Yang Dibahas: Wamen P2MI-Dubes Turki bahas lonjakan visa pekerja migran ke Turki
Wamen P2MI-Dubes Turki bahas lonjakan visa pekerja migran ke Turki
Pertemuan antara Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani, Dubes Turki untuk RI Talip Küçükcan, serta Dirjen Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI Grata Endah Werdaningtyas berlangsung di Kantor Kemlu RI, Jakarta, Senin. Diskusi mengupas peningkatan signifikan jumlah permohonan visa pekerja migran Indonesia (PMI) yang ditujukan ke Turki.
“Permohonan visa kerja untuk pekerja migran Indonesia ke Turki mengalami peningkatan yang cukup drastis dalam setahun terakhir, bahkan hampir dua kali lipat dibandingkan masa sebelumnya,” ujar Wamen P2MI dalam siaran pers Kemen-P2MI.
Menurut data yang disampaikan Dubes Talip, jumlah aplikasi visa kerja dari November 2024 hingga April 2025 mencapai sekitar 6.700, sementara periode November 2025 hingga April 2026 naik menjadi 12.000. Dari total tersebut, sebanyak 6.500 masih dalam proses pemeriksaan.
Kerja sama antara Indonesia dan Turki terus ditingkatkan melalui forum
“Melalui forum tersebut, kita berupaya merumuskan langkah antisipasi dan mitigasi agar ke depan proses penempatan dapat berjalan lebih baik dan kendala yang ada saat ini bisa diminimalisir,”
kata Wamen. Ia menekankan perlunya langkah strategis untuk mengatasi lonjakan tersebut dan memastikan proses penempatan tetap lancar.
Pemerintah Turki juga mengakui peran penting pekerja migran Indonesia, khususnya di sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi negara itu. Seiring pertumbuhan signifikan jumlah wisatawan, yaitu sekitar 63,9 juta orang pada 2025, kebutuhan tenaga kerja di bidang ini semakin tinggi.
Dalam upaya meningkatkan efisiensi, Wamen P2MI mengharapkan pertemuan ini menghasilkan solusi konkret. “Kami berharap ada solusi konkret dari pertemuan ini, sehingga para pekerja migran kita yang sudah menunggu dapat segera terlayani dan berangkat bekerja ke Turki secara aman dan sesuai prosedur,”
