Yang Dibahas: Cara Sukses Menulis di kumparan

10c51eda a933 4b0c 9859 6048c38143a7 0

Cara Membangun Keberhasilan dalam Menulis di Kumparan

Kumparan merupakan platform media yang bekerja sama dengan pengguna. Selain menyediakan informasi berita, pengguna dapat membuat akun, menambahkan komentar, serta mengunggah karya tulis. Jika karya yang kamu kirim ditolak oleh tim pemeriksa, ada dua faktor utama yang bisa menjadi penyebabnya: identitas penulis dan isi tulisan itu sendiri. Mari simak penjelasan berikut secara terperinci.

Persiapan Identitas Penulis

Moderator memeriksa tiga aspek mengenai identitas seseorang. Pertama, nama. Gunakan nama sesungguhnya, bukan nama panggilan atau samaran. Kedua, biodata. Tambahkan detail pekerjaan atau aktivitasmu agar pembaca lebih mudah mengenalmu. Misalnya, jika kamu seorang mahasiswa, tuliskan status tersebut lengkap dengan nama universitas dan jurusan. Ketiga, foto. Sediakan gambar yang jelas untuk memudahkan moderator mengenali wajahmu. Hindari penggunaan foto orang lain tanpa izin.

Kriteria Penilaian Konten

Dalam mengevaluasi tulisan, moderator mempertimbangkan beberapa hal penting. Substansi: tulisan harus menyajikan opini atau cerita yang orisinal dan menarik. Gunakan bahasa yang sopan, serta dukung setiap argumen kritis dengan data yang kuat. Contoh artikel yang berhasil adalah “Bom Waktu itu Bernama Coronavirus: Apa yang Kita dan Pemerintah Harus Lakukan?” yang ditulis oleh Makhyan Jibril, seorang residensial di bidang penyakit jantung dan pembuluh darah di Universitas Airlangga. Artikel ini bisa menjadi referensi untuk mengeksplorasi gaya penulisan yang lebih dalam.

“Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

Jika tulisan Makhyan Jibril terasa berat, kamu bisa mulai dengan artikel di bagian Opini dan Cerita Kumparan yang lebih ringan. Jangan lupa untuk mengikuti Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dalam menulis. Pastikan penggunaan huruf kapital dan kecil sesuai aturan. Misalnya, hindari menulis seluruh judul dengan huruf besar atau semuanya kecil. Kamu bisa mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia untuk memastikan.

Menghindari Kesalahan Umum

Salah satu hal sering diabaikan adalah kehati-hatian dalam penulisan. Banyak artikel ditolak karena kesalahan ejaan yang berulang. Redaktur hanya manusia dengan kapasitas terbatas, sehingga kesalahan kecil pun bisa membuat tulisanmu tidak diterima. Tips: baca kembali tulisanmu, periksa kesalahan secara teliti, dan jangan terburu-buru saat mengirim.

Konten yang Mungkin Dianggap Kurang Memuaskan

Ada beberapa aspek lain yang bisa menyebabkan penolakan. Contohnya, penggunaan spam, iklan, atau konten komersial. Jika kamu menyertakan backlink ke situs luar Kumparan, pastikan tidak terkesan mengarah ke tindakan berbahaya. Selain itu, artikel yang terlalu mirip dengan yang sudah pernah dipublikasikan di tempat lain juga bisa ditolak. Jangan menyerah jika tulisanmu ditolak; ajukan kembali dan terus berkarya. Karena menulis bukan hanya sekadar mengunggah, tapi juga upaya untuk memberikan nilai bagi pembaca.