Pembahasan Penting: PM Italia peringatkan risiko krisis energi akibat konflik Timur Tengah
PM Italia peringatkan risiko krisis energi akibat konflik Timur Tengah
Dari Roma, Perdana Menteri Giorgia Meloni mengungkapkan kekhawatiran bahwa peningkatan ketegangan di Timur Tengah berpotensi menyebabkan gangguan pasokan energi. Ia menyatakan bahwa jika situasi di wilayah tersebut semakin memburuk, negaranya bisa mengalami kekurangan bahan bakar.
Sementara itu, pada hari Sabtu, media Corriere della Sera mencatat adanya pembatasan awal penggunaan bahan bakar jet di empat bandara utama Italia, termasuk Milan, Venesia, Treviso, dan Bologna. Peringatan ini menunjukkan upaya pemerintah untuk mengantisipasi kemungkinan kekacauan logistik.
“Ketidakstabilan di wilayah Teluk akan berdampak pada biaya energi, sektor usaha, lapangan kerja, serta daya beli masyarakat,” ujar Meloni dalam video yang diaunggah di akun media sosialnya.
Meloni menekankan bahwa negara-negara Teluk Persia memegang peran kritis dalam pasokan energi global, sehingga penurunan produksi di daerah tersebut dapat meningkatkan harga energi bagi seluruh dunia.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan terhadap sasaran di Iran, termasuk Teheran, yang menimbulkan kerusakan dan korban sipil. Sebagai respons, Iran melakukan serangan kembali terhadap wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Ketegangan yang meningkat di wilayah Teluk Persia hampir menghentikan kegiatan pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair global. Hal ini menyebabkan kenaikan harga bahan bakar di sejumlah negara.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
