatkan daya tahan jantung, tetapi basket menawarkan pengembangan kemampuan koordinasi dan interaksi sosial secara bersamaan. Kombinasi ini, menurut dr. Adam, membuat basket menjadi pilihan yang lebih optimal dalam mencapai kesehatan jasmani dan mental.

Sebagai penutup, dr. Adam Prabata mengingatkan bahwa kebiasaan berolahraga harus didasarkan pada konsistensi dan kesesuaian dengan kondisi individu. "Tidak ada olahraga yang mutlak lebih baik daripada yang lain, selama dilakukan secara teratur dan sesuai kemampuan," tambahnya. Dengan demikian, bermain basket bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang mampu membawa dampak jangka panjang, termasuk memperpanjang usia harapan hidup hingga 2,7 tahun. Pendekatan ini menjadi bukti bahwa olahraga tidak hanya bermanfaat untuk tubuh, tetapi juga untuk menjaga keseimbangan hidup secara keseluruhan.