Angel Pieters Terharu Nyanyikan Lagu Liliana Tanoesoedibjo – 18 Tahun Kembali ke Tempat Membesarkannya

8ea1d494-7f5a-4139-bc3e-3276ddc46482-0

Angel Pieters Mengungkap Rasa Gembira Nyanyikan Lagu Liliana Tanoesoedibjo di Konser 18 Tahun

Angel Pieters Terharu Nyanyikan Lagu Liliana – JAKARTA – Penyanyi Angel Pieters merasa sangat girang dan berharga setelah diberikan kesempatan untuk ikut serta dalam acara konser rohani Tehillim – The Heart of Worship. Acara ini menjadi momen spesial bagi Angel, karena dibuat oleh Liliana Tanoesoedibjo, seorang tokoh penting di MNC Group. Sebagai bagian dari konser tersebut, ia mempersembahkan dua lagu ciptaan Liliana, termasuk satu penampilan duet bersama Maria Shandi, penyanyi rohani yang juga terlibat dalam acara ini.

Konser Rohani yang Menjadi Kenangan

Konser rohani ini diinisiasi oleh Liliana Tanoesoedibjo, selaku Executive Chairwoman MNC Group. Menjadi bagian dari acara tersebut, Angel merasa berada di tempat yang memiliki makna mendalam baginya. Ia menyebutkan bahwa keikutsertaannya dalam konser ini bukan hanya sekadar tampil, tetapi merupakan penghargaan atas perjalanan karier yang telah ia tempuh hingga kini. “Hari ini, saya dapat menyanyikan lagu-lagu dari Ibu Liliana Tanoesoedibjo. Di Konser Tehillim ini, saya membawakan dua lagu, satu sendiri dan satu lagi berduet dengan Maria Shandi,” ungkap Angel Pieters di MNC Conference Hall, iNews Tower, Jakarta Pusat, Sabtu (6/6/2026).

Rasa Hormat dan Keceriaan Kembali

Angel Pieters, yang saat ini berusia 28 tahun, menyampaikan bahwa ia telah terlibat dalam lingkungan MNC Group sejak usia 10 tahun. Hal ini membuatnya merasa sangat istimewa ketika kembali menyanyikan karya Liliana setelah belasan tahun. “Saya sangat tergugu dapat tampil di konser rohani yang diadakan di tempat yang membesarkan nama saya. Saya juga lahir dan tumbuh besar di RCTI, salah satu media yang menjadi bagian dari MNC Group,” tambahnya.

Keterlibatan yang Bukan Sekadar Kebetulan

Menurut Angel, keberadaannya di industri musik sekarang ini tidak terlepas dari dukungan Liliana Tanoesoedibjo serta Hary Tanoesoedibjo, Executive Chairman MNC Group. Ia mengungkapkan bahwa perjalanan kariernya selama ini berawal dari lingkungan yang ia kenal sejak kecil. “Saya merasa hari ini juga ada karena Ibu Liliana dan Pak Hary. Selain itu, ada juga teman-teman dan kolaborator yang selama ini mendukung saya,” jelasnya.

Penampilan Duet: Kolaborasi yang Dinantikan

Salah satu momen yang paling dinanti oleh Angel adalah penampilan duet bersama Maria Shandi. Ia menjelaskan bahwa kolaborasi ini bukan hanya sekadar panggung, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat hubungan antara dirinya dan penyanyi rohani lainnya. “Berduet dengan Maria Shandi menjadi pengalaman berharga. Kami berdua memiliki kesamaan dalam menyampaikan pesan spiritual melalui musik,” katanya.

Nilai Emosional di Balik Lagu-lagu

Konser Tehillim menjadi momentum untuk Angel mengeksplorasi makna lagu-lagu Liliana Tanoesoedibjo yang telah ia nyanyikan sebelumnya. Ia merasa setiap nada dan lirik memiliki kisah yang berhubungan dengan kehidupannya. “Lagu-lagu Ibu Liliana memiliki kekuatan untuk mengingatkan saya pada masa lalu. Membawakannya kembali setelah 18 tahun membuat saya merasa seperti berada di masa kecil,” ujarnya.

Pengakuan atas Dukungan MNC Group

Angel menekankan bahwa MNC Group telah menjadi tempat yang membentuk identitasnya sebagai penyanyi rohani. Ia berterima kasih atas lingkungan yang ia tinggali sejak usia 10 tahun, termasuk bimbingan Liliana Tanoesoedibjo. “Liliana dan Hary telah membangun fondasi yang kuat. Tanpa mereka, saya mungkin tidak akan sampai di titik ini,” tambah Angel. Ia juga menilai konser tersebut menjadi bukti nyata tentang kepedulian MNC Group terhadap pengembangan seni dan spiritualitas di masyarakat.

Langkah Kreatif untuk Mengabadikan Kenangan

Di samping penampilan utamanya, Angel menyebutkan bahwa konser ini juga menjadi wadah untuk ia mengabadikan momen pribadi yang tidak terlupakan. “Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih melalui musik. Ini bukan sekadar konser, tetapi seperti perayaan untuk mengenang perjalanan saya bersama Ibu Liliana,” ujarnya. Dalam acara tersebut, ia mengungkapkan bahwa lagu-lagu Liliana telah menjadi bagian dari kehidupannya sejak ia masih kecil.

Komentar tentang Makna Konser dan Karier

Konser Tehillim – The Heart of Worship tidak hanya menjadi ajang bagi penyanyi rohani, tetapi juga menggambarkan komitmen MNC Group dalam menghadirkan karya-karya yang mendalam dan bermakna. Angel Pieters menilai bahwa konser ini menjadi cerminan dari perjalanan kreatif Liliana, yang telah berkiprah dalam dunia musik selama lebih dari satu dekade. “Saya merasa sangat beruntung karena bisa menyampaikan karya Ibu Liliana di hadapan audiens yang mempercayai dan mendukung kami,” tuturnya.

“Saya sekarang usianya 28 tahun dan sudah ada di sini sejak usia 10 tahun. Membawakan lagu-lagu Ibu Liliana 18 tahun kemudian menjadi sebuah kehormatan yang luar biasa,” kata Angel Pieters.

Dengan berbagai peran dan penampilan, Angel Pieters menegaskan bahwa konser ini adalah bagian dari cerita besar yang dibangun oleh Liliana Tanoesoedibjo. Ia berharap momen ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan menjaga hubungan dengan akar budaya mereka. “Saya ingin semua orang merasakan makna dari lagu-lagu ini, seperti yang saya rasakan saat pertama kali mendengarkannya,” tutup Angel.